PROBOLINGGO- Gelaran Job Fair (bursa kerja) yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo pada 7 Agustus lalu hingga kini belum menunjukkan hasil konkret. Meski menyediakan ribuan peluang kerja, belum ada satu pun laporan serapan tenaga kerja yang masuk dari pihak perusahaan.
Padahal, ajang tahunan ini diharapkan menjadi solusi instan untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Probolinggo. Terlebih, program penyiapan tenaga kerja ini ditopang oleh anggaran pelatihan kerja yang bernilai miliaran rupiah.Data dari Disnaker Kabupaten Probolinggo mencatat, sebanyak 1.269 pencari kerja menyerbu bursa tersebut untuk memperebutkan 1.612 lowongan kerja yang di ikuti 28 perusahaan. Dari ribuan loker itu, porsi terbesar justru datang dari peluang penempatan luar negeri yang mencapai 340 posisi. Namun, ke mana perginya ribuan pelamar tersebut setelah acara selesai masih menjadi tanda tanya besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo, Saniwar, mengakui bahwa pihaknya hingga kini masih belum mengantongi data pasti mengenai jumlah pelamar yang berhasil diterima bekerja.”Sampai saat ini dari perusahaan belum ada laporan masuk, masih proses,” ujar Saniwar saat dikonfirmasi,Selasa (8/9/2026).

Ia berdalih, berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pihak perusahaan baru menyetorkan laporan rekrutmen di penghujung tahun. Walau begitu, Saniwar menegaskan bahwa Disnaker tidak tinggal diam dan terus mendesak perusahaan untuk segera memberikan transparansi data. “Tapi kami tetap berusaha meminta laporan kepada perusahaan,” imbuhnya.
Keterlambatan data ini memicu sorotan tajam, Publik mendesak Disnaker tidak hanya fokus pada seremonial pembukaan lowongan, melainkan wajib mengawal hasil akhir (output) serapan kerja.
Transparansi ini dinilai krusial untuk membuktikan apakah alokasi anggaran pelatihan miliaran rupiah yang bersumber dari uang rakyat benar-benar efektif mencetak pekerja yang terserap pasar, atau hanya berakhir sebagai program administratif pelengkap kalender kerja.
Penulis : Moch Solihin







