Detikzone.id, BOGOR – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan tantangan zaman yang terus berubah, para pemuda dari Lembaga Seni Qasidah Kabupaten Bogor tampil mengejutkan dalam ajang “Pelatihan Kepemimpinan dan Kemitraan Pemuda di Era Digital” yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, pada 26–27 Mei 2025 di Grand Pesona Puncak dan Bayak Resort & Hotel.
Kegiatan ini menjadi panggung pembuktian bahwa seni tradisional tak lagi berdiri sendiri sebagai hiburan semata, tetapi juga mampu menjadi elemen penting dalam penguatan karakter dan kepemimpinan generasi muda. Puluhan peserta dari berbagai organisasi kepemudaan, komunitas kreatif, hingga pelestari budaya turut ambil bagian dalam pelatihan dua hari tersebut.
Namun sorotan utama justru datang dari kalangan muda LASQI (Lembaga Seni Qasidah Indonesia) Kabupaten Bogor yang hadir dengan semangat baru—progresif, adaptif, dan penuh inisiatif. Tak sekadar sebagai penjaga syair Islami, para pemuda qasidah kini hadir sebagai pemimpin masa depan yang siap membangun jejaring dan membawa nilai budaya ke dalam ruang digital.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Qasidah selama ini dianggap hanya sebagai hiburan religius. Padahal di baliknya ada narasi kebangsaan, nilai edukatif, dan etika sosial yang bisa menjadi fondasi kepemimpinan,” ujar Nur Azizah, salah satu peserta yang juga pengurus Karang Taruna tingkat kecamatan.
Para peserta dari unsur LASQI tampil aktif memimpin simulasi, mengajukan ide kemitraan kreatif berbasis seni, hingga merancang gagasan komunitas baru bertajuk Pemuda Literasi Seni Digital—sebuah inisiatif untuk mengemas syair Islami dalam format video pendek yang ramah platform digital seperti TikTok dan YouTube. Gagasan ini pun langsung disambut positif oleh pihak Dispora.
“Kami tidak ingin hanya bernyanyi. Kami ingin berdakwah dengan cara yang relevan dengan zaman, demi menjangkau lebih luas generasi muda,” ungkap Aditya Rachman, vokalis qasidah muda yang turut hadir.
Lima Narasumber Nasional, Materi Tajam dan Relevan
Pelatihan ini menghadirkan lima narasumber nasional dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman di bidang kepemimpinan, penguatan organisasi, dan kolaborasi antar sektor:
Karvin Fadila, S.H., M.M. membuka sesi dengan materi Digital Leadership, menekankan pentingnya literasi digital dalam membentuk pengaruh kepemimpinan. Ia membedah lima level kepemimpinan versi Maxwell dan mengingatkan bahwa pemimpin masa kini harus bisa tampil di dua panggung: nyata dan digital.
Deden Kusmawan, S.Pd.I., menjelaskan teknik manajemen konflik, membalikkan persepsi negatif tentang konflik sebagai energi positif bila dikelola dengan bijak.
Fajar Arif Budiman, S.Ip., M.AP., memaparkan teknik impact mapping, design thinking, dan jurnalisme solusi untuk membedah persoalan organisasi kepemudaan secara sistemik dan kreatif.
Dr. Eki Dudi Darmawan, menekankan pentingnya keterlibatan kolektif dalam organisasi. Menurutnya, organisasi kuat lahir dari sistem yang solid, bukan hanya dari satu tokoh.
Azwar Anas, M.Pd.I., menutup sesi dengan semangat nasionalisme, mengajak peserta membangun kemitraan lintas sektor demi penguatan peran pemuda dalam pembangunan sosial.
“Pemuda bukan pewaris, tapi pelopor perubahan. Jangan tunggu giliran—ambil peran dari sekarang!” tegas Azwar Anas.
Seni, Spiritualitas, dan Kolaborasi Digital
Yang menarik, pelatihan ini membuka jalan kolaborasi lintas bidang. Seni dan kepemimpinan tidak lagi diposisikan terpisah. Di sinilah para pemuda LASQI menemukan relevansi baru: mereka tak sekadar pelestari budaya, melainkan pionir transformasi sosial yang menjembatani nilai-nilai spiritual dengan dunia digital.
“Kita bisa menjadi jembatan antara nilai luhur dan masa depan,” ujar Yuni Astuti, peserta pelatihan dengan mata berkaca-kaca.
Kepala Seksi Kepemudaan Dispora Kabupaten Bogor dalam sambutannya menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari program strategis pembinaan pemuda jangka panjang. Dispora ingin mencetak pemuda yang adaptif, inovatif, dan tetap berpijak pada kearifan lokal.
“Kami ingin melahirkan generasi muda yang unggul secara teknologi dan karakter, serta memiliki empati sosial dan kesadaran budaya,” ungkapnya.
Ketua DPD LASQI Kabupaten Bogor: Terima Kasih dan Harapan
Ketua DPD LASQI Kabupaten Bogor, Ajeng Umaroh, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Dispora Kabupaten Bogor atas kesempatan emas yang diberikan kepada perwakilan LASQI untuk turut serta dalam pelatihan ini.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DISPORA atas dukungan dan ruang yang diberikan kepada kami untuk tumbuh bersama generasi muda lainnya,” ucap Ajeng.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua-Ketua DPK LASQI se-Kabupaten Bogor, khususnya kepada Ketua DPK Kecamatan Sukamakmur, Bunda Irene, yang hadir dan aktif selama pelatihan berlangsung.
Ajeng menilai pelatihan ini bukan hanya edukatif, tapi juga menjadi momentum kebangkitan peran pemuda seni Islami sebagai agen perubahan sosial yang berkarakter, kreatif, dan mampu membangun sinergi.
“Lewat syair qasidah, kita ingin membangun karakter, menyebarkan nilai-nilai kebaikan, dan menginspirasi masyarakat. Semoga ilmu dan jejaring yang kami peroleh di sini menjadi bekal dalam mewarnai ruang publik dengan karya Islami yang bermartabat,” tutupnya.
Penulis : Rahman








