Pengusaha Rokok Sumenep Keluhkan Manuver, Sebut FGD Tak Berguna 

Sabtu, 19 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : FGD Pengusaha Rokok Sumenep yang kegiatannya di Pendopo Agung Keraton Sumenep diduga dibiayai dari hasil sumbangan para pengusaha rokok

Foto : FGD Pengusaha Rokok Sumenep yang kegiatannya di Pendopo Agung Keraton Sumenep diduga dibiayai dari hasil sumbangan para pengusaha rokok

Sumenep – Salah satu pengusaha rokok lokal di Sumenep mulai angkat bicara terkait pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Forum Pimpinan Media, yang semula diharapkan menjadi wadah strategis pembinaan dan penyelamatan industri rokok kecil.

Alih-alih menemukan jalan keluar atas tekanan yang dihadapi pelaku usaha, forum itu justru dianggap sebagai ajang seremonial yang tidak melahirkan solusi karena masih ada pihak yang melakukan manuver terhadap kebijakan Bupati.

Hal ini memunculkan kekecewaan di kalangan pengusaha, yang menilai FGD kehilangan makna dan berpotensi memperkeruh suasana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kalau pada akhirnya hanya untuk menyudutkan Bupati, lebih baik FGD itu tidak usah diadakan. Kami para pelaku usaha butuh solusi, bukan panggung konflik,” ungkap seorang pengusaha rokok yang namanya minta untuk dirahasiakan, Sabtu, 19/07.

Ia menyebut bahwa beban industri rokok kecil saat ini sudah sangat berat, mulai dari tekanan kebijakan cukai, pembatasan produksi, hingga lesunya pasar.

Foto : FGD Pengusaha Rokok Sumenep yang kegiatannya di Pendopo Agung Keraton Sumenep diduga dibiayai dari hasil sumbangan para pengusaha rokok

Harapan besar sempat disematkan pada forum FGD, tetapi ternyata tidak menghasilkan rekomendasi nyata bahkan kebijakan Bupati yang masih menangguhkan izin PR baru diserang.

Kami bukan membela siapa-siapa, tapi kalau forum seperti ini hanya diisi manuver politik dan kritik sepihak, itu tidak berguna bagi kami yang sedang berjuang menjaga usaha tetap hidup. Saya yakin Bupati akan kembali membuka izin PR jika kita berkomitmen,” jelasnya.

Forum Group Discussion (FGD) yang semestinya menjadi ruang penyelamat justru menjelma jadi panggung serangan setelah kegiatannya selesai

Ironisnya, ketika industri rokok lokal sedang megap-megap di tengah jeratan regulasi dan tekanan pasar, sebagian pihak justru sibuk memoles panggung opini untuk menyerang kepala daerah. Alih-alih merangkul pemangku kebijakan untuk duduk bersama, energi habis pada retorika menyudutkan.

Jika agenda-agenda seperti ini terus digiring untuk kepentingan sempit dan bukan solusi kolektif, maka para pengusaha rokok Sumenep akan semakin dibuat pusing.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Harlah ke-66 PMII, Bupati Sumenep Dorong Gerakan Mahasiswa Lebih Progresif Hadapi Tantangan Zaman
Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa
Harlah ke-66 PMII, PKDI Sumenep Serukan Peran Mahasiswa Jadi Garda Perubahan
Gerakan ASRI Lewat Jumat Bersih Kembali Digelar Pemkab Sumenep, Sasar Wilayah Barat Kota
Horor Sungai Sampean Baru Kembali Memakan Korban
Dispendikbud Kota Probolinggo Bantah Dugaan Monopoli Pengadaan ATK dan EO
Fraksi PDIP Sumenep Kompak Gowes, Tunjukkan Keteladanan Dukung Kebijakan Hemat BBM Daerah
Isu “Sapi Raib” BUMDes Paowan Dibantah, Pemdes Tegaskan Penjualan Sudah Sesuai Prosedur

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 00:18 WIB

Harlah ke-66 PMII, Bupati Sumenep Dorong Gerakan Mahasiswa Lebih Progresif Hadapi Tantangan Zaman

Sabtu, 18 April 2026 - 00:08 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa

Jumat, 17 April 2026 - 23:57 WIB

Harlah ke-66 PMII, PKDI Sumenep Serukan Peran Mahasiswa Jadi Garda Perubahan

Jumat, 17 April 2026 - 20:17 WIB

Gerakan ASRI Lewat Jumat Bersih Kembali Digelar Pemkab Sumenep, Sasar Wilayah Barat Kota

Jumat, 17 April 2026 - 18:19 WIB

Horor Sungai Sampean Baru Kembali Memakan Korban

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa

Sabtu, 18 Apr 2026 - 00:08 WIB