Idul Fitri 1446 H, Renungan Peradaban Bangsa

Minggu, 30 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional – Tak terasa Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah sebentar lagi tiba. Umat Islam seluruh dunia telah bersiap menanti momentum agung ini tak terkecuali di Indonesia.

Khusus di tanah air, serba-serbi kehidupan masyarakat menyambut momen 1 Syawal ini berlangsung begitu guyub dan rukun.

Hampir tidak terdengar kebisingan berarti yang merusak irama dan langkah penantian kaum muslimin menyongsong Hari Kemenangan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masing-masing daerah dengan tradisinya yang khas mencoba menampilkan ragam dan corak budayanya yang penuh estetik. Saat ini, Penulis menikmati suasana Iedul Fitri di Desa Kecil Pademawu, Pamekasan.

Di Indonesia, Islam tidak sekadar menjadi agama representatif bagi mayoritas penduduk. Lebih dari itu, Islam merupakan simbol kedamaian dan merangkul setiap perbedaan yang eksis di bumi pertiwi.

Islam merupakan simbol peradaban bangsa Indonesia sejak dahulu kala hingga sekarang. Ia menafasi setiap langkah dan degup pembangunan bangsa.

Merangkul minoritas dan menyerukan kebersamaan dan kesetaraan dalam semangat ukhuwah (mempererat tali persaudaraan).

Islam dan bangsa Indonesia adalah dua anasir utama yang saling membutuhkan dan membingkai bersama.

Mustahil melihat wajah Indonesia tanpa memahami peran Islam di dalamnya, juga tidak mungkin menyaksikan Islam hadir dan eksis di Indonesia tanpa melihat dukungan entitas lainnya yang memberi tempat dan keteduhan.

Inilah perpaduan sempurna yang kita sebut sebagai sebuah persenyawaan estetik dan apik antara Islam dan anasir kebangsaan.

Dalam momentum Idul Fitri 2025 ini, sebagai sebuah bangsa besar yang dihormati dunia, Indonesia dengan mayoritas penduduk Islam di dalamnya saatnya memantapkan diri untuk menyusun langkah yang lebih besar di masa akan datang.

Langkah besar itu meliputi upaya mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, ikut terlibat dalam perdamaian dunia dan tampil sebagai bagian penting dalam percaturan dan pergaulan bangsa-bangsa dalam kancah global.

Akhirnya, Islam, doktrin dan peradaban Indonesia menjadi sebuah ikhtiar bersama yang senatiasa diusahakan secara terus menerus.

Penulis : Penasehat Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Pimum Detikzone.id. Adi Suparto

Berita Terkait

Semarak HUT RI ke-81, Sangkapura Gresik Gelar Lomba Baris Berbaris Pelajar
Semarak HUT RI ke-81, Warga RW 03 Kelurahan Bawang Kediri Tebar 8 Kwintal Lele, Ratusan Peserta Serbu Sungai Centong untuk Mancing Bareng
Di Tengah Keterbatasan Ekonomi, Hari ke-75 Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Hadir untuk Janda Tua di Sumenep
Bang Ali Wujudkan Harapan Bocah Difabel Pasongsongan Sumenep, Keluarga Irsya: Semoga Allah Membalas Semua Kebaikannya
Di Hari Pramuka, Agus Sugianto Antar Irsya Menjemput Harapan di Pamekasan: Air Mata Haru Saat Kaki Palsu Mulai Mengajarkan Langkah Baru
Hari ke-74 Program Sedekah Setiap Hari, Detikzone.id Kembali Menyusuri Jejak Dhuafa di Tengah Kerasnya Perjuangan Hidup
Hari ke-73 Sedekah Setiap Hari di Sumenep, Detikzone.id Sasar Dhuafa Tak Berpenghasilan
H. Bambang Budianto Kobarkan Semangat Kemerdekaan, Ayunda dan Singo Pakso Jaya Abadi Gelar Lomba HUT RI ke-81, Pererat Kebersamaan Karyawan

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:31 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Sangkapura Gresik Gelar Lomba Baris Berbaris Pelajar

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Warga RW 03 Kelurahan Bawang Kediri Tebar 8 Kwintal Lele, Ratusan Peserta Serbu Sungai Centong untuk Mancing Bareng

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:38 WIB

Di Tengah Keterbatasan Ekonomi, Hari ke-75 Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Hadir untuk Janda Tua di Sumenep

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Bang Ali Wujudkan Harapan Bocah Difabel Pasongsongan Sumenep, Keluarga Irsya: Semoga Allah Membalas Semua Kebaikannya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Di Hari Pramuka, Agus Sugianto Antar Irsya Menjemput Harapan di Pamekasan: Air Mata Haru Saat Kaki Palsu Mulai Mengajarkan Langkah Baru

Berita Terbaru