SUMENEP, Detikzone.id – Aktivitas pelayanan di RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep terus bergerak dari pagi hingga sore. Ruang pelayanan, poliklinik hingga berbagai unit kesehatan dipenuhi aktivitas tenaga medis dan pasien yang datang untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Setiap harinya, lebih dari 300 pasien rawat jalan mendapatkan pelayanan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut.
Data pada laman resmi RSUDMA Sumenep per 13 Agustus 2026 mencatat rata-rata volume pelayanan pasien rawat jalan mencapai lebih dari 300 pasien per hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Angka tersebut bukan sekadar deretan statistik. Di baliknya terdapat ribuan masyarakat yang mempercayakan kebutuhan kesehatannya kepada RSUDMA Sumenep.
Kepercayaan itu sekaligus menjadi gambaran bahwa RSUDMA memiliki posisi penting sebagai salah satu pusat layanan kesehatan masyarakat di ujung timur Pulau Madura.
Dirut Tak Sekadar Memimpin, Turun Memastikan Pelayanan
Di balik geliat pelayanan tersebut, terdapat kerja panjang jajaran RSUDMA di bawah kepemimpinan Direktur dr. Erliyanti, M.Kes.
Sebagai pimpinan rumah sakit, dr. Erliyanti tidak hanya fokus pada pengembangan fasilitas dan sistem pelayanan. Ia juga dikenal aktif turun langsung memantau kondisi pelayanan dan menemui pasien.
Kehadiran Dirut di tengah pasien menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan tidak berhenti pada aturan dan prosedur, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat.
Pasien didorong mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, ramah dan humanis, sementara jajaran rumah sakit terus diarahkan untuk memberikan pelayanan dengan penuh tanggung jawab.
Dr. Erliyanti sebelumnya menegaskan bahwa 2026 menjadi momentum penting bagi RSUDMA untuk memperkuat kualitas pelayanan.
“Fokus kami memastikan pelayanan semakin cepat, tepat, dan berbasis teknologi, tanpa mengesampingkan keselamatan pasien,” ujarnya.
Komitmen tersebut menjadi salah satu fondasi RSUDMA dalam menghadapi tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
Bukan Hanya Melayani, RSUDMA Terus Berbenah
Di bawah kepemimpinan dr. Erliyanti, penguatan pelayanan dilakukan secara bertahap dan menyentuh berbagai sektor.
Mulai dari peningkatan sumber daya manusia, penguatan fasilitas medis, pengembangan layanan spesialis hingga pemanfaatan teknologi terus dilakukan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin mudah diakses masyarakat.
Transformasi tersebut semakin kuat setelah RSUDMA Sumenep berstatus sebagai rumah sakit tipe B.
Status tersebut membuka ruang yang lebih besar bagi RSUDMA untuk menangani kasus-kasus kesehatan yang lebih kompleks sekaligus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan di Sumenep.
RSUDMA juga masuk dalam Program Prioritas Nasional Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) Tahun 2026, dengan implementasi layanan ditargetkan mulai berjalan pada 2027.
Pengembangan layanan spesialis jantung dan paru juga terus dipersiapkan.
Semua langkah tersebut diarahkan pada satu tujuan: agar masyarakat Sumenep semakin mudah mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas tanpa harus selalu keluar daerah.
Pelayanan Digital, Antrean Makin Mudah
Transformasi pelayanan juga menyentuh sistem digital.
RSUDMA terus mengoptimalkan pendaftaran dan pengaturan antrean secara daring, salah satunya melalui aplikasi Pra-Booking RSUDMA untuk pasien Poliklinik Onkologi.
Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan tersebut terlihat dari kuota antrean Poliklinik Onkologi yang dapat terpenuhi dalam waktu kurang dari satu menit setelah pendaftaran dibuka.
Aplikasi tersebut telah dimanfaatkan ribuan pasien untuk membantu mengatur jadwal pemeriksaan sekaligus mengurangi waktu tunggu.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa RSUDMA tidak hanya mengejar peningkatan jumlah layanan, tetapi juga berupaya membuat akses pelayanan semakin praktis bagi masyarakat.
Mutu Jadi Komitmen
Penguatan mutu juga terus dilakukan.
Menjelang akreditasi rumah sakit 2026, manajemen melakukan evaluasi kesiapan berbagai ruangan dan unit pelayanan untuk memastikan standar pelayanan terus terjaga.
Hasil evaluasi mutu Semester I 2026 menunjukkan mayoritas indikator pelayanan berada di atas 90 persen.
Pada Triwulan II 2026, kepatuhan penerapan Clinical Pathway mencapai 93,28 persen, sedangkan pencegahan risiko pasien jatuh di ruang rawat inap mencapai 95,14 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa transformasi RSUDMA tidak hanya berbicara mengenai fasilitas, tetapi juga menyangkut sistem, keselamatan pasien dan budaya mutu.
300 Pasien, 300 Lebih Kepercayaan
Lebih dari 300 pasien yang dilayani setiap hari pada akhirnya bukan sekadar angka.
Setiap pasien datang membawa harapan. Ada yang ingin mendapatkan diagnosis, pengobatan, perawatan, konsultasi hingga sekadar memastikan kondisi kesehatannya.
Dan di situlah peran RSUDMA menjadi penting.
Dengan tagline “Bismillah Melayani”, dr. Erliyanti bersama seluruh jajaran terus mendorong agar rumah sakit tidak hanya menjadi tempat pasien mendapatkan tindakan medis, tetapi juga tempat masyarakat memperoleh rasa aman, perhatian dan pelayanan yang manusiawi.
Tingginya jumlah pasien justru menjadi cermin besarnya kepercayaan masyarakat yang harus dijaga.
Di bawah kepemimpinan dr. Erliyanti, RSUDMA Sumenep terus bergerak memperkuat pelayanan, meningkatkan mutu dan menghadirkan berbagai inovasi.
Bukan sekadar mengejar rumah sakit tipe B, tetapi membuktikan bahwa peningkatan status harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.







