Kelola Lahan 12 Ribu Hektare, Probolinggo Pamerkan Jurus Pengelolaan DBHCHT kepada Pemkab Tulungagung

Sabtu, 20 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Aroma khas daun tembakau yang dijemur di bawah terik matahari menyambut kedatangan rombongan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung di Desa Rawan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Jumat (19/6/2026).

 

Di tengah hamparan hijau lahan milik Kelompok Tani Sumber Abadi, sebuah dialog penting tentang masa depan “daun emas” bergulir.Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo hari itu memamerkan strategi mereka dalam memutar roda Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dana yang bersumber dari asap rokok tersebut dikembalikan ke tanah, menjelma menjadi penyokong utama denyut nadi pertanian tembakau setempat.Sebagai salah satu raksasa tembakau di Jawa Timur, Kabupaten Probolinggo memikul angka yang tidak main-main.

Di atas lahan seluas 12.000 hektare yang tersebar di 14 kecamatan, para petani lokal mampu memproduksi hingga 15.000 ton tembakau per tahun. Dengan produktivitas rata-rata 1,5 ton per hektare, wilayah ini menjadi magnet bagi daerah lain yang ingin belajar menyuburkan sektor payung mereka.

Di Probolinggo, DBHCHT bukan sekadar angka di atas kertas anggaran. Dana ini dialirkan langsung untuk menyentuh akar rumput melalui bantuan sarana produksi, pelatihan intensif, hingga penyemprotan hama terpadu. Petani juga didorong menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) dan menggunakan benih unggul terstandar agar hasil panen mereka dilirik pasar global.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi, menegaskan bahwa pemanfaatan dana ini wajib berdampak nyata pada isi dompet dan kesejahteraan petani.

“Melalui kegiatan ini, kami dapat berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan DBHCHT yang selama ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas petani, memperkuat kelembagaan kelompok tani, dan mendorong penerapan budidaya tembakau yang lebih baik,” ujar Arif di sela-sela menyambut kunjungan.

Arif menambahkan, komoditas tembakau terus dihantam berbagai tantangan zaman, mulai dari modal hingga pasar.

“Karena itu, kami terus mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil tembakau melalui bantuan sarana produksi, pendampingan teknis, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian,” jelasnya.

Keberhasilan Probolinggo mempertahankan taji sebagai sentra tembakau tidak lepas dari peran para “pahlawan caping” di lapangan.

Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan, dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo, Faiq El Himmah, menyebut penyuluh pertanian dan kelompok tani sebagai jangkar utama program ini.

“Penyuluh pertanian memiliki peran penting sebagai pendamping teknis sekaligus penghubung antara program pemerintah dengan kebutuhan petani. Mereka mengawal pemanfaatan bantuan agar tepat sasaran,” urai Faiq.

Bagi Faiq, kelompok tani adalah laboratorium hidup. Di sanalah petani belajar, bernegosiasi, dan memperkuat posisi tawar mereka di hadapan industri. “Dengan kelembagaan yang kuat, petani akan lebih mudah mengakses teknologi, permodalan, maupun kemitraan dengan industri hasil tembakau,” tambahnya.

Meski menjadi percontohan bagi Tulungagung, Probolinggo tidak menepis adanya kerikil tajam. Dalam diskusi hangat tersebut, kedua daerah saling melempar cerita tentang musuh bersama para petani, perubahan iklim yang tak menentu, harga pasar yang kerap dipermainkan tengkulak, hingga sulitnya menembus akses permodalan perbankan.

Kunjungan studi banding ini akhirnya ditutup bukan sekadar dengan jabat tangan formal. Ada komitmen tidak tertulis yang dibawa pulang oleh Pemkab Tulungagung, dan ada kebanggaan yang ditinggalkan di bumi Probolinggo,bahwa dari selembar daun tembakau yang dirawat dengan dana yang tepat, kesejahteraan jutaan petani bisa diselamatkan.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Bupati Tegaskan Komitmen, Gerakan ASRI Jadi Gerakan Massal di Sumenep
Bakesbangpol Sumenep Gerakkan Indeks Harmoni Indonesia 2026, Perkuat Kerukunan dan Persatuan Bangsa
BRI Sumenep Tegaskan Integritas dan Zero Tolerance Fraud di Tengah Upaya Jaga Kepercayaan Publik
Ribuan BSPS di Sampang Mengalir Lewat “Jalur Usulan” DPR RI dan Kementerian, Pengusul Lintas Dapil Ikut Bermunculan
Tak Hanya Jaga Lalin di Depan Pemda, Disperkimhub Sumenep Juga Tertibkan PKL dan Parkir Liar Demi Wajah Kota yang Lebih Tertata
Dampak Aliran PDAM Mati, BPBD Probolinggo Pasok 6.000 Liter Air Bersih ke Tegalwatu
Tahun Baru Islam, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Dorong ASN dan Masyarakat Perkuat Empati dan Kesalehan Sosial
DPRD Sumenep Mulai Bedah APBD 2025, Tujuh Fraksi Sampaikan Evaluasi dan Harapan

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 01:20 WIB

Kelola Lahan 12 Ribu Hektare, Probolinggo Pamerkan Jurus Pengelolaan DBHCHT kepada Pemkab Tulungagung

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:11 WIB

Bupati Tegaskan Komitmen, Gerakan ASRI Jadi Gerakan Massal di Sumenep

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:53 WIB

Bakesbangpol Sumenep Gerakkan Indeks Harmoni Indonesia 2026, Perkuat Kerukunan dan Persatuan Bangsa

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:50 WIB

BRI Sumenep Tegaskan Integritas dan Zero Tolerance Fraud di Tengah Upaya Jaga Kepercayaan Publik

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:24 WIB

Ribuan BSPS di Sampang Mengalir Lewat “Jalur Usulan” DPR RI dan Kementerian, Pengusul Lintas Dapil Ikut Bermunculan

Berita Terbaru