SUMENEP, detikzone.id – Peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat persatuan dan kebersamaan. Mengusung tema “Songennep Jaja Rajja”, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu menjaga warisan budaya sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar rangkaian kata untuk memeriahkan peringatan hari jadi. Di dalamnya terkandung pesan tentang pentingnya persatuan, kedaulatan wilayah, pelestarian budaya, serta tekad bersama mewujudkan kemakmuran masyarakat.
Pesan itu disampaikan Bupati saat Upacara Peringatan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep di depan Masjid Jamik Sumenep, Sabtu (31/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, persatuan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.
“Persatuan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga identitas daerah, sekaligus menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang,” kata Fauzi.
Ia menjelaskan, semangat Songennep Jaja Rajja juga menjadi pijakan bagi pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan berkelanjutan, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumenep 2025–2029.
Karena itu, momentum hari jadi diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan. Lebih dari itu, peringatan tersebut harus menjadi penggerak sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen pembangunan untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat melalui semangat Songennep Jaja Rajja untuk menjaga persatuan, merawat warisan budaya, dan mengambil bagian dalam pembangunan demi mewujudkan Sumenep Unggul, Mandiri, dan Sejahtera,” tegasnya.
Fauzi menambahkan, pembangunan Sumenep tidak hanya berorientasi pada kemajuan infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pemerataan kesejahteraan juga menjadi bagian penting dari agenda pembangunan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari perubahan fisik suatu wilayah, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup, kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Pembangunan yang mencakup berbagai sektor ini, kemajuan daerah tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi tercermin melalui peningkatan kualitas hidup, kemandirian ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat secara merata dengan menjaga nilai-nilai budaya lokal,” pungkasnya.
Di usia ke-757 tahun, semangat Songennep Jaja Rajja menjadi pengingat bahwa masa depan Sumenep tidak hanya dibangun oleh pemerintah, melainkan membutuhkan persatuan, kepedulian, dan keterlibatan seluruh masyarakat, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.







