Cegah Bullying Sejak Bangku Sekolah, KKN Posko 12 Sumenep Gaungkan Gerakan 3B di MTs dan MA Miftahul Ulum

Minggu, 9 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Detikzone.id – Perundungan atau bullying masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius di lingkungan pendidikan. Tidak hanya berupa kekerasan fisik, bullying juga dapat muncul melalui ucapan, tindakan, hingga perilaku di ruang digital yang dapat berdampak pada kondisi sosial dan psikologis korban.

Kepedulian terhadap persoalan tersebut mendorong mahasiswa KKN Posko 12 Universitas Wiraraja Desa Kambingan Timur menggelar edukasi anti-perundungan bertajuk “STOP BULLYING 3B (Bijak Berkata & Bertindak)” bagi siswa dan siswi MTs dan MA Miftahul Ulum, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN untuk menanamkan kesadaran kepada pelajar tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk bullying, mulai dari perundungan secara verbal, fisik, sosial, hingga perundungan yang terjadi melalui media digital. Para siswa juga diajak memahami dampak yang dapat ditimbulkan serta pentingnya membangun sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.

Melalui konsep 3B, Bijak Berkata dan Bertindak, mahasiswa KKN mengajak para siswa agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan perkataan maupun melakukan tindakan terhadap orang lain.

Sebab, candaan yang dianggap biasa oleh seseorang belum tentu diterima dengan cara yang sama oleh orang lain. Perkataan yang merendahkan, mengejek, memberi julukan yang menyakitkan, maupun tindakan mengucilkan teman dapat menjadi bentuk perundungan yang tidak boleh dianggap sepele.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif. Para siswa dilibatkan dalam diskusi dan kegiatan edukatif untuk mengenali berbagai situasi yang termasuk bullying serta memahami langkah yang dapat dilakukan ketika menjadi korban maupun saat menyaksikan tindakan perundungan terhadap teman.

Mahasiswa KKN Posko 12 juga mendorong para siswa untuk tidak diam ketika menemukan tindakan bullying. Keberanian untuk berbicara, mencari bantuan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya, serta memberikan dukungan kepada korban menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman.

Mahasiswa KKN Posko 12 berharap edukasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, menjaga ucapan, serta berpikir sebelum bertindak dinilai menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap siswa untuk mencegah terjadinya perundungan.

Melalui gerakan STOP BULLYING 3B, KKN Posko 12 mengajak seluruh siswa MTs dan MA Miftahul Ulum menjadi bagian dari terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih positif.

Sekolah yang aman bukan hanya dibangun melalui aturan, tetapi juga melalui kepedulian, keberanian untuk saling menghargai, serta bijak dalam setiap perkataan dan tindakan.

Berita Terkait

Dr. Sri Roekminiati Ukir Capaian Sempurna, Lulus Doktor dengan IPK 4,00
Sakit Flu Tak Halangi Davina Raih Juara 3 FTBI, Pantiga Jaga Tradisi Prestasi Empat Tahun Berturut-turut
FTBI Sumenep 2026: Ketika Anak-Anak Menjadi Penjaga Bahasa Madura
Pendidikan dan Kemiskinan Madura Jadi Sorotan UTM, Pamekasan Disebut Tak Lagi Masuk Kabupaten Miskin
KKG PJOK Pasongsongan Perkuat Soliditas Guru Olahraga, Siapkan Pembinaan Bibit Sepak Bola
KKG PAI Kecamatan Pasongsongan Perkuat Profesionalisme Guru, dari Disiplin ASN hingga Harmoni dengan Kepala Sekolah
Pelajar SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Borong Medali Nasional hingga Internasional, AZ-Syahra Nastiti Ramadhani Ukir Prestasi di Bidang Matematika
Guru di Sumenep Didorong Mahir AI, PGRI POWER Wilayah 2 Gelar Workshop Digitalisasi Pembelajaran

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 10:49 WIB

Dr. Sri Roekminiati Ukir Capaian Sempurna, Lulus Doktor dengan IPK 4,00

Jumat, 25 September 2026 - 19:24 WIB

Sakit Flu Tak Halangi Davina Raih Juara 3 FTBI, Pantiga Jaga Tradisi Prestasi Empat Tahun Berturut-turut

Kamis, 24 September 2026 - 16:07 WIB

FTBI Sumenep 2026: Ketika Anak-Anak Menjadi Penjaga Bahasa Madura

Kamis, 24 September 2026 - 12:19 WIB

Pendidikan dan Kemiskinan Madura Jadi Sorotan UTM, Pamekasan Disebut Tak Lagi Masuk Kabupaten Miskin

Rabu, 23 September 2026 - 19:14 WIB

KKG PJOK Pasongsongan Perkuat Soliditas Guru Olahraga, Siapkan Pembinaan Bibit Sepak Bola

Berita Terbaru

Ilustrasi

DETIK ZONE

Petaka Jam Pelajaran: Siswa SMAN 1 Ambunten Tewas Tenggelam

Sabtu, 3 Okt 2026 - 00:06 WIB