Blitar, Detikzone.id – Pengalaman berharga benar-benar dirasakan oleh para kepala daerah yang mengikuti program retret. Begitu juga Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, yang dikenal dengan sapaan Mas Ibin. Dalam seminggu ini, ia banyak berdiskusi tentang tata kelola pemerintahan, serta berbagi pengalaman dengan banyak kepala daerah lain dari Sabang hingga Merauke.
Selama retret yang digelar di Magelang ini, Mas Ibin tak hanya fokus pada isu-isu pemerintahan, tetapi juga tidak melupakan kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerahnya, Blitar. Sebagai daerah yang terkenal dengan sejarah perjuangan Bung Karno, Mas Ibin dengan bangga memperkenalkan Blitar sebagai “Bumi Bung Karno”, tempat kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung, Mas Ibin menekankan pentingnya pengelolaan potensi lokal untuk kemajuan daerah. Ia menceritakan berbagai potensi wisata dan budaya yang dimiliki Blitar, seperti Makam Bung Karno yang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah, serta berbagai produk unggulan daerah yang dapat dipromosikan lebih luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Blitar bukan hanya kaya akan sejarah, tetapi juga memiliki berbagai potensi lain, seperti sektor pertanian dan pariwisata yang terus kami kembangkan. Melalui kesempatan ini, saya berharap Blitar bisa lebih dikenal dan bisa memanfaatkan kerjasama dengan daerah lain untuk memajukan perekonomian lokal,” ujarnya.
Selain itu, Mas Ibin juga menyebutkan pentingnya sinergi antar daerah dalam membangun pemerintahan yang lebih baik, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan adanya retret ini, diharapkan dapat mempererat hubungan antar kepala daerah dan membuka peluang kerjasama yang lebih luas.
Retret yang berlangsung selama seminggu ini juga menjadi momen berharga bagi para kepala daerah untuk berbagi pengalaman dan membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di masing-masing daerah.
Banyak kegiatan yang dilaksanakan selama seminggu program retret berlangsung. Mulai dari Latihan baris-berbaris, mendengarkan paparan materi dari Presiden Prabowo, Wapres, hingga para Menteri Kabinet Merah Putih, Lemhanas, hingga beberapa Lembaga negara lainnya.
“Banyak kegiatan yang kami ikuti, mendengar langsung pengarahan dari Presiden dan Wapres, dan para Menteri,” jelasnya, Jumat (28/2/2025).
Tak hanya itu, jelas Mas Ibin, selain pengarahan tentang arah kebijakan pemerintah ke depan, para kepala daerah juga saling kenal dan komunikasi, serta berdikusi terutama tentang potensi masing-masing daerah yang akan dipimpin. Sehingga ke depan memungkinkan dilakukannya kerjasama antar-daerah.
“Termasuk potensi yang ada di Kota Blitar, bagaimana Makam Bung Karno (MBK) dan beberapa komoditas unggulan Kota Blitar, saya diskusikan dengan banyak kepala daerah,” ungkapnya.
Tak pelak, selama kurang lebih seminggu mengikuti retret ini, Mas Ibin merasakan keseruan dan diskusi panjang yang kaya materi, dan banyak wawasan bagaimana mengembangkan daerah masing-masing, sesuai dengan kondisi dan potensi yang dimiliki.
Sangat seru, banyak diskusi dan komunikasi selama mengikuti kegiatan bersama-sama selama seminggu ini,” ujarnya.
Dari program retret ini, ujar Mas Ibin, banyak hal yang bisa dibawa kembali ke daerah masing-masing oleh para kepala daerah.
“Saya merasa banyak tambah wawasan, semoga hasil retret ini bisa saya bawa ke Kota Blitar,” bebernya. (Adv/Kmf/Bas)
Penulis : Basui







