Forkopimda Probolinggo Perkuat Wawasan Kebangsaan, Densus 88 Ingatkan Ancaman Radikalisme Kini Menyasar Generasi Muda

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo menggelar Silaturahmi Kebangsaan dan Dialog Interaktif Forkopimda Membangun Harmoni dan Memperkuat Wawasan Kebangsaan di Kabupaten Probolinggo di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat semangat kebangsaan, mempererat sinergitas antar unsur pemerintahan dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman radikalisme, intoleransi, serta dampak negatif perkembangan teknologi digital.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris Damanhuri Romly, M.Kes, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Ugas Irwanto, S.Sos., M.Si, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri, S.I.K., M.I.K., Kapolres Probolinggo AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si, serta Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono bersama unsur Forkopimda lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turut hadir pula kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta jajaran Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo.

 

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris Damanhuri Romly menegaskan bahwa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan oleh seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Kabupaten Probolinggo harus menjadi kekuatan untuk mempercepat pembangunan daerah, bukan justru menjadi pemicu perpecahan.

 

“Persatuan adalah modal utama pembangunan. Dengan menjaga kebersamaan, toleransi dan semangat gotong royong, kita dapat menghadapi berbagai tantangan yang muncul di tengah masyarakat,” ujarnya.

 

Dalam dialog tersebut, unsur Forkopimda menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta kondusivitas wilayah Kabupaten Probolinggo.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri dan Kapolres Probolinggo AKBP Dr. M. Wahyudin Latif bersama Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono menunjukkan soliditas TNI-Polri dalam mendukung upaya pemerintah daerah menjaga persatuan dan keamanan masyarakat.

 

Salah satu materi utama dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh narasumber dari Satgaswil Jawa Timur Densus 88 Antiteror Polri. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa pola penyebaran paham radikalisme saat ini telah mengalami pergeseran yang cukup signifikan.

 

Jika sebelumnya kelompok radikal lebih banyak menyasar kalangan dewasa, kini sasaran propaganda mulai merambah generasi muda bahkan anak-anak melalui berbagai platform media sosial dan ruang digital.

Densus 88 menjelaskan bahwa terdapat tiga ciri utama seseorang yang mulai terpapar paham radikal, yakni bersikap kaku dalam memahami ajaran agama, bersifat eksklusif dengan menutup diri dari lingkungan sosial, serta menunjukkan sikap intoleran terhadap kelompok lain yang berbeda pandangan.

 

Selain itu, terdapat empat faktor yang menjadi pemicu berkembangnya radikalisme, yaitu faktor agama atau ideologi, faktor sosial, faktor politik, serta faktor teknologi yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran propaganda.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan literasi digital dan kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif maupun ajakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwita Sari, SE., MM menyampaikan pentingnya peran keluarga dalam membangun harmoni sosial dan memperkuat wawasan kebangsaan.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan membentuk karakter anak melalui penanaman nilai toleransi, cinta tanah air, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Selain radikalisme, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai bahaya cyberbullying yang dapat berdampak pada kesehatan mental korban, mulai dari stres, kecemasan, kehilangan rasa percaya diri hingga kecenderungan mengisolasi diri d

Berita Terkait

Hampir Semua Wartawan JSI Sumenep Kompeten, Komitmen Membangun Pers Profesional Makin Nyata
Tasrif M. Saleh Apresiasi 8 Quick Wins Kapolri: Polisi Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Satreskoba Polresta Sumenep Amankan Pria 29 Tahun, Sabu 0,47 Gram Ditemukan di Kamar
Mencari Keadilan ke Yakuza Maneges, Ibu Korban Kekerasan Seksual di Kediri Mengaku Diancam Dibunuh
Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Polda Kalbar Tangani Karhutla: Polisi Bersama Masyarakat!
Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Kasus Sabu di Saronggi, Dua Pria Diamankan dengan Barang Bukti 2,14 Gram
Teknologi AI Masuk Desa, Dinkes Probolinggo Buru Kasus TBC Lewat Portable X-Ray
Dijanjikan Dinikahi, Perempuan di Sumenep Diduga Jadi Korban Pencabulan, Polisi Amankan Pria 22 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Hampir Semua Wartawan JSI Sumenep Kompeten, Komitmen Membangun Pers Profesional Makin Nyata

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Tasrif M. Saleh Apresiasi 8 Quick Wins Kapolri: Polisi Harus Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Satreskoba Polresta Sumenep Amankan Pria 29 Tahun, Sabu 0,47 Gram Ditemukan di Kamar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:16 WIB

Mencari Keadilan ke Yakuza Maneges, Ibu Korban Kekerasan Seksual di Kediri Mengaku Diancam Dibunuh

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Polda Kalbar Tangani Karhutla: Polisi Bersama Masyarakat!

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB