GRESIK — Delapan pelajar asal Pulau Bawean yang sukses menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Gresik dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI mendapat perhatian dan apresiasi dari DPRD Kabupaten Gresik.
Didampingi anggota DPRD Gresik dari daerah pemilihan (dapil) Bawean, Bustami Hazim, kedelapan Paskibraka tersebut diundang untuk bersilaturahmi dengan Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir. Pertemuan berlangsung di ruang Ketua DPRD Gresik, Rabu (26/8/2026).
Bustami Hazim mengatakan, dirinya mengetahui kondisi kedelapan Paskibraka Bawean setelah membaca pemberitaan media online detikzone.id. Setelah itu, ia menemui kedelapan pelajar tersebut di Hotel Saptanawa Gresik, tempat mereka masih tinggal setelah menyelesaikan tugas sebagai Paskibraka Kabupaten Gresik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Atas permintaan Ketua DPRD Gresik, selanjutnya kedelapan anak ini kami undang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan kondisi mereka secara langsung,” ujar Bustami.
Kedelapan peserta Paskibraka asal Bawean tersebut telah cukup lama berada di Gresik. Mereka belum dapat kembali ke kampung halaman karena transportasi laut menuju Bawean belum berlayar akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Bustami menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, biaya dan akomodasi para Paskibraka tersebut sebelumnya ditanggung oleh Kesbangpol hingga 18 Agustus 2026. Namun, karena kondisi pelayaran belum memungkinkan, mereka masih diperbolehkan tetap tinggal di hotel.
“Setelah mengetahui kondisi mereka dari pemberitaan media detikzone, kami kemudian mengundang mereka ke DPRD untuk bersilaturahmi dengan Ketua DPRD Gresik,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir juga memberikan uang saku kepada kedelapan Paskibraka Bawean sebagai bentuk perhatian dan dukungan selama mereka masih berada di Gresik.
Selain memberikan apresiasi, Syahrul Munir juga menyampaikan sejumlah nasihat kepada para pelajar. Pengalaman selama menjadi anggota Paskibraka diharapkan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk mengembangkan potensi diri, membangun kedisiplinan, serta menjadi bekal untuk meraih prestasi di masa depan.
Para pelajar juga diingatkan agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba serta menggunakan gawai secara bijak dan bertanggung jawab.
Bustami menambahkan, DPRD Kabupaten Gresik mendorong Kesbangpol untuk terus berkoordinasi dengan DPRD terkait kondisi dan kebutuhan para Paskibraka Bawean selama masih berada di Gresik.
Ia juga berharap Kesbangpol dapat mengondisikan kepulangan mereka apabila terdapat pelayaran dari Gresik maupun melalui Paciran.
“Kalau sudah ada pelayaran, baik melalui KM Express Bahari maupun KMP Gili Iyang, kami berharap Kesbangpol bisa membantu memastikan kedelapan anak ini dapat segera kembali ke Bawean,” harapnya.
Menurutnya, perhatian tersebut penting mengingat kedelapan pelajar telah menuntaskan tugas membawa nama Bawean dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Gresik.
Pertemuan dengan Ketua DPRD Gresik tersebut menjadi penyemangat tersendiri bagi para pelajar yang masih harus menunggu kondisi cuaca dan transportasi laut kembali normal.
Kedelapan Paskibraka Bawean tersebut yakni Rohid Benzema, Miftahul Akbar, Sherly Nur Lailia, Andini Arsyilia, Nouriel Aulia Syaqifah, Shahra Fika, Ahmad Irfan Maulana, dan Ahmad Farhan Setia Pratama.
Mereka berasal dari sejumlah sekolah di Kecamatan Sangkapura dan Tambak.
Prestasi kedelapan pelajar tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bawean. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk berprestasi dan membawa nama baik Bawean di tingkat Kabupaten Gresik.
Kini, harapan mereka sederhana: dapat segera kembali ke kampung halaman, berkumpul bersama keluarga, dan kembali mengikuti aktivitas pendidikan di sekolah masing-masing.








