SURABAYA, Detikzone.id – Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) memperingati hari jadinya yang ke-27 dengan menggelar syukuran sederhana namun penuh makna, Sabtu (23/8/2025) sore. Acara yang berlangsung di Cafe Skut (Pos 2 PJI), Jl. Sidosermo II Airdas No.11, Surabaya, dihadiri oleh 99 anggota yang datang mewakili berbagai daerah di seluruh wilayah Indonesia.
Syukuran ini menjadi momentum penting bagi PJI untuk meneguhkan kembali peran pers dalam menjaga demokrasi di tanah air.
Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjalanan panjang PJI selama 27 tahun tidak terlepas dari kekompakan, kerja keras, serta konsistensi anggota dalam menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“27 tahun PJI ini acara syukuran saja, ya sederhana. Dan nanti insyaallah bulan Desember kita akan merayakan lebih meriah, dengan mengundang pejabat-pejabat pusat, provinsi Jawa Timur dan kota Surabaya,” ucapnya.
Dikatakannya, semoga tidak ada aral melintang acara berikutnya.
“Tidak ada kata lain selain ucapan syukur Alhamdulillah yang pertama, atas kebersamaan dan kekompakan seluruh anggota. Inilah kekuatan PJI sebagai pilar demokrasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kode etik jurnalistik,” tegas Hartanto.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menggema khidmat di lokasi acara, disusul dengan yel-yel penuh semangat “PJI Penegak Pilar Demokrasi”.
Suasana kebersamaan terasa kuat ketika para anggota, yang datang dari beragam latar belakang media dan daerah, melebur dalam satu ikatan solidaritas jurnalis Indonesia.
Meski digelar secara sederhana, makna perayaan ini sangat mendalam.
HUT ke-27 PJI menjadi ajang refleksi sekaligus konsolidasi organisasi dalam memperkuat komitmen menjaga independensi pers, melawan segala bentuk intervensi, serta memastikan jurnalisme tetap berdiri tegak di atas nilai kebenaran dan keadilan.
Hartanto juga menekankan bahwa PJI akan terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kebebasan pers yang bertanggung jawab, dengan berpegang pada prinsip profesionalisme dan etika jurnalistik. Ia mengingatkan, tantangan jurnalis di era digital semakin kompleks, sehingga kekompakan dan solidaritas menjadi kunci utama untuk tetap relevan dan dipercaya publik.
“Pers tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga marwah demokrasi. Karena itu, setiap anggota PJI wajib menjaga integritas dan terus mengabdi untuk kepentingan rakyat,” imbuhnya.
Syukuran hari jadi PJI ke-27 ini menegaskan bahwa meski dalam kesederhanaan, semangat dan komitmen para jurnalis tetap menyala.
Untuk diketahui, PJI ingin memastikan bahwa pers Indonesia selalu hadir sebagai mitra kritis, konstruktif, sekaligus pengawal demokrasi yang sehat.
Penulis : BM







