Menjaga Nadi Kesehatan Santri,Dinkes Probolinggo Galang Kekuatan Lintas Sektoral

Kamis, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO — Pondok pesantren bukan sekadar pusat menimba ilmu agama, melainkan miniatur kehidupan tempat ribuan santri tumbuh dan berkembang. Menyadari kompleksitas kebutuhan di lingkungan ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mengambil langkah progresif dengan membentuk Tim Pembina Pondok Pesantren pada Kamis (24/9/2026).

Langkah ini menjadi tonggak baru dalam mengintegrasikan program kesehatan yang adaptif dan menyeluruh bagi dunia pesantren.Pertemuan strategis yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo, Sri Wahyu Utami, ini bukan sekadar seremoni di atas kertas. Pembentukan tim ini dirancang sebagai wadah peleburan ego sektoral demi satu tujuan bersama melahirkan generasi santri yang sehat, tangguh, dan optimal dalam tumbuh kembangnya.

Sri Wahyu Utami menegaskan bahwa kesehatan pesantren tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan medis semata. Diperlukan kerja keroyokan yang melibatkan berbagai elemen strategis daerah.”Pembinaan pondok pesantren membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dengan keterlibatan berbagai Perangkat Daerah, unsur keagamaan, dan perguruan tinggi, pembinaan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terpadu sesuai dengan kebutuhan pondok pesantren dan para santri,” ujar Sri Wahyu dengan optimis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gerakan ini berhasil memikat komitmen luas. Dari lini keagamaan dan perencanaan, hadir Kantor Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Baperlitbangda Kabupaten Probolinggo.

Tak tanggung-tanggung, belasan Perangkat Daerah turut melebur ke dalam tim. Mulai dari urusan ketahanan pangan, komunikasi, perdagangan, lingkungan hidup, hingga sektor sosial dan pendidikan. Kehadiran mereka memastikan bahwa intervensi kesehatan nantinya akan menyentuh aspek hulu hingga hilir,seperti sanitasi lingkungan pesantren, kecukupan gizi pangan santri, hingga literasi digital terkait kesehatan.

Kekuatan tim ini kian paripurna dengan bergabungnya tiga pilar akademis lokal, yakni Universitas Nurul Jadid, Universitas Islam Zainul Hasan, dan Universitas Hafshawaty Zainul Hasan. Keterlibatan perguruan tinggi berbasis pesantren ini diharapkan membawa perspektif ilmiah sekaligus pendekatan emosional yang tepat sasaran bagi dinamika santri.

Bagi Dinkes Probolinggo, pembentukan tim ini barulah babak awal dari komitmen jangka panjang. Pendekatan kolaboratif ini diyakini akan menjadi fondasi kokoh untuk melahirkan program pembinaan yang terarah, adaptif, dan berkelanjutan.

“Dengan sinergi pemerintah daerah, unsur keagamaan, dan perguruan tinggi, pembinaan pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin mampu mendukung terciptanya lingkungan yang sehat, aman, dan kondusif bagi tumbuh kembang para santri,” pungkas Sri Wahyu, menutup harapan besar bagi masa depan kesehatan pesantren di Probolinggo.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Resmi Terpilih di Forum IMAKIPSI UIN Jakarta, Dimas Hanafi Putra Siap Kawal Isu Pendidikan Jawa Timur
Menjemput Selamat di Lereng Bromo Uji Portabel Jeep Masal Siap Digelar
Bukan Cuma Soal Rasa, Dinkes Probolinggo Dorong Produk IRTP Naik Kelas Lewat Keamanan Pangan
Cegah Stunting dari Hulu, Ketua TP PKK Sumenep Dorong Edukasi Gizi dan Konsumsi Ikan
Asap Dapur Dringu yang Getir Saat Beras Bantuan Pemerintah Sulit Ditelan Warga
Elim Tyu Samba Terpilih Pimpin KONI Kota Blitar, Raih 24 Suara di Tengah Musorkotlub yang Dinamis
Tak Perlu Bingung Cari Kerja! 35 Perusahaan Siap Buka Lowongan di Sumenep Job Fair 2026
Pemerataan Pembangunan Jadi Prioritas, JSI Apresiasi Gus Fauzi Bangun Sumenep dari Daratan hingga Kepulauan

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:02 WIB

Menjaga Nadi Kesehatan Santri,Dinkes Probolinggo Galang Kekuatan Lintas Sektoral

Kamis, 24 September 2026 - 14:17 WIB

Resmi Terpilih di Forum IMAKIPSI UIN Jakarta, Dimas Hanafi Putra Siap Kawal Isu Pendidikan Jawa Timur

Rabu, 23 September 2026 - 20:46 WIB

Menjemput Selamat di Lereng Bromo Uji Portabel Jeep Masal Siap Digelar

Rabu, 23 September 2026 - 20:12 WIB

Bukan Cuma Soal Rasa, Dinkes Probolinggo Dorong Produk IRTP Naik Kelas Lewat Keamanan Pangan

Rabu, 23 September 2026 - 16:00 WIB

Cegah Stunting dari Hulu, Ketua TP PKK Sumenep Dorong Edukasi Gizi dan Konsumsi Ikan

Berita Terbaru