SUMENEP, Minggu (28/6/2026) – Hari terus berganti, namun langkah kemanusiaan tak pernah berhenti. Memasuki hari ke-28 Program Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id kembali turun langsung ke jalan-jalan Kota Sumenep untuk melanjutkan dakwah kemanusiaan dengan menyapa dan berbagi kepada para pejuang nafkah jalanan yang selama ini berjuang dalam diam.
Sejak pagi hingga siang, tim Detikzone.id menyusuri pangkalan becak, kawasan pasar tradisional, ruas jalan protokol, hingga gang-gang kecil di Kota Sumenep. Sasaran program kali ini adalah abang becak, pemulung, pedagang keliling, buruh harian, penyapu jalan, hingga para lansia yang di usia senja masih harus bekerja demi menyambung hidup.
Di bawah terik matahari, para abang becak tetap setia menunggu penumpang yang belum tentu datang. Para pemulung memanggul karung lusuh berisi barang bekas dengan harapan dapat ditukar menjadi rupiah. Pedagang keliling terus berjalan dari kampung ke kampung menawarkan dagangannya, sementara para lansia tetap bekerja meski tenaga mereka tak lagi sekuat dulu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka adalah wajah-wajah ketabahan yang setiap hari mengajarkan arti perjuangan. Penghasilan yang tidak menentu tak pernah mematahkan semangat mereka untuk mencari rezeki dengan cara yang halal. Dari hasil yang terkadang hanya cukup memenuhi kebutuhan pokok, mereka tetap bertahan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
Sebagai bentuk kepedulian, Detikzone.id kembali membagikan beras dan santunan uang tunai kepada para pejuang nafkah jalanan tersebut. Bantuan itu diharapkan mampu meringankan beban ekonomi sekaligus menjadi pengingat bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap perjuangan masyarakat kecil.
Suasana haru menyelimuti setiap lokasi pembagian bantuan. Sejumlah penerima tampak menitikkan air mata saat menerima bantuan. Ada yang berkali-kali mengucapkan syukur, ada pula yang hanya mampu tersenyum sambil menggenggam erat bingkisan beras yang diterimanya.
Bagi mereka, perhatian dan sapaan hangat sering kali jauh lebih berarti daripada besarnya nilai bantuan. Di balik kerasnya kehidupan, mereka hanya ingin dihargai sebagai manusia yang terus berjuang dengan jujur dan bermartabat.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan Program Berbagi Setiap Hari merupakan bagian dari dakwah kemanusiaan yang lahir dari keyakinan bahwa media tidak boleh hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Abang becak, pemulung, pedagang keliling, buruh harian, penyapu jalan, hingga para lansia adalah pejuang kehidupan. Mereka mungkin tidak memiliki jabatan dan tidak dikenal banyak orang, tetapi mereka bekerja keras dengan cara yang halal. Mereka layak dihormati, dihargai, dan mendapatkan perhatian,” ujarnya.
Menurutnya, selama 28 hari berturut-turut, Program Berbagi Setiap Hari telah menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Mulai dari anak yatim, kaum dhuafa, lansia sebatang kara, masyarakat pelosok desa, pekerja harian, hingga para pejuang nafkah jalanan.
Selain program berbagi harian, Detikzone.id juga terus menjalankan berbagai program kemanusiaan lainnya, seperti santunan anak yatim dan dhuafa, bantuan kesehatan, layanan ambulans gratis, rumah singgah gratis bagi keluarga pasien, bantuan pendidikan, pembagian sembako, bantuan korban bencana, pembangunan dan renovasi Musala Umat, hingga berbagai aksi sosial insidental lainnya. Seluruh program tersebut menjadi bagian dari dakwah kemanusiaan yang terus digelorakan agar mampu menghadirkan manfaat nyata sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Menurut Igusty, jurnalisme sejati tidak boleh berhenti pada aktivitas memberitakan. Media harus hadir di tengah masyarakat, mendengar keluh kesah mereka, sekaligus menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat kecil.
“Kadang yang dibutuhkan seseorang bukan hanya bantuan materi. Mereka juga ingin dihargai, ingin didengar, dan ingin mengetahui bahwa perjuangan mereka tidak mereka jalani sendirian. Karena itu kami hadir bukan sekadar memberi, tetapi juga menyapa, mendengarkan, dan membersamai mereka,” katanya.
Ia menambahkan, perjalanan panjang dakwah kemanusiaan tersebut tidak mungkin berjalan tanpa dukungan keluarga, sahabat, relasi kerja, serta orang-orang baik yang selama ini terus memberikan doa, semangat, dan kepercayaan.
“Saya persembahkan ikhtiar ini untuk keluarga tercinta, sahabat, relasi kerja, dan seluruh orang-orang baik yang selama ini tidak pernah berhenti memberikan doa, dukungan, serta kepercayaan. Tanpa mereka, Program Berbagi Setiap Hari tidak akan mampu berjalan hingga hari ke-28 dan terus berlanjut seperti sekarang,” ungkapnya.
Ia berharap gerakan sederhana yang dilakukan secara konsisten itu mampu menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk ikut menebarkan kepedulian.
“Berbagilah walau dalam keadaan paceklik sekalipun. Keajaiban tidak datang kepada mereka yang hanya menunggu. Keajaiban lahir dari tangan yang mau memberi, dari hati yang mau peduli, dan dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan ikhlas. Karena sesungguhnya sekecil apa pun kebaikan akan selalu menemukan jalannya menjadi manfaat bagi orang lain,” tuturnya.
Selama 28 hari tanpa jeda, Detikzone.id terus membuktikan bahwa jurnalisme bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Dari anak yatim, kaum dhuafa, lansia sebatang kara, masyarakat pelosok, hingga para pejuang nafkah jalanan, semuanya menjadi bagian dari perjalanan panjang dakwah kemanusiaan yang terus dijalankan dengan penuh keikhlasan.
Di tengah hiruk pikuk Kota Sumenep, masih banyak pejuang kehidupan yang berjuang dalam diam. Mereka mungkin tak pernah menjadi berita utama, tetapi mereka adalah orang-orang yang mengajarkan arti kesabaran, kejujuran, dan kerja keras.
Dan pada hari ke-28 ini, Detikzone.id kembali memilih hadir di sisi mereka. Sebab dakwah kemanusiaan bukan sekadar memberi bantuan, melainkan memastikan bahwa tak ada perjuangan hidup yang merasa sendirian. Karena ketika media hadir bersama rakyat, di situlah jurnalisme menemukan makna tertingginya: menjadi cahaya yang terus menyinari mereka yang selama ini nyaris tak terlihat.








