KEDIRI – Dalam upaya memperkuat pondasi pendidikan karakter anak sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menggelar program parenting bagi para wali murid MI Miftahul Huda, Desa Mlati, Kabupaten Kediri.
Kegiatan yang mengusung tema “Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak” tersebut dirancang sebagai bentuk pengabdian masyarakat berbasis edukasi. Program ini berfokus pada pentingnya keterlibatan aktif keluarga dalam mendukung tumbuh kembang mental serta kepribadian anak secara holistik.
Hadir sebagai narasumber utama, pakar psikologi Wahyu Utami, M.Si., M.Psi., Psikolog. Dalam pemaparannya, ia membekali para peserta dengan pemahaman mendalam mengenai pola asuh efektif, strategi komunikasi empatik, serta pentingnya peran orang tua sebagai figur teladan dalam kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wahyu menegaskan bahwa pembentukan karakter anak bukanlah tanggung jawab eksklusif lembaga formal atau sekolah semata. Lingkungan keluarga, menurutnya, merupakan fondasi utama tempat anak menyerap nilai-nilai moral, sikap, dan pola perilaku.
“Anak belajar pertama kali dari keluarga. Karena itu, orang tua perlu hadir bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional. Mendengarkan anak, memberikan perhatian, menjadi teladan, dan membangun komunikasi yang baik merupakan bagian penting dalam membentuk karakter anak,” ujar Wahyu di hadapan para peserta.
Ia menambahkan, penerapan pola asuh yang tepat dan responsif sangat menentukan pembentukan kepribadian anak agar tumbuh menjadi individu yang mandiri, percaya diri, bertanggung jawab, serta memiliki ketahanan mental dalam menghadapi tantangan zaman.
Antusiasme wali murid terlihat dari interaksi aktif selama sesi diskusi interaktif. Para peserta memanfaatkan ruang dialog tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai tantangan nyata yang dihadapi dalam mendampingi tumbuh kembang anak di rumah.
Perwakilan mahasiswa KKN UIT Lirboyo Kediri menyatakan bahwa agenda ini ditargetkan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat setempat, khususnya dalam mempererat sinergi antara pihak sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar demi mewujudkan ekosistem tumbuh kembang anak yang aman dan positif.
Melalui inisiatif ini, kesadaran kolektif diharapkan terus terbangun bahwa edukasi karakter yang berkelanjutan bermula dari rumah—membutuhkan keteladanan, perhatian, dan kehadiran utuh dari setiap orang tua.(BG17/red)







