SURAKARTA — Niat menikmati masa liburan dan berkunjung ke Kota Surakarta berubah menjadi peristiwa memilukan bagi Keysha PS (22), seorang mahasiswi asal Kediri, Jawa Timur.
Keysha kini harus terbaring di RSUI Kustati Surakarta usai menjadi korban kecelakaan lalu lintas tepat di depan Stasiun Jebres, Surakarta, Jawa Tengah.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada pagi hari sekitar pukul 10.25 WIB. Keysha yang saat itu baru saja keluar dari Stasiun Jebres bersama sang adik hendak menyeberang jalan. Namun, di tengah jalan, sebuah sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi AD 5926 BS yang dikendarai oleh Dwi Sekti Sancoko (40) mendadak melaju dan menyambar tubuh Keysha.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Benturan keras tersebut mengakibatkan pendarahan hebat di area wajah dan mulut korban. Korban sempat dilarikan ke RSUI Kustati, sebelum akhirnya dirujuk ke RSGM Soelastri UMS untuk mendapatkan penanganan darurat pada gigi bagian depan yang terus mengeluarkan darah.
Akibat insiden ini, Keysha harus merelakan dua gigi depannya tanggal. Karena keluhan rasa sakit yang membentang di area wajah hingga hidung, Keysha kembali dibawa ke RSUI Kustati untuk menjalani rawat inap dan pemeriksaan lanjutan CT-scan di bagian kepala.
Di tengah kondisi trauma dan penderitaan fisik yang dialami korban, penanganan kasus ini sempat tertunda. Adik korban mengungkapkan bahwa sejak awal kejadian pihak keluarga sudah berulang kali meminta agar insiden kecelakaan ini dilaporkan secara resmi ke kepolisian, namun upaya tersebut terus diabaikan oleh penabrak.
Ketidakjelasan pertanggungjawaban dari pengendara motor hingga malam hari menjelang dini hari akhirnya mendorong keluarga korban yang tiba dari Kediri untuk mengambil langkah tegas dengan menghubungi pihak kepolisian.
Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Surakarta kemudian mendatangi lokasi dan memeriksa para saksi, termasuk adik korban yang memberikan kronologi kejadian.
Saat ini, petugas Satlantas Polres Surakarta telah mengamankan barang bukti berupa sepeda motor, STNK, serta KTP milik pengendara. Pihak kepolisian masih memberikan ruang mediasi bagi kedua belah pihak.
Meski demikian, pihak keluarga korban belum dapat memberikan keputusan terkait langkah perdamaian.
Musibah ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik Keysha, tetapi juga mengancam masa depannya.
Untuk diketahui, dalam waktu dekat, mahasiswi jurusan pariwisata ini dijadwalkan harus mengikuti program magang kuliah (sebuah kegiatan akademis yang menuntut penampilan diri secara optimal), yang kini terancam akibat hilangnya dua gigi depan korban.
Penulis : Bimo







