BAWEAN – Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (PC Muslimat NU) Bawean sukses menyelenggarakan Hari Sosial Muslimat (HSM) Ke-80 Tahun 2026 di Gedung Muslimat NU Bawean, Ahad (28/6/2026). Mengusung tema “Merajut Kasih, Menebar Berkah: Bersama Anak Yatim dan Bunda Dhuafa Menuju Kehidupan yang Lebih Mulia,” kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Muslimat NU dalam menebarkan kasih sayang, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat luar biasa. Acara dihadiri oleh jajaran Pengurus PC Muslimat NU Bawean, Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Ranting, anggota Muslimat NU, para donatur, serta masyarakat. Membludaknya peserta membuat kapasitas Gedung Muslimat NU Bawean tidak mampu menampung seluruh tamu yang hadir, sehingga peserta meluber hingga memenuhi gedung di sebelah Gedung Muslimat NU Bawean. Hal tersebut menjadi bukti nyata besarnya semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat terhadap kegiatan Hari Sosial Muslimat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan istighasah, dilanjutkan sambutan Ketua Panitia HSM, sambutan Ketua PC Muslimat NU Bawean, doa bersama, kemudian penyerahan santunan kepada anak yatim dan bunda dhuafa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Ketua Panitia HSM, Nurul Laila, S.Pd., menyampaikan bahwa penyelenggaraan Hari Sosial Muslimat pada Hari Asyura dilandasi oleh keutamaan bulan Muharram. Beliau mengingatkan makna hadis yang menyebutkan, “Barang siapa mencukupkan rezeki keluarganya pada Hari Asyura, maka Allah SWT akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun.” Nilai tersebut menjadi motivasi bagi Muslimat NU Bawean untuk terus menanamkan semangat berbagi dan kepedulian kepada sesama.
Beliau menjelaskan, pada HSM Ke-80 tahun ini panitia menghadirkan 240 anak yatim dan 98 bunda dhuafa sebagai penerima santunan yang merupakan perwakilan dari 49 Ranting Muslimat NU dan seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Bawean. Selain menerima santunan uang tunai, tas dan peralatan sekolah bagi anak yatim, para penerima juga memperoleh bingkisan sembako sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Muslimat NU kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Panitia juga menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan seluruh donatur. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Hj. Tin Anol, Hj. Yati, Hj. Muslihah Mizan, serta seluruh donatur lainnya yang telah memberikan bantuan. Dana kegiatan yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp56.000.000, termasuk kontribusi uang mandat dari 49 ranting sebesar Rp200.000 per ranting atau dengan total Rp9.800.000. Dana tersebut digunakan untuk santunan anak yatim, bantuan kepada bunda dhuafa, serta mendukung operasional pelaksanaan kegiatan.

Di akhir sambutannya, Nurul Laila mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus, anggota Muslimat NU, para donatur, dan seluruh tamu undangan yang telah hadir serta berpartisipasi. Beliau juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan, seraya berharap seluruh amal kebaikan yang telah diberikan menjadi amal ibadah dan memperoleh balasan terbaik dari Allah SWT.
Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Bawean, Hj. Nurul Azizah Mahasuni, BA, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus, anggota, serta para donatur yang telah bekerja sama menyukseskan Hari Sosial Muslimat Ke-80 Tahun 2026. Beliau menjelaskan bahwa dipilihnya Hari Asyura (10 Muharram) sebagai momentum pelaksanaan Hari Sosial Muslimat bukan tanpa alasan. Hari Asyura merupakan hari yang istimewa dalam Islam yang mengajarkan umat untuk memperbanyak ibadah, mempererat tali silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama, khususnya anak yatim dan kaum dhuafa.
Beliau juga mengajak seluruhnya untuk menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dengan melaksanakan puasa Tasu’a (9 Muharram) dan puasa Asyura (10 Muharram) sebagai amalan yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT. Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya memuliakan dan menyayangi anak yatim. Mengutip sabda Rasulullah SAW, beliau menyampaikan bahwa orang yang memelihara dan menyantuni anak yatim akan memperoleh kedudukan yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW di surga, sebagaimana dekatnya jari telunjuk dan jari tengah, seraya beliau memperagakan kedua jarinya.
Mengakhiri sambutannya, Hj. Nurul Azizah Mahasuni berharap semangat kepedulian terhadap anak yatim dan bunda dhuafa tidak hanya diwujudkan pada Hari Asyura, tetapi menjadi budaya yang terus hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, menyantuni anak yatim dan membantu kaum dhuafa bukan sekadar bentuk bantuan sosial, melainkan bagian dari ibadah dan ikhtiar membangun masyarakat yang saling menguatkan, penuh kasih sayang, serta memperoleh keberkahan dan ridha Allah SWT.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan, kemudian ditutup dengan doa bersama. Antusiasme masyarakat yang luar biasa menjadi penyemangat bagi Muslimat NU Bawean untuk terus menghadirkan program-program sosial yang bermanfaat. Semangat “Merajut Kasih, Menebar Berkah” diharapkan tidak hanya menjadi tema kegiatan, tetapi juga menjadi inspirasi dalam membangun masyarakat yang lebih peduli, berdaya, dan bermartabat.








