Lengkingan Emas dari Panaongan: Sulaiman Hipnotis Ribuan Penonton Festival Paseser Pasongsongan Sumenep dengan Tembang Macapat

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Penampilan memukau ditunjukkan oleh Sulaiman, siswa berbakat dari SDN Panaongan III, Kecamatan Pasongsongan, saat tampil pada panggung Festival Paseser Pasongsongan. Kehadirannya menjadi salah satu magnet yang menyita perhatian penonton berkat kemampuannya melantunkan tembang macapat dengan penuh penghayatan dan teknik vokal yang luar biasa.(21/6/2026)

Sulaiman bukanlah nama baru di dunia seni tradisional. Siswa SDN Panaongan III ini dikenal sebagai talenta muda yang memiliki kemampuan istimewa dalam seni tembang macapat, salah satu warisan budaya luhur yang sarat nilai-nilai kehidupan, nasihat, dan budi pekerti.

Prestasi yang diraihnya pun tidak main-main. Pada tahun 2025 lalu, Sulaiman berhasil meraih Juara I Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Sumenep. Prestasi tersebut mengantarkannya mewakili Kabupaten Sumenep pada ajang FTBI tingkat Provinsi Jawa Timur. Di tingkat provinsi, Sulaiman kembali menunjukkan kualitasnya dengan meraih Juara III, sebuah pencapaian membanggakan bagi dirinya, sekolah, dan masyarakat Pasongsongan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penampilannya di Festival Paseser Pasongsongan, Sulaiman membawakan Tembang Maskumambang Pelog dengan penuh penghayatan. Sejak bait pertama dilantunkan, suasana panggung seakan berubah menjadi hening. Penonton larut dalam alunan suara merdunya yang mengalun lembut namun berkarakter kuat.

Lengkingan suara Sulaiman yang khas dan penuh rasa mampu menghipnotis para penonton yang memadati arena festival. Tidak sedikit yang tampak terpukau menikmati setiap bait tembang yang dibawakan.

Keindahan penampilan tersebut semakin sempurna dengan iringan seruling yang dimainkan oleh Salehodin HR, S.Pd, pembina macapat SDN Panaongan III. Tiupan seruling yang syahdu berpadu harmonis dengan suara Sulaiman, menciptakan sajian seni tradisional yang memikat dan menyentuh hati para penikmatnya.

Penampilan guru dan murid tersebut mendapat apresiasi meriah dari penonton yang hadir. Banyak yang menilai bahwa kolaborasi keduanya menjadi bukti bahwa seni tradisional masih memiliki tempat istimewa di tengah perkembangan zaman.

Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, S.Pd, yang ikonik dengan blangkon dan pelopor kolaborasi pendidikan kecamatan Pasongsongan,juga hadir sebagai tamu kehormatan dalam kegiatan tersebut mengaku sangat bangga atas penampilan siswanya. Menurutnya, keberhasilan Sulaiman merupakan hasil dari bakat, ketekunan berlatih, serta pendampingan yang konsisten dari pembinanya.

 “Saya merasa sangat bangga melihat Sulaiman tampil begitu luar biasa di hadapan masyarakat. Ini membuktikan bahwa siswa di sekolah dasar juga mampu menjadi duta budaya yang membawa nama baik daerah. Semoga keberadaan dan prestasi Sulaiman dapat menginspirasi siswa-siswi lainnya untuk mencintai dan melestarikan seni tradisional warisan leluhur,” ujar Agus Sugianto.

Ia menambahkan bahwa tembang macapat bukan sekadar seni suara, melainkan media pendidikan karakter yang mengandung banyak nasihat, nilai moral, serta ajaran budi pekerti yang sangat relevan bagi generasi muda.

Penampilan Sulaiman di Festival Paseser Pasongsongan menjadi bukti bahwa warisan budaya daerah masih dapat hidup dan berkembang di tangan generasi muda. Dengan dukungan sekolah, keluarga, dan masyarakat, talenta-talenta seperti Sulaiman diharapkan terus tumbuh menjadi penjaga sekaligus penerus kekayaan budaya bangsa.

Malam itu, di bawah gemerlap panggung Festival Paseser Pasongsongan, nama Sulaiman kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu putra terbaik Pasongsongan yang mampu mengangkat marwah seni tradisional melalui suara emas dan kecintaannya pada tembang macapat.

Berita Terkait

Pelabuhan Pasongsongan Berubah Jadi Panggung Budaya Spektakuler, Ribuan Warga Sumenep Padati Festival Paseser
Siap Dibuka Pekan Ini, HM Cafe & Billiard Hadirkan Sensasi Nongkrong Baru di Selatan Terminal Arya Wiraraja Sumenep
Hari ke-21 Program Berbagi Setiap Hari Detikzone.id, Sasar Penjual Kacang, Sayur Keliling, dan Pedagang Asongan di TB Sumenep
Lailatul Ijtima’ PRNU Patarselamat Dirangkai Pelantikan Takmir Masjid Al-Isti’mal Gunungmalang
Hari ke-20 Berbagi Setiap Hari Detikzone.id, Menyusuri Jalan Kota Sumenep Menjemput Harapan: Dhuafa dan Abang Becak Jadi Sasaran Kepedulian
Gaungkan Semangat Pendidikan, SDI dan MDT Al Wildan Gelar Pawai Ta’aruf Meriah
Gelontorkan Rp2 Miliar, Founder BIP Tegaskan Komitmen: Selama Ada Ruang Fastabiqul Khairat Kami Akan Terus Hadir, Warga Binaan Diharap Jadikan Lapas Pamekasan Titik Muhasabah
Besok Dimulai! Pelabuhan Pasongsongan Akan Berubah Jadi Panggung Budaya Raksasa, 757 Penari Tongtong Siap Guncang Pesisir Sumenep
Tag :

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 16:53 WIB

Pelabuhan Pasongsongan Berubah Jadi Panggung Budaya Spektakuler, Ribuan Warga Sumenep Padati Festival Paseser

Senin, 22 Juni 2026 - 16:47 WIB

Lengkingan Emas dari Panaongan: Sulaiman Hipnotis Ribuan Penonton Festival Paseser Pasongsongan Sumenep dengan Tembang Macapat

Senin, 22 Juni 2026 - 16:26 WIB

Siap Dibuka Pekan Ini, HM Cafe & Billiard Hadirkan Sensasi Nongkrong Baru di Selatan Terminal Arya Wiraraja Sumenep

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:06 WIB

Hari ke-21 Program Berbagi Setiap Hari Detikzone.id, Sasar Penjual Kacang, Sayur Keliling, dan Pedagang Asongan di TB Sumenep

Minggu, 21 Juni 2026 - 02:42 WIB

Lailatul Ijtima’ PRNU Patarselamat Dirangkai Pelantikan Takmir Masjid Al-Isti’mal Gunungmalang

Berita Terbaru