Dinamika Formatur PBNU, Khalilur Dukung Gus Kikin Bangun Kepengurusan Representatif

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Lilur saat menyampaikan PANCA AMPERA, lima amanat petani tembakau Madura–Nusantara, sebagai suara perlawanan terhadap tekanan industri dan kebijakan cukai yang dinilai belum berpihak pada rakyat.

Gus Lilur saat menyampaikan PANCA AMPERA, lima amanat petani tembakau Madura–Nusantara, sebagai suara perlawanan terhadap tekanan industri dan kebijakan cukai yang dinilai belum berpihak pada rakyat.

JAKARTA, Detikzone.id — Rapat formatur pertama dalam proses penyusunan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendapat sorotan. Perdebatan mengenai komposisi kepengurusan, termasuk posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen), dinilai perlu ditempatkan dalam kerangka profesionalitas dan keterwakilan wilayah.

Pandangan tersebut disampaikan HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, warga NU yang menyebut dirinya sebagai kiai kampung. Ia menilai Ketua Umum PBNU terpilih, Gus Kikin, memiliki ruang untuk menyusun kepengurusan berdasarkan kapasitas dan kebutuhan organisasi.

Salah satu nama yang disebut dalam dinamika tersebut adalah Lukman Edy. Menurut Khalilur, Lukman Edy memiliki pengalaman sebagai mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan mantan Sekretaris Jenderal PKB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Khalilur menilai pengalaman dan kapasitas seseorang seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam menentukan posisi strategis di PBNU.

“Dengan menyodorkan dua fakta obyektif dan egaliter, yakni profesional-mumpuni serta keterwakilan wilayah, penyusunan pengurus PBNU harus mengutamakan kebutuhan organisasi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti munculnya narasi yang mengaitkan dinamika penyusunan kepengurusan PBNU dengan kembalinya pengaruh PKB. Khalilur menyebut narasi tersebut sebagai tudingan yang perlu disikapi secara bijak dan tidak dijadikan dasar untuk menghakimi proses organisasi.

Menurutnya, PBNU merupakan organisasi tingkat nasional sehingga komposisi kepengurusannya idealnya mencerminkan keberagaman wilayah dan kader NU dari seluruh Indonesia.

“PBNU memang bukan PWNU Jawa Timur. Rais Aam dari Jawa Timur, Ketua Umum PBNU juga dari Jawa Timur. Masa jabatan dan posisi strategis lainnya diisi orang Jawa Timur semua?” katanya.

Khalilur berharap kepengurusan PBNU ke depan tidak hanya merepresentasikan satu wilayah, tetapi mampu menghadirkan wajah NU Indonesia secara lebih luas.

Ia mengatakan, perbedaan pandangan dalam proses penyusunan pengurus merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Namun, perbedaan tersebut seharusnya tidak berkembang menjadi fitnah atau saling menyerang.

“PBNU harus menjadi representasi NU Indonesia, bukan PBNU ala PWNU Jawa Timur. Saya mendukung Gus Kikin menyusun kepengurusan yang profesional, egaliter dan mencerminkan keterwakilan seluruh wilayah,” tegasnya.

Khalilur juga meminta seluruh elemen NU memberikan ruang kepada Gus Kikin untuk menjalankan mandatnya dalam menyusun kepengurusan PBNU.

“Terus maju Gus Kikin. Semoga para muassis membersamai Panjenengan. Bismillah,” pungkasnya.

Penulis : Anton

Berita Terkait

BATAS KEKUASAAN SEBAGAI BAHASA BARU POLITIK 2029
Sinergi Rutan Kelas I Jakarta Pusat dengan PPSU Kelurahan Rawasari, Bergerak Bersama
Haornas ke-43, Dindikpora Pemalang Dorong Masyarakat Budayakan Olahraga
Spektakuler! Parade Siswa dan Drama Teatrikal Buka Maulid Nabi di SMAN 1 Sangkapura Gresik
BPI KPNPA RI Soroti Persoalan Hukum dan Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor
Deteksi Dini TBC dan Layanan Kesehatan Gratis: Sinergi Rutan Kelas I Jakarta Pusat dan Sudinkes Jakpus untuk Pemasyarakatan Sehat
Kemarau Melanda, Forum Sampang Sehat Salurkan Sejuta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Anggaran KONI Kota Blitar Tak Kunjung Bisa Digunakan, Elim Tyu Samba Desak Kepastian

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:39 WIB

Dinamika Formatur PBNU, Khalilur Dukung Gus Kikin Bangun Kepengurusan Representatif

Kamis, 10 September 2026 - 11:47 WIB

BATAS KEKUASAAN SEBAGAI BAHASA BARU POLITIK 2029

Rabu, 9 September 2026 - 16:05 WIB

Sinergi Rutan Kelas I Jakarta Pusat dengan PPSU Kelurahan Rawasari, Bergerak Bersama

Rabu, 9 September 2026 - 16:04 WIB

Haornas ke-43, Dindikpora Pemalang Dorong Masyarakat Budayakan Olahraga

Rabu, 9 September 2026 - 15:10 WIB

Spektakuler! Parade Siswa dan Drama Teatrikal Buka Maulid Nabi di SMAN 1 Sangkapura Gresik

Berita Terbaru