Sumenep – Sejak SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi, inisial NH (21), Mahasiswi yatim asal desa Longos, Kecamatan Gapura, Kabupeten Sumenep yang sejak kecil tinggal bersama paman dan bibinya seakan tersisih dan luput dari perhatian pemerintah lantaran tidak pernah mendapat beasiswa, Kamis, 06/03/2025.
Bahkan Mahasiswi Universitas Wiraraja (UNIJA) Sumenep ini telah melakukan berbagai macam cara, namun segala upaya yang telah dilakukan berakhir sia sia.
Janji Pemerintah yang akan memberikan Beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi, serta pelajar yang kurang mampu secara ekonomi bahkan yatim ternyata hanya Bualan belaka dan tak ada guna.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak kecil, NH bercita – cita ingin menunaikan amanah almarhum ayahandanya supaya jangan pernah putus sekolah dan melanjutkan pendidikan hingga kuliah.
Walau jadi anak yatim, NH terus mendapat motivasi dan dukungan dari paman dan bibinya sebagai pengganti ayahandanya yang telah menghadap sang khalik.
Walaupun sakit – sakitan, Abdullah, paman NH yang kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan tidak pernah mengeluh.
Bahkan meski sakit, Abdullah masih mencari nafkah demi keluarga dan biaya keponakannya yang saat ini mengenyam bangku kuliah berbayar di Unija hingga semester 4.
Menyikapi hal itu, aktivis pemerhati Pendidikan akan melakukan aksi demo besar besaran di Sumenep.
“Janji Pemerintah yang akan memberikan Beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi, serta pelajar yang kurang mampu secara ekonom ternyata hanya pepesan kosong. Buktinya banyak ketimpangan yang terjadi yang mencoreng marwah dunia pendidikan, khususnya di Sumenep. Yang kaya raya malah dapat beasiswa dan yang miskin bahkan anak yatim tersisihkan,” tegas Ahmadi.
Aktivis kelahiran Kecamatan Batang – batang ini bahkan mengultimatum Pemerintah Daerah untuk memberikan solusi.
“Jika tidak ada solusi, maka kami akan membuka aib dunia pendidikan secara terang terangan kepada publik. Termasuk penerima beasiswa yang tidak tepat sasaran,” tandasnya.
Penulis : Redaksi







