Proyek Rehabilitasi SDN Panyepen 3 Sampang Senilai Rp528 Juta Disorot, Material Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Pekerja Saat Mengerjakan Proyek Rehabilitasi SDN Panyepen 3, dan Material Batu Agregat (Batu Koral) Yang Tak Seragam (Sumber Foto: Agus Junaidi/Detikzone.id)

Caption: Pekerja Saat Mengerjakan Proyek Rehabilitasi SDN Panyepen 3, dan Material Batu Agregat (Batu Koral) Yang Tak Seragam (Sumber Foto: Agus Junaidi/Detikzone.id)

SAMPANG, Detikzone.id – Proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Panyepen 3 di Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, senilai Rp528.549.272 mulai dikerjakan. Namun, proyek yang dilaksanakan CV Sinergi Mitra Andalan itu kini menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah dugaan kejanggalan terkait penggunaan material bangunan di lapangan. Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan pantauan Detikzone.id pada Rabu (10/6/2026), pekerjaan yang masih berada pada tahap pondasi, pengecoran sloof, dan pemasangan besi kolom diduga menggunakan material yang tidak seragam. Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian material dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di lokasi proyek ditemukan dua jenis pasir dengan karakteristik berbeda, yakni pasir hitam yang di yakini asal Pasirian, Jawa Timur, dan pasir berwarna cokelat kekuningan yang kualitasnya diragukan untuk kebutuhan pengecoran beton. Selain itu, terdapat dua jenis batu agregat yang juga berbeda, yaitu batu koral hitam Jawa dan batu kerikil lokal berwarna kuning.

Keberadaan batu kerikil lokal itu memunculkan dugaan bahwa sebagian material yang disiapkan tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi mutu konstruksi sekaligus membuka ruang terjadinya penyimpangan anggaran apabila benar digunakan dalam pekerjaan.

Tak hanya itu, proyek rehabilitasi yang digadang-gadang meningkatkan kualitas sarana pendidikan tersebut juga tidak dilengkapi papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Padahal, keberadaan papan informasi merupakan bagian dari transparansi penggunaan anggaran publik yang wajib diketahui masyarakat.

Saat ditemui di lokasi, Kepala Pekerja proyek, H. Manir, mengaku pekerjaan baru dimulai sekitar dua pekan lalu. Ia juga menyebut proyek tersebut merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Menanggapi temuan dua jenis pasir di lokasi, H. Manir membantah adanya pelanggaran spesifikasi. Menurutnya, pasir Pasirian digunakan untuk kebutuhan pengecoran, sedangkan pasir lainnya hanya dimanfaatkan sebagai campuran mortar untuk pekerjaan pasangan batu.

“Kalau bahan material pasir yang lain tidak untuk campuran cor, tetapi digunakan sebagai bahan mortar pasangan batu,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa rehabilitasi yang sedang berlangsung mencakup tiga ruang kelas.

Sementara terkait keberadaan batu kerikil lokal yang bercampur dengan batu koral untuk pengecoran, H. Manir berdalih hal itu terjadi akibat kesalahan saat proses pembelian material.

“Iya, itu kerikil lokal. Memang ada kekeliruan saat pembelanjaan material dan tidak akan digunakan untuk campuran cor,” katanya.

Di sisi lain, Direktur CV Sinergi Mitra Andalan, Ach. Madani Haris, belum memberikan penjelasan substantif terkait sejumlah temuan tersebut. Saat dikonfirmasi, ia hanya menyampaikan bahwa sedang menghadiri sebuah kegiatan dan berjanji akan memberikan keterangan lebih lanjut.

“Siap mas, nanti saya kabari. Ini masih ada acara,” ujarnya singkat.

Namun hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi lanjutan melalui pesan WhatsApp belum mendapat tanggapan. Pesan yang dikirim wartawan diketahui telah terbaca, ditandai dengan centang dua berwarna biru, tetapi belum memperoleh jawaban.

Temuan sejumlah material yang diduga tidak sesuai spesifikasi serta tidak adanya papan informasi proyek menjadi catatan penting yang perlu mendapat perhatian pihak terkait. Mengingat proyek ini dibiayai oleh uang negara, transparansi pelaksanaan dan kepatuhan terhadap spesifikasi teknis menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Berita Terkait

Menyikapi Agenda Kelompok yang Mengaku PSHT di Padepokan Agung Madiun, Kangmas Brigjen TNI (Purn) Widjang Pranjoto: Jangan Abaikan Etika Persaudaraan
Sumenep Kepulauan: Mengubah Nama atau Mengubah Nasib?
Ketat dan Transparan Rutan Pemalang Pilih Kandidat Terbaik Program Magang Kemnaker
Mayat Pria Ditemukan di Kebun Pinggir Tol KM 306 Pemalang, Identitas Korban Akhirnya Terungkap
Perkuat Kompetensi Guru, SDN Prancak III Sumenep Gelar Workshop Literasi dan Numerasi untuk Dongkrak Rapor Pendidikan
Rektor Unitomo Torehkan Prestasi Bergengsi, Raih Penghargaan Gubernur Jatim hingga Dipuji Direktur Kemdiktisaintek
2026 Jadi Tahun Lompatan Besar, RSUD Moh. Anwar Sumenep Perkuat Fasilitas dan Digitalisasi Layanan Kesehatan
Polemik Dugaan Dapur MBG di Lombok Timur, Aktivis KAMMI Minta Tata Kelola Program Lebih Transparan 

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Menyikapi Agenda Kelompok yang Mengaku PSHT di Padepokan Agung Madiun, Kangmas Brigjen TNI (Purn) Widjang Pranjoto: Jangan Abaikan Etika Persaudaraan

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:18 WIB

Sumenep Kepulauan: Mengubah Nama atau Mengubah Nasib?

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Ketat dan Transparan Rutan Pemalang Pilih Kandidat Terbaik Program Magang Kemnaker

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:25 WIB

Mayat Pria Ditemukan di Kebun Pinggir Tol KM 306 Pemalang, Identitas Korban Akhirnya Terungkap

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:25 WIB

Perkuat Kompetensi Guru, SDN Prancak III Sumenep Gelar Workshop Literasi dan Numerasi untuk Dongkrak Rapor Pendidikan

Berita Terbaru