BAWEAN, — Gerakan Bersih-Bersih Masjid (BBM) yang digagas UD Sahabat Group bersama Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (PC LTMNU) Bawean kian meneguhkan perannya sebagai gerakan sosial-keagamaan yang konsisten dan berkelanjutan.
Pada Jumat (1/5/2026), tim BBM kembali bergerak menyasar sejumlah masjid di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. Fokus kegiatan berada di wilayah Desa Telukjati Dawang, meliputi Masjid Darul A’la dan Masjid Riyadus Shalihin di Dusun Telukjati, Masjid Baitussalam di Dusun Sumber Lanas, serta Masjid Ar-Rohmah di Desa Gelam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi ini tidak sekadar kerja bakti rutin. Para relawan membersihkan area dalam masjid, tempat wudu, hingga lingkungan sekitar dengan tujuan menghadirkan ruang ibadah yang benar-benar bersih, nyaman, dan layak bagi jamaah. Lebih dari itu, BBM diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa kebersihan masjid merupakan tanggung jawab bersama.

Ketua PC LTMNU Bawean, Salehuddin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa gerakan BBM tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual. Menurutnya, menjaga kebersihan masjid harus diiringi dengan upaya meluruskan niat dan memperkuat keikhlasan dalam berkhidmah.
“BBM ini bukan hanya bersih-bersih fisik masjid, tetapi juga momentum membersihkan niat dan hati. Kami ingin setiap langkah dalam mengurus masjid benar-benar dilandasi keikhlasan,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui gerakan ini para pengurus dan relawan diharapkan dapat membersihkan hati dari berbagai penyakit yang berpotensi membelokkan niat dalam mengabdi di Nahdlatul Ulama (NU), sehingga dapat terus istiqamah dan konsisten dalam memakmurkan masjid.
Dengan semangat tersebut, BBM diharapkan terus berjalan secara berkelanjutan. Lebih dari sekadar kegiatan rutin, gerakan ini diproyeksikan menjadi budaya kolektif warga Nahdliyin di Bawean dalam merawat masjid—bukan hanya sebagai bangunan, tetapi sebagai pusat peradaban umat yang sarat nilai kebersihan, kebersamaan, dan keberkahan.
Penulis : Abd Hamid







