Maulid Nabi di SDN Padangdangan I Sumenep: Ketika Sekolah, Orang Tua dan Masyarakat Duduk Bersama Meneladani Rasulullah

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep— Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN Padangdangan I, Kamis (10/9/2026), terasa bukan sekadar agenda keagamaan tahunan. Di tengah suasana yang khusyuk dan khidmat, sekolah mempertemukan guru, siswa, wali murid, tokoh masyarakat dan para pemerhati pendidikan dalam satu ruang kebersamaan: merawat pendidikan sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Hadir sebagai muballigh, K. Muhammad Said menyampaikan tausiyah yang mengajak seluruh hadirin untuk kembali melihat makna perjuangan dalam kehidupan. Turut hadir mantan Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan H. Sutiksan, M.Pd., Amir Husin, S.Pd., Tokoh Masyarakat sekaligus Ketua Komite K. Hafid Bahar, serta para wali murid dari kelas I hingga kelas VI.

Kepala SDN Padangdangan I, H. Matrasit, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh wali murid serta undangan yang telah hadir dan menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak mungkin hanya dibebankan kepada sekolah. Ada empat pilar yang harus berjalan bersama dan saling menguatkan. Keempatnya harus mampu membangun komunikasi, bekerja sama dan berkolaborasi agar pendidikan di SDN Padangdangan I semakin maju.

Pesan tersebut menjadi penting karena sekolah bukanlah ruang yang berdiri sendiri. Pendidikan anak tumbuh dari hubungan yang saling menguatkan antara sekolah, keluarga, masyarakat dan berbagai unsur yang memiliki kepedulian terhadap masa depan anak.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, K. Muhammad Said mengajak jamaah untuk melakukan refleksi sederhana tentang kebaikan dan keburukan.

Ia menjelaskan bahwa untuk melakukan kebaikan sering kali manusia membutuhkan usaha, kesabaran dan perjuangan yang tidak ringan. Sebaliknya, untuk melakukan keburukan terkadang seseorang tidak membutuhkan perjuangan yang besar.

Bahkan, kata dia, kebaikan yang tidak membutuhkan modal finansial pun terkadang terasa berat untuk dilakukan. Namun ironisnya, ketika berhadapan dengan sesuatu yang tidak baik, seseorang bisa saja rela mengeluarkan biaya, tenaga dan waktu untuk mempertahankannya.

Pesan tersebut seolah menjadi cermin bagi setiap orang tua, guru dan anak-anak yang hadir. Bahwa pendidikan karakter sesungguhnya bukan hanya tentang mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, tetapi tentang melatih diri untuk memilih dan memperjuangkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

K. Muhammad Said kemudian mengajak jamaah memperdalam hubungan mereka dengan Al-Qur’an melalui cara pandang yang lebih dekat dan menghayati.

Ia mengupas tiga komponen yang berperan dalam turunnya Al-Qur’an, yakni Allah SWT, Malaikat Jibril dan Nabi Muhammad SAW. Dari sana, jamaah diajak untuk tidak sekadar membaca Al-Qur’an sebagai rutinitas, tetapi berusaha menghadirkan rasa dan penghayatan ketika membacanya.

Menurutnya, ketika membaca Al-Qur’an, umat Islam perlu menyadari bahwa ayat yang dibaca hari ini adalah ayat yang sama yang dibaca Rasulullah SAW sekitar 15 abad yang lalu.

Karena itu, membaca Al-Qur’an hendaknya dilakukan dengan penuh penghayatan, seolah-olah sedang berada di hadapan Rasulullah SAW. Lebih jauh, keteladanan tersebut tidak berhenti pada bacaan Al-Qur’an, tetapi diteruskan dalam kehidupan sehari-hari dengan menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam bersikap, berbicara dan memperlakukan sesama.

Pesan itu membuat suasana pengajian semakin hening dan khidmat. Anak-anak tidak hanya hadir sebagai peserta kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari sebuah proses belajar bahwa mencintai Nabi Muhammad SAW bukan hanya dengan memperingati kelahirannya, melainkan dengan berusaha menghadirkan akhlaknya dalam kehidupan.

Apresiasi untuk Anak-Anak yang Berprestasi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN Padangdangan I juga menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada siswa-siswi yang telah menunjukkan prestasi.

Dalam kesempatan tersebut, sekolah memberikan hadiah dan trophy kepada para pemenang lomba keagamaan yang sebelumnya dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan tengah semester.

Apresiasi juga diberikan dalam bentuk uang pembinaan kepada siswa yang telah mewakili SDN Padangdangan I dan berhasil meraih kejuaraan dalam berbagai perlombaan, baik di tingkat Kecamatan maupun Kabupaten Sumenep.

Bagi sekolah, penghargaan tersebut bukan semata-mata tentang trophy atau hadiah. Ada pesan yang ingin ditanamkan bahwa setiap usaha dan perjuangan anak layak dihargai.

Di hadapan para orang tua dan undangan, anak-anak belajar bahwa prestasi lahir dari keberanian untuk mencoba, ketekunan untuk berlatih dan kesediaan untuk terus belajar.

Begitu pula dengan peringatan Maulid Nabi. Ia tidak berhenti pada sebuah acara seremonial, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan ilmu, keteladanan, penghargaan dan kebersamaan.

Hari itu, SDN Padangdangan I seakan mengingatkan kembali bahwa pendidikan yang kuat tidak hanya dibangun dari ruang kelas. Ia tumbuh ketika guru mau membimbing, orang tua mau mendampingi, masyarakat mau peduli dan anak-anak diberi ruang untuk berkembang.

Sebab pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang membuat anak menjadi pintar, tetapi tentang membantu mereka tumbuh menjadi manusia yang berilmu, berakhlak dan mampu membawa kebaikan bagi orang lain.

Berita Terkait

Yuk, Buruan Belanja di Toko Emas Central 88 Pamekasan, Investasi Dunia Akhirat! Membeli = Berbagi, Berpeluang Raih Paket Umrah Gratis
Tak Ingin Budaya Madura Tinggal Cerita, ALiansi Jurnalis Pamekasan-DKP dan KNPI Gelar Pekan Kebudayaan 25–31 Oktober 2026
Tak Hanya Santuni Penghafal Al-Qur’an, Santri Anak Yatim dan Santri Disabilitas, Bang Ali Bawa Misi Kepedulian untuk 3.000 Santri Pamekasan, Rencanakan Gedung Ainun Umar dan Masjid
Usai Resepsi di Banyuwangi, Bos Ayunda H. Bambang Budianto dan CEO Dian Gorden Gelar Unduh Mantu di Pamekasan, Ribuan Tamu Hadir
Polemik Soto Mantenan Kediri Memanas: LSM RATU Desak Pemkot Usut Tuntas Perizinan Bangunan
PC DMI, MUI Sangkapura, dan LTMNU Bawean Gelar Turba, Perkuat Pengelolaan Masjid
Mulai Besok Selamat Tiga Hari, Pameran dan Uji Tembak Batu Akik Bupati Sumenep Cup 2026 Diikuti Peserta se-Indonesia, Hadiah Utama Mobil Civic LX
Matangkan Persiapan Bupati Cup 2026, Panitia Pameran dan Uji Tembak Batu Akik Sumenep Gelar Rakoor Pemantapan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Yuk, Buruan Belanja di Toko Emas Central 88 Pamekasan, Investasi Dunia Akhirat! Membeli = Berbagi, Berpeluang Raih Paket Umrah Gratis

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Tak Ingin Budaya Madura Tinggal Cerita, ALiansi Jurnalis Pamekasan-DKP dan KNPI Gelar Pekan Kebudayaan 25–31 Oktober 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Tak Hanya Santuni Penghafal Al-Qur’an, Santri Anak Yatim dan Santri Disabilitas, Bang Ali Bawa Misi Kepedulian untuk 3.000 Santri Pamekasan, Rencanakan Gedung Ainun Umar dan Masjid

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Usai Resepsi di Banyuwangi, Bos Ayunda H. Bambang Budianto dan CEO Dian Gorden Gelar Unduh Mantu di Pamekasan, Ribuan Tamu Hadir

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Polemik Soto Mantenan Kediri Memanas: LSM RATU Desak Pemkot Usut Tuntas Perizinan Bangunan

Berita Terbaru