Anggaran Pelatihan Miliaran Rupiah, Serapan Tenaga Kerja Job Fair Probolinggo Masih “Gelap”

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO- Gelaran Job Fair (bursa kerja) yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo pada 7 Agustus lalu hingga kini belum menunjukkan hasil konkret. Meski menyediakan ribuan peluang kerja, belum ada satu pun laporan serapan tenaga kerja yang masuk dari pihak perusahaan.

Padahal, ajang tahunan ini diharapkan menjadi solusi instan untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Probolinggo. Terlebih, program penyiapan tenaga kerja ini ditopang oleh anggaran pelatihan kerja yang bernilai miliaran rupiah.Data dari Disnaker Kabupaten Probolinggo mencatat, sebanyak 1.269 pencari kerja menyerbu bursa tersebut untuk memperebutkan 1.612 lowongan kerja yang di ikuti 28 perusahaan. Dari ribuan loker itu, porsi terbesar justru datang dari peluang penempatan luar negeri yang mencapai 340 posisi. Namun, ke mana perginya ribuan pelamar tersebut setelah acara selesai masih menjadi tanda tanya besar.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo, Saniwar, mengakui bahwa pihaknya hingga kini masih belum mengantongi data pasti mengenai jumlah pelamar yang berhasil diterima bekerja.”Sampai saat ini dari perusahaan belum ada laporan masuk, masih proses,” ujar Saniwar saat dikonfirmasi,Selasa (8/9/2026).

Ia berdalih, berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pihak perusahaan baru menyetorkan laporan rekrutmen di penghujung tahun. Walau begitu, Saniwar menegaskan bahwa Disnaker tidak tinggal diam dan terus mendesak perusahaan untuk segera memberikan transparansi data. “Tapi kami tetap berusaha meminta laporan kepada perusahaan,” imbuhnya.

 

Keterlambatan data ini memicu sorotan tajam, Publik mendesak Disnaker tidak hanya fokus pada seremonial pembukaan lowongan, melainkan wajib mengawal hasil akhir (output) serapan kerja.

Transparansi ini dinilai krusial untuk membuktikan apakah alokasi anggaran pelatihan miliaran rupiah yang bersumber dari uang rakyat benar-benar efektif mencetak pekerja yang terserap pasar, atau hanya berakhir sebagai program administratif pelengkap kalender kerja.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Warga Sokobanah Daya Sampang Terima Bantuan Beras, Pemdes Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
Kursi NasDem Banyak Kosong, 20 Anggota DPRD Sampang Tak Hadir Saat Bahas APBD
Kadisbudporapar Sumenep: Festival KEN Datangkan Efek Domino bagi Budaya dan Ekonomi Masyarakat
Kadisbudporapar Sumenep: Grup Tong-Tong se-Madura Diharapkan Terus Berkarya, Berinovasi dan Rawat Tradisi
Ribuan Penari Berkain Batik Guncang Probolinggo, Cetak Rekor Dunia MURI Lewat Batik in Motion 2026
Kadisbudporapar Sumenep Ucapkan Selamat kepada Para Pemenang Festival Musik Tongtong 2026, Ini Daftarnya
Sejak Indonesia Merdeka, Jalan Arjasa-Kangayan Sumenep Akhirnya Mulus di 2026: Bupati Fauzi Disebut Bapak Pembangunan
Dandim Sumenep Turun Langsung Pantau Progres Bakti TNI AD

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:58 WIB

Warga Sokobanah Daya Sampang Terima Bantuan Beras, Pemdes Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran

Selasa, 8 September 2026 - 09:24 WIB

Kursi NasDem Banyak Kosong, 20 Anggota DPRD Sampang Tak Hadir Saat Bahas APBD

Selasa, 8 September 2026 - 09:11 WIB

Anggaran Pelatihan Miliaran Rupiah, Serapan Tenaga Kerja Job Fair Probolinggo Masih “Gelap”

Senin, 7 September 2026 - 17:03 WIB

Kadisbudporapar Sumenep: Grup Tong-Tong se-Madura Diharapkan Terus Berkarya, Berinovasi dan Rawat Tradisi

Senin, 7 September 2026 - 10:50 WIB

Ribuan Penari Berkain Batik Guncang Probolinggo, Cetak Rekor Dunia MURI Lewat Batik in Motion 2026

Berita Terbaru