PROBOLINGGO — Cita rasa yang memikat dan kemasan yang memanjakan mata ternyata belum cukup untuk membawa produk kuliner lokal menembus pasar yang lebih luas. Lebih dari itu, jaminan kesehatan dan keamanan pangan kini menjadi modal utama bagi para pelaku usaha untuk memenangkan kepercayaan konsumen.
Menyadari hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bergerak taktis memperkuat kapasitas para pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) lewat bimbingan teknis (bimtek) keamanan pangan yang digelar pada Rabu (23/9/2026). Sebanyak 32 pelaku IRTP dari berbagai kecamatan dikumpulkan untuk membedah ulang standar higienitas dapur produksi mereka.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo, Sri Wahyu Utami, menegaskan bahwa rantai keamanan pangan wajib dijaga ketat sejak bahan baku menyentuh meja produksi hingga siap disajikan.”Produk pangan yang dihasilkan tidak hanya dituntut memiliki cita rasa dan tampilan yang baik, tetapi juga harus aman dikonsumsi masyarakat,” ujar Sri Wahyu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pemahaman ini krusial agar pelaku usaha tahu persis faktor apa saja yang bisa memicu kontaminasi, mulai dari aspek kebersihan lingkungan, metode pengolahan, hingga tata cara penanganan produk.Pada hari pertama bimtek, atmosfer ruang pelatihan berjalan interaktif.

Para peserta digembleng dengan materi (Lima Kunci Keamanan Pangan) serta ancaman nyata dari Foodborne Disease atau penyakit yang dipicu oleh kontaminasi makanan. Edukasi ini sengaja dikemas dua arah agar para produsen rumahan sadar akan risiko fatal jika mengabaikan prosedur higienis.
Sri Wahyu berharap formula lima kunci keamanan pangan ini tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas, melainkan diadopsi menjadi kebiasaan baru di dapur produksi sehari-hari. Langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi pelaku UMKM. Produk yang diolah secara bersih otomatis akan mendongkrak citra merek dan memperluas jangkauan pasar.
“Ketika mutu dan keamanan produk semakin baik, peluang untuk memperluas pemasaran juga semakin terbuka. Upaya ini adalah bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pemberdayaan UMKM di Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.
Melalui standarisasi ini, Dinkes Kabupaten Probolinggo membidik dua target sekaligus: memayungi kesehatan masyarakat sebagai konsumen, serta mendongkrak daya saing produk lokal agar mampu bersaing di pasar modern.”Peningkatan kualitas produk di tingkat rumah tangga diharapkan berjalan beriringan dengan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan lokal Kabupaten Probolinggo,” pungkas Sri Wahyu.
Penulis : Moch Solihin







