SUMENEP – Kalau di kampung-kampung perayaan HUT RI biasanya diwarnai lomba panjat pinang, tarik tambang, atau makan kerupuk, lain halnya dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep. Tahun ini, mereka memilih “perlombaan” yang jauh lebih khusyuknyakni Khatmil Qur’an Bil Ghaib Full Day.
Kegiatan yang digelar di Mushalla Al-Ikhlas, Rabu (20/08/2025), menghadirkan para hafidz dari penyuluh agama Islam. Mereka tidak membuka mushaf, tapi membuka ingatan, melantunkan ayat-ayat suci secara bergiliran hingga khatam.
Kepala Kankemenag Sumenep, Abdul Wasid, menegaskan bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan teriak “Merdeka!” atau euforia lomba 17-an semata, melainkan juga dengan rasa syukur kepada Allah SWT.
“Indonesia merdeka adalah anugerah besar. Maka cara terbaik merayakannya adalah dengan memperbanyak ibadah, salah satunya lewat Khatmil Qur’an ini,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Wasid, kegiatan ini sekaligus menjadi syiar Islam di tengah masyarakat, serta menanamkan nilai religius kepada generasi muda. Harapannya, mereka bukan hanya cinta tanah air, tapi juga cinta Qur’an.
“Kalau generasi kita kuat iman, cinta Qur’an, maka bangsa ini akan lebih kokoh menghadapi tantangan zaman,” tandasnya.
Jadi, jangan heran kalau di Kemenag Sumenep HUT RI ke-80 terasa berbeda. Tidak ada lomba balap karung atau makan kerupuk. Yang ada justru “balap hafalan” ayat suci, yang membuktikan bahwa merdeka bukan sekadar fisik, tapi juga merdeka dari lupa pada kalam Ilahi.
Penulis : Redaksi







