SUMENEP, Detikzone.id — Di tengah kemeriahan Festival Musik Tongtong Se-Madura 2026, petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep menjalankan tugasnya dari malam hingga pagi. Mereka berada di belakang peserta terakhir untuk memastikan sampah di sepanjang rute segera dibersihkan.
Sebanyak 27 grup tongtong dari berbagai wilayah se-Madura menyusuri sejumlah ruas jalan Kota Sumenep. Di belakang rombongan tersebut, petugas DLH terus bergerak mengikuti jalur yang telah dilalui peserta.
Setiap kali rombongan melewati satu ruas jalan, petugas langsung melakukan pembersihan. Botol plastik, kemasan makanan, kertas dan berbagai sampah lainnya dikumpulkan agar tidak menumpuk di sepanjang rute festival.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembersihan dilakukan secara bertahap mengikuti pergerakan peserta. Peserta terus melanjutkan perjalanan, sementara petugas menyusul dari belakang untuk membersihkan jalur yang telah dilewati.
Pekerjaan tersebut berlangsung hingga malam semakin larut. Bahkan setelah peserta terakhir menyelesaikan rute, petugas masih melanjutkan pembersihan hingga pagi untuk memastikan kawasan yang digunakan dalam festival kembali bersih.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala DLH Sumenep Anwar Syahroni Yusuf, yang sebelumnya memberikan arahan sekaligus tantangan kepada jajarannya untuk menjaga kebersihan selama Festival Musik Tongtong Se-Madura berlangsung.
Arahan tersebut dijawab melalui kerja langsung di lapangan. Petugas ditempatkan di belakang peserta terakhir agar sampah yang muncul selama kegiatan dapat segera ditangani.
Kerja petugas kebersihan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.
Bupati menilai kebersihan merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan masyarakat, termasuk festival yang mengangkat kesenian dan tradisi Madura.
Menurutnya, kecintaan terhadap budaya dan warisan leluhur juga perlu diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan. Melestarikan budaya tidak hanya menjaga kesenian dan tradisi, tetapi juga menjaga lingkungan tempat budaya tersebut tumbuh dan berkembang.
Pelestarian budaya perlu berjalan bersama dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Komitmen tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Anwar Syahroni Yusuf, DLH menerapkan komitmen tersebut melalui kesiapan petugas dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan besar yang melibatkan banyak peserta dan penonton.
Pada Festival Musik Tongtong Se-Madura 2026, petugas bekerja sejak malam hingga pagi. Mereka mengikuti peserta terakhir, membersihkan sampah di sepanjang rute, hingga memastikan ruas jalan yang digunakan untuk festival kembali bersih.
Bagi petugas kebersihan DLH Sumenep, menjaga kebersihan dalam setiap kegiatan merupakan bagian dari tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen untuk menjaga Sumenep tetap bersih di tengah berbagai kegiatan daerah.







