SUMENEP, Jumat, 19 Juni 2026 – Langkah kemanusiaan yang dijalankan Bani Insan Peduli (BIP) Foundation terus bergerak tanpa henti. Setelah menghadirkan berbagai program sosial yang menjangkau ribuan anak yatim, kaum dhuafa, lansia, penyandang disabilitas, hingga masyarakat kurang mampu di berbagai daerah, lembaga sosial yang dipimpin Ali Zainal Abidin itu kembali menggelar kegiatan besar bertajuk Doa Bersama Ribuan Anak Yatim dalam rangka menyambut dan memuliakan Bulan Muharram 1448 Hijriah.
Kegiatan yang akan berlangsung pada Jumat (19/6/2026) di Area Rumah Induk BIP Sumenep (Pasiug) tersebut diperkirakan dihadiri ribuan anak yatim dari berbagai wilayah di Madura. Acara ini tidak hanya menjadi ajang doa dan silaturahmi, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa kepedulian terhadap anak yatim tetap menjadi salah satu fokus utama gerakan kemanusiaan BIP.
Founder Bani Insan Peduli, Ali Zainal Abidin, mengatakan bahwa Muharram merupakan bulan yang istimewa dalam Islam dan memiliki kedekatan yang sangat erat dengan nilai-nilai kepedulian terhadap anak yatim.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Muharram mengajarkan kita untuk memperbanyak amal kebaikan, memperkuat kepedulian sosial, dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Anak-anak yatim harus merasakan bahwa mereka memiliki keluarga besar yang mencintai dan mendoakan mereka,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari berbagai aksi kemanusiaan yang dalam beberapa waktu terakhir terus dilakukan BIP Foundation. Bahkan, pada malam 1 Suro atau 1 Muharram 1448 Hijriah lalu, BIP kembali menyita perhatian publik melalui program Live Sedekah Online yang menyalurkan bantuan kemanusiaan hingga ratusan juta rupiah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam program tersebut, bantuan diberikan kepada janda lanjut usia, keluarga yang kesulitan biaya pengobatan, anak yatim, panti asuhan, panti lansia, hingga masyarakat kecil yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi. Ribuan masyarakat mengikuti kegiatan tersebut secara langsung melalui siaran digital dan menjadi saksi bagaimana bantuan disalurkan secara cepat dan tepat sasaran.
Tidak hanya aktif dalam kegiatan santunan, BIP juga terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Saat ini, pembangunan Rumah Tahfidz Ainun Bani terus berjalan sebagai bagian dari ikhtiar mencetak generasi Qurani dan memperluas akses pendidikan keagamaan bagi masyarakat.
Di bidang kesehatan, BIP juga tengah mempersiapkan salah satu program terbesar tahun ini, yakni khitan gratis untuk sekitar 1.000 anak dari berbagai daerah. Program tersebut dihadirkan untuk membantu keluarga kurang mampu sekaligus mendukung kesehatan dan masa depan generasi muda.
Sementara di bidang pendidikan, BIP juga menyiapkan pembagian ribuan tas sekolah gratis bagi anak yatim dan anak dhuafa menjelang tahun ajaran baru. Tas sekolah tersebut membawa pesan moral yang kuat, yakni mengajak anak-anak untuk terus mengejar cita-cita, menjadi pribadi yang baik, jujur, serta bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Sebelumnya, BIP juga sukses melaksanakan berbagai program kemanusiaan berskala besar, mulai dari santunan ribuan anak yatim yang tercatat dalam rekor MURI, penyaluran belasan sapi kurban jumbo di sejumlah kabupaten di Madura dan Jawa Timur, bantuan untuk penyandang disabilitas, bantuan lansia, bantuan kesehatan, bantuan pendidikan, hingga bedah rumah bagi warga kurang mampu.
Salah satu program yang mendapat perhatian masyarakat adalah bedah rumah milik Ibu Salmawati di Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Program tersebut menjadi bukti bahwa BIP tidak hanya hadir melalui bantuan simbolis, tetapi juga berupaya menyelesaikan persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat kecil.
Di sisi lain, suasana haru juga sempat menyelimuti kegiatan ziarah kubur yang dilakukan Ali Zainal Abidin ke makam almarhumah ibundanya. Ribuan warga dari berbagai daerah memadati lokasi pemakaman untuk ikut mendoakan dan memberikan penghormatan. Momen tersebut menunjukkan kuatnya hubungan emosional yang terjalin antara gerakan kemanusiaan BIP dan masyarakat.
Bagi Ali Zainal Abidin, seluruh aktivitas sosial yang dilakukan bukan sekadar program lembaga, melainkan bagian dari ikhtiar menebar manfaat dan bakti kepada kedua orang tua yang telah wafat.
“Kami meyakini bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama. Karena itu, setiap program yang kami jalankan diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, memberi manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi bakti kepada orang tua dan keluarga,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Doa Bersama Ribuan Anak Yatim yang digelar hari ini, BIP berharap semangat Muharram dapat menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, mempererat persaudaraan, serta mengajak lebih banyak orang untuk terlibat dalam gerakan kebaikan.
Sebab bagi BIP, kepedulian tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan semata. Kepedulian harus menjadi gerakan yang mampu menghadirkan harapan, menguatkan yang lemah, membangkitkan semangat mereka yang sedang berjuang, serta memastikan bahwa di tengah kerasnya kehidupan, masih ada tangan yang siap menolong dan hati yang terus peduli.
Di bulan Muharram yang penuh keberkahan ini, doa-doa ribuan anak yatim diharapkan menjadi wasilah hadirnya rahmat, keselamatan, keberkahan, dan kemudahan bagi bangsa, daerah, para donatur, relawan, serta seluruh masyarakat yang selama ini ikut menanam benih-benih kebaikan bersama Bani Insan Peduli Foundation.
Penulis : Red








