Jakarta, Detikzone.id- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus tanamkan semangat pengabdian dan pemberdayaan melalui program pembinaan kemandirian yang menyentuh langsung aspek kehidupan Warga Binaan. Salah satu program unggulan yang diperkenalkan kepada Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) formasi 2024 adalah Program Napi Berkebun—sebuah langkah konkret mendukung ketahanan pangan sekaligus membentuk karakter.
Dalam sesi orientasi, Rabu (9/9), para CASN diajak terjun langsung ke kebun lapas untuk menyemai benih dan menyaksikan proses budidaya sayuran oleh Warga Binaan. Kegiatan ini bukan sekadar edukatif, tetapi juga sarat nilai pengabdian, kerja sama, dan tanggung jawab sosial.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa program ini tidak hanya memperkenalkan praktik pembinaan, tetapi juga menanamkan sudut pandang baru kepada CASN tentang makna pemasyarakatan modern.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lapas bukan sekadar tempat menjalani hukuman. Di sini ada proses pemulihan, pemberdayaan, dan kontribusi nyata. Kami ingin CASN memahami bahwa tugas mereka kelak tidak hanya administratif, tapi juga menyentuh nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Wachid.
Kepala Seksi Bimbingan Kerja, Daryoko, menjelaskan bahwa kegiatan berkebun telah menjadi rutinitas Warga Binaan dalam pembinaan kemandirian, dengan pendekatan edukatif dan produktif.
“Kami membentuk kebiasaan disiplin dan rasa tanggung jawab melalui proses tanam, rawat, dan panen. Hasilnya bukan hanya sayur, tapi juga karakter dan semangat hidup baru,” jelasnya.
Yudha Syahputra, salah satu CASN, menyampaikan kesan positifnya saat mengikuti kegiatan tersebut. “Melihat langsung Warga Binaan yang bekerja dengan tekun, saya sadar bahwa pemasyarakatan itu tentang pemulihan dan harapan. Ini pengalaman yang membuka mata saya tentang peran ASN dalam membina, bukan sekadar mengawasi,” ungkapnya.
Program Napi Berkebun sejalan dengan Asta Cita Presiden RI serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, khususnya dalam pemanfaatan lahan produktif dan pembinaan berbasis ketahanan pangan nasional.
Melalui pendekatan seperti ini, Lapas Cipinang tidak hanya menjalankan pembinaan Warga Binaan, tetapi juga mendidik generasi ASN yang memiliki empati, jiwa pengabdian, dan pemahaman utuh tentang peran pemasyarakatan dalam membangun peradaban. (Ragil)








