Perkuat Jajaran Akademisi Unitomo, Sri Roekminiati Lulus Ujian Terbuka Doktor di Unej

Kamis, 18 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MOMEN BAHAGIA: Dr. Sri Roekminiati (tengah, memegang bunga) berfoto bersama setelah dinyatakan lulus dalam Ujian Terbuka Program Doktor Ilmu Administrasi di Universitas Jember, Jember, 17 Juni 2026. (Foto: Ardi)

MOMEN BAHAGIA: Dr. Sri Roekminiati (tengah, memegang bunga) berfoto bersama setelah dinyatakan lulus dalam Ujian Terbuka Program Doktor Ilmu Administrasi di Universitas Jember, Jember, 17 Juni 2026. (Foto: Ardi)

Jember – Pengembangan desa wisata di Indonesia kerap kali hanya berfokus pada eksploitasi potensi alam, namun rapuh dalam tata kelola dan sistem kerja yang konkret. Menjawab tantangan tersebut, Sri Roekminiati, dosen Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, menawarkan model kebijakan baru bertajuk Adaptive Policy – Adaptive Capabilities – External Resilience (A2ER).

Model tersebut dipaparkan Sri dalam Ujian Terbuka Program Doktor Ilmu Administrasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember, Rabu (17/6/2026). Dalam disertasinya yang berjudul “Desain Kebijakan Pengembangan Desa Wisata dalam Konteks Tata Kelola yang Dinamis”, ia membedah langsung studi kasus di Desa Wisata Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, salah satu desa wisata terbaik di Indonesia.

Meski Desa Wisata Ketapanrame telah mendulang berbagai penghargaan nasional, penelitian Sri menemukan adanya celah krusial dalam keberlanjutannya. Menurutnya, dinamika perubahan lingkungan sosial, ekonomi, teknologi, dan tren pariwisata bergerak jauh lebih cepat daripada adaptasi regulasi di tingkat lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masih ada sejumlah tantangan mendasar. Kebijakan yang ada belum sepenuhnya diterjemahkan ke dalam sistem kerja yang konkret di lapangan,” ujar Sri di hadapan tim promotor dan penguji.

Selain masalah birokrasi internal, Sri juga menyoroti tata kelola desa wisata yang belum sepenuhnya berjalan secara profesional. Sinergi antarlembaga di tingkat desa dan daerah dinilai belum optimal, sehingga mengancam keberlanjutan roda ekonomi pariwisata jika terjadi guncangan eksternal.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Sri memperkenalkan model A2ER yang mengintegrasikan prinsip Dynamic Governance (tata kelola dinamis). Pendekatan ini menuntut instrumen kebijakan untuk terus belajar, berinovasi, dan responsif terhadap perubahan kebutuhan masyarakat.

Secara bedah konsep, model A2ER bertumpu pada tiga pilar utama:

  • Adaptive Policy (Kebijakan Adaptif): Regulasi dan aturan main yang lentur serta cepat menyesuaikan diri terhadap perubahan zaman, bukan aturan kaku yang menghambat inovasi.
  • Adaptive Capabilities (Kapasitas Adaptif): Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal dan kelembagaan agar mampu mengelola destinasi secara profesional dan berbasis digital.
  • External Resilience (Ketangguhan Eksternal): Pembangunan jejaring kolaboratif yang kuat (pentahelix) yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, komunitas, hingga media.

“Keberhasilan desa wisata tidak bisa lagi hanya mengandalkan keindahan alam yang statis. Kuncinya ada pada tata kelola yang adaptif dan tangguh menghadapi dinamika pembangunan serta perubahan global,” tambahnya.

Sidang terbuka ini dihadiri oleh jajaran senat akademik Universitas Jember, serta dukungan penuh dari unsur yayasan, rektorat, dan dekanat Fakultas Ilmu Administrasi Unitomo Surabaya.

Melalui capaian doktoral ini, model A2ER diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen akademik di rak perpustakaan, melainkan dapat diadopsi oleh pemerintah daerah dan pengelola desa wisata di seluruh Indonesia sebagai cetak biru (blueprint) kebijakan pariwisata yang lebih kolaboratif dan berkelanjutan.

Penulis : Lamri Ibrahim

Editor : SAN

Berita Terkait

Unjuk Bakat dan Pelestarian Budaya, Tari Topeng Dalang, Drama Musikalisasi hingga Gamelan Warnai Pelepasan Siswa Kelas VI SDN Pasongsongan 1 Sumenep
Malam Pelepasan Siswa Kelas VI SDN Pasongsongan 1 Sumenep, Kepsek Mariyatul Qiptiyah Tekankan Pentingnya Akhlak dan Semangat Belajar
Pukau Ribuan Pasang Mata, Malam Perpisahan SDN Panaongan III Sumenep Menjelma Menjadi Pelajaran Hidup yang Tak Terlupakan di Momentum Muharram
Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata, SDN Panaongan III Sumenep Buktikan Sekolah Desa Mampu Menggema hingga Tingkat Nasional
Jarak Ratusan Meter Tetap Tersingkir, Jalur Domisili PPDB SMA Negeri Dinilai Hanya Formalitas
Festival Paseser Pasongsongan Paseser Patongtongan 2026 Siap Guncang Pesisir Sumenep
Rakor Menuju Festival Budaya Raksasa, Festival Paseser Pasongsongan Paseser Patongtongan 2026 Siap Tampilkan 757 Penari Tongtong Pelajar
Lepas Generasi Emas, SDN Lembung Timur Sumenep dan PAUD Delima Gelar Pentas Seni Perpisahan Penuh Haru

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:05 WIB

Perkuat Jajaran Akademisi Unitomo, Sri Roekminiati Lulus Ujian Terbuka Doktor di Unej

Kamis, 18 Juni 2026 - 01:39 WIB

Unjuk Bakat dan Pelestarian Budaya, Tari Topeng Dalang, Drama Musikalisasi hingga Gamelan Warnai Pelepasan Siswa Kelas VI SDN Pasongsongan 1 Sumenep

Kamis, 18 Juni 2026 - 01:13 WIB

Malam Pelepasan Siswa Kelas VI SDN Pasongsongan 1 Sumenep, Kepsek Mariyatul Qiptiyah Tekankan Pentingnya Akhlak dan Semangat Belajar

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:38 WIB

Pukau Ribuan Pasang Mata, Malam Perpisahan SDN Panaongan III Sumenep Menjelma Menjadi Pelajaran Hidup yang Tak Terlupakan di Momentum Muharram

Senin, 15 Juni 2026 - 17:23 WIB

Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata, SDN Panaongan III Sumenep Buktikan Sekolah Desa Mampu Menggema hingga Tingkat Nasional

Berita Terbaru