Diduga Tipu Korban Hingga Rp10 Miliar, Rumah Istri Anggota Polisi di Kediri Digeruduk Warga

Kamis, 25 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga yang mengaku menjadi korban arisan bodong mendatangi rumah terduga pelaku berinisial YM di Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Kamis (25/6/2026). Kerugian para korban ditaksir mencapai lebih dari Rp10 miliar. Kasus tersebut kini ditangani Polres Kediri untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Warga yang mengaku menjadi korban arisan bodong mendatangi rumah terduga pelaku berinisial YM di Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Kamis (25/6/2026). Kerugian para korban ditaksir mencapai lebih dari Rp10 miliar. Kasus tersebut kini ditangani Polres Kediri untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

KEDIRI- Belasan orang mengaku korban arisan bodong mendatangi rumah YM, seorang inisiator yang diduga kuat menjalankan praktik arisan fiktif di Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Kamis (25/6/2026).

 

Para korban mendatangi kediaman YM setelah menyadari uang dengan total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp10 miliar raib.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Diketahui, YM merupakan istri dari seorang anggota kepolisian yang berdinas di Polsek Ngancar dengan pangkat Brigadir Kepala (Bripka). Dalam aksinya, YM aktif menawarkan berbagai program arisan dengan nilai setoran yang bervariasi, mulai dari Rp1 juta hingga Rp10 juta per orang untuk setiap putarannya.

 

Salah satu korban, Hapsari, mengungkapkan bahwa dirinya tergiur mengikuti arisan tersebut karena menaruh kepercayaan penuh terhadap YM. Di mata para korban, YM dikenal sebagai pebisnis sukses yang memiliki banyak lini usaha dan kerap menampilkan citra profesional di media sosial.

 

“Dia (terduga pelaku -red) kelihatan profesional banget,” ujar Hapsari.

 

Hapsari menceritakan, ia mengikuti program arisan senilai Rp1 juta per putaran dengan total 35 anggota sejak Januari 2026. Kejanggalan mulai terendus setelah beberapa kali putaran berjalan, namun tidak ada satu pun peserta riil yang mendapatkan giliran keluar uang arisan.

 

Setelah dilakukan penelusuran mandiri oleh para korban, ditemukan sedikitnya empat nama fiktif di dalam daftar anggota. Keempat nama rekayasa tersebut diduga sengaja dibuat oleh YM untuk menarik uang arisan secara berturut-turut.

 

Tak hanya arisan bodong, YM juga disinyalir melancarkan modus kerja sama bisnis fiktif. Korban lain bernama Eka mengaku telah menyerahkan emas batangan senilai Rp100 juta kepada YM sebagai modal usaha. Namun, hingga kini keuntungan yang dijanjikan tidak pernah terealisasi. YM juga dilaporkan memiliki rekam jejak utang-piutang yang besar kepada sejumlah pihak tanpa ada penyelesaian.

 

Sementara itu, Kapolsek Kandat, Iptu Abdul Aziz, membenarkan adanya peristiwa penggerudukan rumah terduga pelaku tersebut. Guna mengantisipasi tindakan main hakim sendiri, personel Polsek Kandat langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta upaya mediasi awal.

 

Namun, mengingat locus delicti (tempat kejadian perkara) tersebar di beberapa wilayah hukum yang berbeda, Polsek Kandat memutuskan untuk melimpahkan penanganan kasus ini ke tingkat yang lebih tinggi.

 

“Karena lokasi dugaan penipuan ini terjadi di beberapa tempat, kami melimpahkan perkara ini ke Polres Kediri untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Iptu Abdul Aziz, Kamis (25/6).

 

Pihak kepolisian juga memberikan klarifikasi terkait status suami YM yang merupakan anggota Polri aktif berinisial Bripka TP. Iptu Abdul Aziz menegaskan bahwa tindakan dugaan penipuan yang dilakukan YM murni merupakan perbuatan pribadi dan tidak melibatkan sang suami.

“Suami (terduga pelaku -red) tidak terkait, ini murni dilakukan oleh istrinya. Yang diamankan hanya pelaku (YM) untuk proses penyidikan lebih lanjut di Polres Kediri,” pungkasnya. Ditambahkan bahwa saat ini YM telah dibawa ke markas Polres Kediri guna menjalani pemeriksaan intensif. (BG/Red)

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru