Ramadhan Penuh Berkah, Pembuat Kerupuk Rengginang di Pemalang Kebanjiran Order Pesanan

Rabu, 5 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, Detikzone.id -Bulan Ramadhan dan menjelang lebaran idul Fitri tahun ini pembuat kerupuk Rengginang di kampung Mengoneng, Kelurahan Bojongbata, kecamatan Pemalang kota, bernama Nurhayati ( 55 ) mampu menghabiskan 2 Kwintal atau 200 kilogram jajanan khas lebaran ini , Usaha rumahan kerupuk Rengginang yang sudah dilakoni ibu tiga anak semenjak 25 tahun yang lalu itu, laris manis kebanjiran pesanan baik dari bakulan ( pedagang) maupun pembeli yang datang langsung ke rumah sekaligus tempat produksi olahan makanan kering tersebut.

Berawal dari membikin jajanan buat cemilan anak-anaknya, karena tidak mampu membeli cemilan di toko atau warung.Nurhayati hidup dalam kesulitan ekonomi saat itu.

Yati begitu biasa dipanggil orang di kampungnya, tidak pernah bisa diam Tangannya, ada saja yang dilakukan untuk mengisi waktu luangnya ,setelah melakukan pekerjaan rutin sebagai ibu rumah tangga, selepas mencuci, masak, dan mengurus anak-anaknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini Nurhayati bisa memproduksi 20 -30 kilogram rebusan beras ketan untuk dijadikan rengginang, bahkan moment Ramadhan dan jelang lebaran nanti , mampu menghabiskan dua Kwintal beras Ketan sebagai bahan dasar kerupuk Rengginang.

Demi menjaga kwalitas kerupuk rengginangnya, semua proses produksi dikerjakan sendiri tanpa mempekerjakan karyawan.

” Beda tangan beda rasa rengginang ini, jadi walaupun super capai, demi kwalitas rengginang semuanya saya kerjakan sendiri, ” kata Yati , pada Rabu ( 5/3 ) .

Ada 2 harga kerupuk rengginang yang masih mentah belum digoreng sesuai varian rasa yaitu Rp,40 ribu untuk rasa original dan Rp,45 ribu untuk rasa manis, jika pembeli mengharapkan rengginang yang sudah digoreng mateng Rp, 70 ribu serta Rp,120 ribu untuk satu kaleng besar rengginang mateng.

Nurhayati nampaknya sudah cukup bahagia, dengan usaha membuat rengginang, alasannya bisa menambah penghasilan keluarga, Dirinya tdak terfikirkan untuk mempekerjakan karyawan, apalagi belajar manajemen bisnis.

Bermula dari kondisi kepepet ekonomi saat itu, Nurhayati sudah membuat rengginang selama 25 tahun, dari sebuah rumah kontrakan kecil, ia mencoba untuk membuat adonan rebusan beras ketan dibuat menjadi krupuk rengginang, buat cemilan anak -anaknya.

Seiring berjalannya waktu, percobaan dirinya berhasil dan menjadi dikenal sebagai pembuat krupuk rengginang di kampung Mengoneng, Kelurahan Bojongbata, sekaligus tersemat sebagai “bakul” atau pedagang rengginang kelas usaha kecil-kecilan.

Racikan bumbunya sangat sederhana, namun dengan bahan dan bumbu yang alami. Hasil rebusan beras ketan yang telah matang, dengan terlebih dahulu di campur bumbu dan rempah, seperti bawang putih, ketumbar dan dan terasi udang.

Rahasia rengginang buatan Yati dengan rasa gurih dan asin yang khas, didapat dari bumbu terasi yang digunakannya, Nurhayati hanya menggunakan terasi dari hasil olahan laut perajin terasi di Jawa Timur.

“Selain terasi Jawa Timur saya ngga’ pakai,” terang Nurhayati.

Satu kilo, dua kilo awalnya, di bungkusi setelah rengginang kering dengan packing ukuran 1/4 kilo, 1/2, sampai satu kilo. Dijajakan oleh ibu beranak tiga ini mengelilingi kampung Mengoneng di pinggiran kota Pemalang.

Awalnya di jajakan keliling dari kampung ke kampung. Lambat laun karena masyarakat sekitar mulai cocok dengan rasa rengginang buatannya, banyak orang yang pesan untuk di makan sendiri sebagai cemilan keluarga maupun pesanan untuk dijual kembali.

Selain itu, banyak warga yang akan menggelar hajatan pesan terlebih dahulu rengginang buatannya. Hampir seluruh kampung dan wilayah sekelilingnya, jika ada rengginang yang ada di pasar, toko sembako, dan warung-warung, bisa dipastikan rengginang buatan Nurhayati.

” Bahkan sudah lama Rengginang kami dibawa ke Lampung dan kota Menado Sulawesi, ” kata Nurhayati bangga

Untuk menjaga dan meningkatkan mutu rengginangnya, termasuk segi pemasarannya, beberapa kali Nurhayati mengikuti pelatihan pembuatan makanan sehat dan aman serta bergizi yang diselenggarakan oleh Dinas terkait.( Ragil).

Berita Terkait

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang
Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi
Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik
Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 
Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga
Antrean Mengular, SPBU 5483504 Lombok Tengah Tetap Layani Pembelian Pertalite Pakai Botol Plastik
Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Sukses Gelar MANAFERA FUTSAL CUP 2026, Ajang Futsal Pelajar Se-Jateng DIY Berlangsung Meriah
Pelatihan Startup Bisnis di STMIK Tazkia Bogor: Mahasiswa Belajar Bangun Bisnis Digital Langsung dari Nol

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:40 WIB

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:52 WIB

Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:35 WIB

Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:31 WIB

Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:02 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga

Berita Terbaru