Kangean Jadi Lokasi Kajian Bappenas, Kebijakan Pembangunan Kepulauan Sumenep Disiapkan

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Detikzone.id – Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, menjadi salah satu lokasi utama kajian penyusunan kebijakan inovatif pengembangan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang dilakukan Direktorat Pembangunan Indonesia Barat, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Kajian tersebut dilakukan untuk menggali secara langsung berbagai kebutuhan masyarakat sekaligus merumuskan model pembangunan kepulauan yang sesuai dengan karakteristik wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Ketua Tim Program Penyusunan Kebijakan Inovatif Pengembangan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Aditya Widya Pradipta, mengatakan Pulau Kangean menjadi salah satu wilayah yang diperdalam karena memiliki karakteristik kepulauan yang dinilai dapat memberikan gambaran mengenai pola pembangunan wilayah kepulauan di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, terdapat sejumlah dimensi yang menjadi fokus dalam kajian di Kabupaten Sumenep, khususnya Pulau Kangean.

Dimensi tersebut meliputi transformasi ekonomi, infrastruktur dan konektivitas, ketahanan pangan, air dan energi. Selain itu, tim juga melihat aspek lingkungan hidup serta kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

“Harapannya setelah kunjungan ini bisa tergambar secara menyeluruh kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Sumenep,” kata Aditya Widya Pradipta kepada Media Center di Kabupaten Sumenep, Jumat (4/9/2026).

Ia menjelaskan, pemilihan Pulau Kangean sebagai lokasi kajian bukan tanpa pertimbangan. Wilayah tersebut dinilai dapat mewakili salah satu tipologi kepulauan di bagian tengah Indonesia.

Karakteristik tersebut menjadi bahan penting bagi tim untuk melihat pola pembangunan wilayah kepulauan secara lebih luas, terutama dalam merancang kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan masyarakat.

Selain melihat kondisi lapangan, kajian tersebut juga mengacu pada kinerja pembangunan kepulauan melalui Indeks Pembangunan Pulau-Pulau Kecil yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sumenep menjadi salah satu dari empat daerah yang dipilih dalam penyusunan kebijakan inovatif pengembangan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Tiga daerah lainnya adalah Kabupaten Natuna, Kota Sabang dan Kepulauan Seribu.

Aditya mengatakan, tim telah menangkap berbagai fenomena dan kondisi yang ditemukan selama melakukan kajian lapangan di Sumenep.

Hasil tersebut selanjutnya akan menjadi bahan untuk menyusun standar dan model pembangunan kepulauan, termasuk merumuskan sejumlah quick wins atau program prioritas yang dapat diterapkan di Pulau Kangean maupun wilayah pesisir Kabupaten Sumenep.

“Kami berharap hasil kajian ini menjadi bahan utama dalam penyusunan kebijakan inovatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil,” tuturnya.

Menurutnya, quick wins tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat kepulauan, terutama berkaitan dengan konektivitas, ekonomi, ketahanan pangan, energi, lingkungan, serta kondisi sosial masyarakat.

Kajian lapangan tidak berhenti pada pengumpulan data. Tim akan melanjutkan proses tersebut dengan melakukan analisis dan penyusunan model pembangunan yang dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.

 

Penyusunan kebijakan ditargetkan dapat dirampungkan pada akhir tahun. Hasil kajian juga direncanakan didiseminasikan sebagai bahan tindak lanjut untuk pelaksanaan sejumlah program pada tahun berikutnya.

 

Dalam prosesnya, Bappenas berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep serta berbagai pemangku kepentingan.

 

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang disusun benar-benar berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

 

“Yang jelas, tim dalam prosesnya berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep dan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat hasil kajian, sekaligus menghasilkan kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan serta ketahanan hidup masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil di Sumenep,” pungkas Aditya.

 

Kajian tersebut sekaligus menjadi peluang bagi Kabupaten Sumenep untuk memperkuat perhatian terhadap pembangunan wilayah kepulauan.

Dengan karakteristik geografis yang memiliki banyak pulau dan kawasan pesisir, pembangunan Sumenep membutuhkan pendekatan yang mampu menjawab tantangan konektivitas, akses pelayanan, penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan dan energi, hingga perlindungan lingkungan.

Melalui kajian yang dilakukan Bappenas, berbagai kondisi tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Pulau Kangean pun tidak hanya menjadi lokasi kajian, tetapi berpotensi menjadi salah satu wilayah yang menjadi rujukan dalam penerapan model pembangunan pesisir dan pulau-pulau kecil yang sesuai dengan karakteristik kepulauan Indonesia.

Berita Terkait

Bappeda, RSUD, Dinkes P2KB, Dinas Perikanan, Disdukcapil dan DLH Sumenep Dinobatkan sebagai 6 Stan Terbaik MNV 2026
Empat Kepala OPD Baru Dilantik, Bupati Sumenep: Jangan Sekadar Duduk di Jabatan, Buktikan dengan Kerja Nyata
Cetak Wirausaha Berdaya dari Jalur Kesetaraan, PKBM Homeschooling The Best Probolinggo Luncurkan ‘The Best Cookies’
Cegah Risiko Kebutaan, KOMATDA dan Dinkes Probolinggo Dorong Desa Alasnyiur Jadi Desa Sehat Mata
Gelar Operasi Gabungan di Dringu, Pemkab Probolinggo Sinergikan Tertib Lalu Lintas dan Kepatuha
Ribuan ASN dan Warga Bershalawat, Bupati Sumenep Titip Pesan Jaga Persaudaraan
Pesona Badur, Galung hingga Jejak Keraton Topote, Batuputih Unjuk Potensi di MCF 2026
Tampilkan Transformasi Pelayanan dan Inovasi Kesehatan, RSUD Sumenep Masuk Enam Stan Terbaik MNV 2026, Dirut: Jadi Motivasi Tingkatkan Pelayanan Bismillah Melayani

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 18:46 WIB

Kangean Jadi Lokasi Kajian Bappenas, Kebijakan Pembangunan Kepulauan Sumenep Disiapkan

Jumat, 4 September 2026 - 18:39 WIB

Bappeda, RSUD, Dinkes P2KB, Dinas Perikanan, Disdukcapil dan DLH Sumenep Dinobatkan sebagai 6 Stan Terbaik MNV 2026

Jumat, 4 September 2026 - 17:08 WIB

Empat Kepala OPD Baru Dilantik, Bupati Sumenep: Jangan Sekadar Duduk di Jabatan, Buktikan dengan Kerja Nyata

Jumat, 4 September 2026 - 07:29 WIB

Cetak Wirausaha Berdaya dari Jalur Kesetaraan, PKBM Homeschooling The Best Probolinggo Luncurkan ‘The Best Cookies’

Jumat, 4 September 2026 - 01:34 WIB

Cegah Risiko Kebutaan, KOMATDA dan Dinkes Probolinggo Dorong Desa Alasnyiur Jadi Desa Sehat Mata

Berita Terbaru