SUMENEP— Bukan dengan todongan senjata, bukan pula dengan kekerasan. Modus meminta pertolongan di tengah jalan justru diduga menjadi awal hilangnya sepeda motor Honda PCX milik warga Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Peristiwa yang disebut seperti “perampokan versi halus” tersebut terjadi di sekitar Jembatan Pasongsongan pada Minggu (20/9/2026).
Honda PCX bernomor polisi M 4296 YF milik Herlin dilaporkan raib setelah anaknya, Fauzan Ainalhaq, bersama temannya, Rizki, berinteraksi dengan dua orang yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut penuturan Fauzan, kejadian bermula ketika salah satu dari dua orang tersebut menghampirinya dan meminta bantuan untuk diantar ke suatu lokasi.
Fauzan kemudian disebut dibonceng menggunakan sepeda motor Honda Scoopy milik orang tersebut. Sebelum berangkat, Fauzan diminta meninggalkan Honda PCX di sekitar jembatan dengan alasan akan dijaga oleh orang lainnya.
Fauzan pun mengikuti orang tersebut menggunakan Honda Scoopy.
Sementara itu, Rizki tetap berada di sekitar lokasi bersama satu orang lainnya.
Tak lama kemudian, situasi berubah. Menurut penuturan Rizki, orang yang bersamanya meminta agar Honda PCX digunakan untuk menjemput Fauzan.
Dalam kondisi bingung dan takut, Rizki disebut tidak mampu mencegah ketika sepeda motor tersebut kemudian dibawa pergi.
Fauzan dan Rizki kemudian menyadari bahwa mereka diduga telah menjadi korban modus kejahatan. Honda PCX yang sebelumnya ditinggalkan di sekitar jembatan sudah tidak berada di tempat.
Keluarga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pasongsongan pada Minggu (20/9/2026).
Dalam laporan tersebut, perkara dikategorikan sebagai dugaan penipuan dan penggelapan dengan nilai kerugian sekitar Rp35 juta.
Tokoh Agama: Seperti “Perampokan Versi Halus”
Kejadian tersebut mendapat sorotan salah satu tokoh agama di Kecamatan Pasongsongan.
Ia menyayangkan kembali terjadinya kehilangan sepeda motor di wilayah tersebut. Menurutnya, apabila kejadian serupa terus berulang, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian lebih serius.
“Ini sangat disayangkan. Kehilangan sepeda motor di Pasongsongan bukan lagi hal baru. Persoalan seperti ini terus kembali terjadi dan tentu membuat masyarakat resah,” ujarnya.
Ia menilai, berdasarkan rangkaian kejadian yang disampaikan Fauzan dan Rizki, modus tersebut terlihat seperti “perampokan versi halus”.
Korban, kata dia, tidak langsung dihadapkan pada kekerasan. Namun, korban terlebih dahulu didekati dengan cara meminta pertolongan hingga kendaraan diduga dibawa pergi.
“Kalau melihat dari ceritanya, ini seperti perampokan versi halus. Korban dibuat percaya terlebih dahulu, kemudian kendaraan bisa dibawa pergi. Tetapi tentu apakah ini benar modus kejahatan tertentu, harus dibuktikan melalui penyelidikan polisi,” katanya.
Kapolresta Sumenep Didesak Ambil Langkah Strategis
Atas kejadian tersebut, tokoh agama itu mendorong Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu bersama jajaran untuk tidak hanya melihat kasus tersebut sebagai persoalan hilangnya satu unit sepeda motor.
Menurutnya, apabila hasil penyelidikan menemukan adanya pola atau modus serupa dalam sejumlah kejadian, kepolisian perlu melihat kemungkinan keterkaitan antarperistiwa.
Ia juga mendorong penguatan koordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah lain.
“Kalau memang ada indikasi modus yang sama dan pelakunya berpindah-pindah wilayah, perlu ada koordinasi lintas daerah. Jangan sampai setelah beraksi di satu wilayah kemudian berpindah ke wilayah lain dan kejadian kembali berulang,” tegasnya.
Menurutnya, koordinasi lintas daerah penting untuk mengurai kemungkinan pola kejahatan apabila memang ditemukan keterkaitan berdasarkan hasil penyelidikan.
Ia juga meminta polisi menelusuri seluruh petunjuk yang tersedia, mulai dari keterangan Fauzan dan Rizki, rekaman CCTV di sekitar lokasi, identitas kendaraan yang digunakan dua orang tersebut, hingga kemungkinan jejak perjalanan Honda PCX setelah dibawa pergi.
“Yang paling penting adalah fakta dan bukti. Kalau ada jaringan atau pola yang sama, harus diurai. Koordinasi lintas daerah menjadi penting agar mata rantainya bisa diputus,” ujarnya.
Ia berharap penyelidikan dilakukan secara menyeluruh sehingga keberadaan Honda PCX dapat segera diketahui dan pihak yang terbukti terlibat dapat diproses sesuai ketentuan hukum.
Polisi Masih Telusuri Keberadaan PCX
Sementara itu, hingga Senin (21/9/2026), penyelidikan atas laporan tersebut masih berlangsung.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dan petunjuk untuk mengungkap kronologi secara utuh, termasuk menelusuri keberadaan Honda PCX M 4296 YF serta identitas dua orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
Seluruh dugaan mengenai modus maupun keterlibatan pihak tertentu masih menunggu kepastian berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang diperoleh kepolisian.







