SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi meluncurkan Logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-758 dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Sabtu (20/6/2026). Peluncuran logo tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep sekaligus menghadirkan identitas visual yang sarat makna filosofis, sejarah, budaya, dan semangat pembangunan daerah.
Logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep tahun ini mengusung tema “Songennep Sodek Parjuga 1269–2027” karya Choirurrahman. Tidak hanya tampil sebagai simbol perayaan tahunan, logo tersebut dirancang sebagai representasi perjalanan panjang Kabupaten Sumenep yang berakar kuat pada budaya, menjunjung tinggi nilai-nilai kebijaksanaan, serta terus bergerak menuju kemajuan yang bermartabat.
Setiap elemen yang terdapat dalam logo memiliki makna tersendiri yang menggambarkan karakter dan identitas Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Unsur Tari Sintong melambangkan keteguhan nilai, keluhuran budi, serta keharmonisan budaya dan spiritualitas masyarakat. Gerakannya menggambarkan karakter masyarakat Sumenep yang santun, berprinsip, dan berwibawa dalam kehidupan sosial maupun budaya.
Sementara itu, keris menjadi simbol kehormatan, keberanian, dan kebijaksanaan yang telah lama melekat sebagai identitas Kabupaten Sumenep yang dikenal luas sebagai Kota Keris.
Kekayaan budaya lokal juga diwujudkan melalui unsur batik, yang melambangkan kreativitas masyarakat, warisan budaya, serta kearifan lokal yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Selain budaya, logo tersebut juga memuat unsur migas yang menggambarkan kekayaan sumber daya alam Kabupaten Sumenep. Elemen ini menjadi simbol energi pembangunan dan potensi daerah yang mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Makna filosofis juga tercermin dari pemilihan warna yang digunakan dalam logo. Warna merah melambangkan keberanian, semangat juang, dan keteguhan menghadapi berbagai tantangan. Warna kuning menggambarkan kejayaan, kemuliaan, serta harapan akan masa depan yang lebih maju dan sejahtera. Sedangkan warna hijau melambangkan kesejukan, kerukunan, dan keharmonisan yang tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.
Angka 758 yang menjadi identitas Hari Jadi Kabupaten Sumenep tahun ini merepresentasikan perjalanan panjang daerah yang terus berkembang dengan tetap berpegang teguh pada akar budaya dan nilai-nilai luhur masyarakatnya.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan bahwa logo Hari Jadi ke-758 bukan sekadar identitas visual, melainkan simbol yang menggambarkan perjalanan sejarah, kebudayaan, dan cita-cita besar masyarakat Sumenep.
Menurutnya, setiap unsur yang dituangkan dalam logo telah melalui proses pemaknaan yang mendalam agar mampu merepresentasikan karakter Kabupaten Sumenep secara utuh.
“Logo ini bukan hanya identitas visual peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan pesan tentang kekayaan budaya, kearifan lokal, serta semangat masyarakat dalam membangun daerah,” ujar Faruk Hanafi.
Ia menjelaskan bahwa seluruh elemen yang terdapat dalam logo memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan sejarah dan identitas Kabupaten Sumenep yang selama ini dikenal sebagai daerah yang kaya budaya, tradisi, dan potensi sumber daya.
“Mulai dari Tari Sintong, keris, batik, migas, hingga warna yang digunakan, semuanya memiliki filosofi yang menggambarkan jati diri masyarakat Sumenep serta semangat untuk terus maju dan berkembang,” jelasnya.
Faruk berharap logo tersebut mampu membangkitkan rasa memiliki dan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya sekaligus menjadi simbol persatuan dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sumenep.
“Kami ingin masyarakat merasa memiliki logo ini karena sejatinya Hari Jadi Kabupaten Sumenep adalah milik seluruh masyarakat. Semangat yang terkandung di dalamnya diharapkan menjadi energi positif untuk terus berkarya, berinovasi, dan bersama-sama membangun daerah,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menyukseskan rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-758 dengan tetap menjaga semangat gotong royong, persatuan, serta kecintaan terhadap budaya lokal.
Menurutnya, peringatan Hari Jadi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang daerah sekaligus memperkuat optimisme dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.
“Semoga Hari Jadi ke-758 ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Sumenep yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas daerah,” pungkasnya.
Peluncuran logo tersebut sekaligus menjadi awal dari berbagai rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-758 yang akan digelar dalam beberapa waktu ke depan. Dengan filosofi yang kuat dan sarat makna, logo “Songennep Sodek Parjuga 1269–2027” diharapkan menjadi simbol optimisme masyarakat dalam melanjutkan perjalanan sejarah menuju masa depan yang lebih gemilang.
Penulis : Rrd








