Ironi Anggaran Pelatihan Ratusan Juta di Tengah Lonjakan Pengangguran Kota Probolinggo

Kamis, 18 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Realisasi anggaran paket pelatihan kerja, sewa tempat, bantuan alat, hingga pengadaan seragam senilai ratusan juta rupiah belum mampu menekan angka pengangguran di Kota Probolinggo secara signifikan pada tahun 2025.

Data terbaru menunjukkan grafik pengangguran di kota mangga ini justru mengalami tren kenaikan sebesar 0,48 persen dibanding tahun sebelumnya, hingga menyentuh angka 4,49 persen. Artinya, dari setiap 100 penduduk angkatan kerja, terdapat sekitar 5 orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

Menanggapi fenomena tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Probolinggo, Budiono Wirawan, angkat bicara. Menurutnya, terdapat perbedaan cara pandang antara pemerintah dan masyarakat umum dalam mendefinisikan status pengangguran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Secara metodologi, jika seseorang sudah bekerja minimal satu jam dalam seminggu, mereka sebenarnya tidak dikategorikan sebagai penganggur. Misalkan ada anggota keluarga yang berjualan online, membuat kue, atau memasak untuk menghasilkan uang,” ujar Budiono,kamis (18/6/2026).

Namun, Budiono mengakui masyarakat luas masih menganggap “bekerja” harus di instansi pemerintahan atau perusahaan formal. Selain itu, ia mengidentifikasi adanya kendala komunikasi di lapangan, di mana hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) sering kali tidak tersosialisasi dengan baik hingga ke tingkat bawah.Untuk mengatasi hambatan data ini, Pemerintah Kota (Pemkot) langsung bergerak cepat menggelar pertemuan strategis.

“Pagi ini kami mengumpulkan pihak BPS, lurah, dan jajaran Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK). Kami meminta para lurah untuk membantu memvalidasi data langsung di lapangan,” tegasnya.

Jika menilik ke belakang, angka pengangguran di Kota Probolinggo memang fluktuatif. Pada tahun 2023, angka pengangguran sempat berada di posisi 4,93 persen, kemudian berhasil ditekan turun menjadi 4,44 persen, sebelum akhirnya merangkak naik kembali menjadi 4,49 persen pada tahun 2025.

 

Budiono menilai riak kenaikan ini merupakan hal yang wajar mengingat dinamika dunia industri saat ini yang sedang tidak menentu. Pemkot sebelumnya telah menginisiasi kerja sama erat dengan sejumlah perusahaan lokal. Namun, badai efisiensi merusak rencana tersebut.

“Seiring berjalannya waktu, ada perubahan manajemen, efisiensi ketat, hingga gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor swasta. Akibatnya, perusahaan-perusahaan mengurangi volume kerja sama dengan Pemkot. Jika dulu rata-rata mereka bisa merekrut hingga 100 karyawan setiap bulan, sekarang kuotanya berkurang drastis,” beber Sekda.

Menyikapi ruang kerja swasta yang menyempit, Pemkot Probolinggo mengeluarkan desakan keras kepada para pelaku usaha setempat. Budiono meminta komitmen industri untuk lebih peka dan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal asal Kota Probolinggo.

Langkah ini selaras dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) yang menargetkan angka pengangguran ditekan hingga kisaran tiga persen.Ke depan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) akan merombak strategi pelatihan kerja agar anggaran ratusan juta rupiah yang digelontorkan tidak terbuang sia-sia.Disnaker berkomitmen menyiapkan personel serta perawatan yang matang, namun dengan sistem seleksi perjanjian yang jauh lebih ketat.

“Saat kondisi ekonomi membaik, kami akan menjalin kerja sama baru dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki keahlian SDM spesifik yang belum pernah terjamah sebelumnya. Penyesuaian anggaran akan dilakukan agar saat agenda Job Fair digelar, lowongan yang disampaikan perusahaan benar-benar riil dan sesuai kebutuhan pasar,” pungkas Budiono.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Selangkah Lebih Maju, PT Wira Usaha Sumekar Luncurkan SPKLU Pertama di Sumenep, Minggu 21 Juni 2026
TP PKK Kota Kediri Gelar Lomba Jingle, Suarakan Pesan Keluarga Harmonis dan Peduli Anak
Rumah Jadi Abu dalam Sekejap, Pemkab Sumenep dan Baznas Hadir Berikan Bantuan Rp30 Juta
Kejar Target MCP KPK, Sekda Ugas: Perbaikan Tata Kelola Bukan Sekadar Mengincar Angka
Tinggalkan Alasan Usia, Pemkab Probolinggo Desak ASN Adaptif Hadapi Era Digital
Jarak Ratusan Meter Tetap Tersingkir, Jalur Domisili PPDB SMA Negeri Dinilai Hanya Formalitas
Tingkatkan Keselamatan Wisatawan Bromo, Wabup Probolinggo Resmikan Rest Area Bromo Safety Initiative
Suhu Dingin Tak Biasa Selimuti Kediri Raya, BPBD Minta Warga Waspada Fenomena Bediding

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:35 WIB

Ironi Anggaran Pelatihan Ratusan Juta di Tengah Lonjakan Pengangguran Kota Probolinggo

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:08 WIB

Selangkah Lebih Maju, PT Wira Usaha Sumekar Luncurkan SPKLU Pertama di Sumenep, Minggu 21 Juni 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:11 WIB

Rumah Jadi Abu dalam Sekejap, Pemkab Sumenep dan Baznas Hadir Berikan Bantuan Rp30 Juta

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:56 WIB

Kejar Target MCP KPK, Sekda Ugas: Perbaikan Tata Kelola Bukan Sekadar Mengincar Angka

Senin, 15 Juni 2026 - 21:03 WIB

Tinggalkan Alasan Usia, Pemkab Probolinggo Desak ASN Adaptif Hadapi Era Digital

Berita Terbaru