SUMENEP, Minggu, 6/9/2026— Setelah puluhan tahun dinanti, perubahan infrastruktur di Pulau Kangean kini mulai terlihat nyata. Puluhan kilometer ruas jalan Arjasa-Kangayan disebut telah mulus, membuka akses yang lebih nyaman bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Pembangunan tersebut dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep di tengah tantangan keterbatasan anggaran. Selama dua tahun, pemerintah daerah harus menghadapi refocusing anggaran akibat kebijakan pemerintah pusat. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak menghentikan upaya pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan.
Perjuangan tersebut mendapat apresiasi dari wartawan senior sekaligus TikToker yang dikenal dengan nama Mana-Mana. Ia bahkan menyebut Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo sebagai “Bapak Pembangunan Infrastruktur Kepulauan Sumenep.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Mana-Mana, perubahan kondisi jalan Arjasa menuju Kangayan pada 2026 menjadi salah satu gambaran keseriusan pemerintah daerah dalam membangun wilayah kepulauan.
“Arjasa ke Kangayan sudah mulus total. Puluhan tahun, baru kali ini jalan bisa mulus,” ujarnya.
Dengan gaya khasnya, Mana-Mana menggambarkan perubahan tersebut sebagai jalan yang kini “mulus layaknya gadis-gadis Kangean.”
Refocusing Tak Memadamkan Semangat Pembangunan
Menurut Mana-Mana, perjuangan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo patut diapresiasi. Sebab, pembangunan tetap berjalan meski ruang fiskal pemerintah daerah sempat menghadapi tekanan akibat refocusing anggaran selama dua tahun sebagai dampak kebijakan pemerintah pusat.
Ia menilai, sepanjang kepemimpinan Bupati Fauzi, Sumenep mengalami progres pembangunan yang cukup signifikan.
Baginya, hal tersebut menunjukkan adanya keseriusan untuk membawa Sumenep menjadi daerah yang lebih baik dan bermartabat.
Semangat tersebut, menurut dia, juga tercermin dari pandangan bahwa jabatan bukan sekadar kekuasaan, melainkan amanah yang harus memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Jabatan itu ingin dijadikan sebagai jembatan amal saleh,” ujarnya.
Atas dasar itu, ia kembali menyematkan sebutan “Bapak Pembangunan Infrastruktur Kepulauan Sumenep” kepada Bupati Fauzi.
Songlor-Pajenangger Ikut Tersentuh Pembangunan
Pembangunan di Kangean, kata Mana-Mana, tidak hanya terjadi pada ruas Arjasa-Kangayan.
Ia juga menyoroti pembangunan jalan makadam dari Desa Songlor menuju Pajenangger yang mulai dikerjakan pada 2026.
Menurutnya, pembangunan jalan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat.
“Sejak Indonesia merdeka sampai 2026, baru kali ini dibangun jalan makadam di Desa Songlor menuju Pajenangger,” katanya.
Ia berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep. Dengan demikian, pembangunan tidak berhenti pada satu ruas jalan, tetapi terus menyentuh wilayah-wilayah lain yang selama ini membutuhkan perhatian.
Yakin Pembangunan Kepulauan Berlanjut
Mana-Mana optimistis pembangunan wilayah kepulauan akan terus mendapat perhatian di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
Ia meyakini pemerintah daerah memiliki keseriusan untuk mendorong pemerataan pembangunan di seluruh pulau yang berada di Kabupaten Sumenep.
“Saya yakin dengan kepemimpinan Bupati Sumenep ada keseriusan. Saya yakin semua pulau akan dibangun secara merata,” tegasnya.
Kini, puluhan kilometer jalan Arjasa-Kangayan yang semakin mulus menjadi bagian dari wajah baru infrastruktur Pulau Kangean.
Bagi masyarakat kepulauan, jalan yang mulus bukan hanya tentang perjalanan yang lebih nyaman. Lebih dari itu, jalan menjadi pintu yang menghubungkan masyarakat dengan pendidikan, kesehatan, perdagangan dan kesempatan ekonomi.







