PAMEKASAN, Kamis (25/6/2026) – Jika kebanyakan orang mengenang masa kecil sebagai cerita indah, maka H. Bambang Budianto justru tumbuh bersama kenyataan pahit sebagai seorang anak yatim. Namun siapa sangka, luka masa lalu itu kini menjelma menjadi gelombang kebaikan yang menyentuh ribuan anak yatim di Kabupaten Pamekasan.
Pada puncak peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah, sekitar 600 anak yatim piatu dan dhuafa memadati Gudang CV Ayunda Permata Sejahtera, perusahaan rokok lokal yang berlokasi di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, untuk mengikuti Sholawat Akbar dan santunan yang berlangsung penuh haru. Suara sholawat menggema dari berbagai sudut ruangan.
Ratusan tangan kecil terangkat memanjatkan doa. Wajah-wajah polos yang selama ini akrab dengan berbagai keterbatasan tampak berseri menerima perhatian dan kasih sayang yang diberikan. Hari itu bukan sekadar acara seremonial. Bukan pula hanya kegiatan sosial tahunan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di balik kegiatan tersebut tersimpan kisah panjang tentang empati, rasa syukur, dan komitmen yang terus dijaga selama bertahun-tahun.
Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian santunan Muharram yang sebelumnya dilaksanakan di Resto Aisyah Desa Panempan dan sejumlah lokasi lainnya di Kabupaten Pamekasan. Dari satu lokasi ke lokasi lainnya, bantuan terus disalurkan hingga akhirnya target besar yang dicanangkan sejak awal Muharram berhasil dicapai. Sebanyak 1.000 anak yatim menerima santunan selama rentang 1 hingga 10 Muharram 1448 Hijriah.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan gerakan kemanusiaan yang dijalankan secara konsisten.
Bagi H. Bambang Budianto, Muharram selalu memiliki makna yang berbeda. Bulan ini mengingatkannya pada perjalanan hidup yang pernah dilalui sebagai anak yang tumbuh tanpa sosok ayah dan ibu yang mendampingi.

Karena itulah, setiap kali melihat anak-anak yatim berkumpul, dirinya seakan melihat kembali masa kecil yang pernah ia jalani. Dari sanalah lahir keyakinan bahwa keberhasilan hidup harus memiliki nilai manfaat bagi orang lain.
Filosofi itu pula yang kemudian menjadi ruh dalam perjalanan CV Ayunda Permata Sejahtera. Perusahaan yang dibangunnya tidak hanya bergerak di bidang usaha, tetapi juga aktif menjalankan berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Selain santunan anak yatim, perusahaan juga menjalankan program umroh gratis bagi tokoh masyarakat, guru ngaji, dan karyawan, bedah rumah bagi warga kurang mampu, bantuan dhuafa, santunan lansia, pembangunan jalan hingga beasiswa pendidikan.

Di tengah banyaknya perusahaan yang berlomba membesarkan aset, CV Ayunda justru memilih membesarkan manfaat. Karena bagi H. Bambang, keberhasilan yang sesungguhnya bukanlah ketika seseorang memiliki segalanya, melainkan ketika ia mampu menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.
Pemandangan 600 anak yatim yang bersholawat bersama di Gudang CV Ayunda menjadi simbol kuat dari nilai tersebut. Di tempat itu, tidak ada sekat antara pengusaha dan rakyat kecil. Yang ada hanyalah kebersamaan dalam doa, rasa syukur, dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Ketika target 1.000 anak yatim akhirnya tercapai pada 10 Muharram, yang lahir bukan hanya rasa bahagia bagi para penerima santunan.
H. Bambang Budianto mengatakan, kegiatan santunan anak yatim yang rutin dilaksanakan setiap Muharram bukanlah sekadar program sosial perusahaan, melainkan panggilan hati yang lahir dari pengalaman hidupnya sendiri.
“Saya pernah berada di posisi mereka. Saya tahu bagaimana rasanya tumbuh sebagai anak yatim dan merasakan keterbatasan. Karena itu setiap Muharram saya selalu berusaha berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim. Saya ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri, masih banyak orang yang peduli dan menyayangi mereka,” ujar H. Bambang.
Menurutnya, keberhasilan usaha yang diraih selama ini tidak akan memiliki arti besar apabila tidak memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Rezeki yang Allah titipkan kepada kami harus bisa dirasakan oleh orang lain. Target 1.000 anak yatim yang menerima santunan tahun ini bukan soal angka, tetapi tentang bagaimana kita bisa menghadirkan senyum, harapan, dan kebahagiaan bagi mereka.
“Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang ikut peduli terhadap anak-anak yatim,” tambahnya.
Ia juga mengaku terharu melihat ratusan anak yatim bersholawat dan mendoakan para dermawan yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Ketika melihat 600 anak yatim bersholawat bersama dan mengangkat tangan berdoa, saya merasa inilah nikmat terbesar yang Allah berikan. Semoga doa-doa mereka menjadi keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.
Penulis : Red








