Kediri, Detikzone.id – Pemerintah Kota Kediri terus memperkuat komitmen dalam membangun daerah yang responsif gender melalui Sosialisasi Pengarusutamaan Gender (PUG) bertema “Penguatan Sinergitas untuk Membangun Kota Kediri yang Responsif Gender”.
Kegiatan ini digelar pada Rabu (27/8/2025) di Ballroom Lotus Garden Hotel, Jl. Jaksa Agung Suprapto No.26, Mojoroto, Kota Kediri, dengan menghadirkan perwakilan aparat penegak hukum, lembaga masyarakat, dan dunia usaha.
Acara ini menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi sekaligus menguatkan sinergi dalam penerapan prinsip keadilan gender di berbagai lini pembangunan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Walikota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengarusutamaan gender merupakan strategi mendasar untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh masyarakat Kota Kediri.
“Kita tahu bahwa ini adalah strategi untuk mewujudkan keadilan bagi seluruh masyarakat Kota Kediri, baik itu perempuan maupun laki-laki. Harapannya, semua memiliki kesempatan yang sama di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga ekonomi. Intinya adalah perempuan dan laki-laki memiliki peluang yang setara, dan ini harus kita dorong bersama,” ujar Walikota Vinanda.
Lebih lanjut, Walikota menekankan pentingnya mendorong keberanian masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk mengeluarkan potensi positif yang dimiliki.
“Masing-masing tentu punya potensi, dan kita harus mendorong agar mereka berani mengekspresikan potensi itu sehingga bisa memberi manfaat untuk Kota Kediri. Kita punya Sapta Cita, salah satunya adalah produktif, kreatif, dan inovatif. Prinsip ini harus bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dijabat Arief Cholisudin Yuswanto yang juga hadir dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa perspektif gender harus menjadi bagian dari perumusan kebijakan, program, maupun kegiatan pembangunan.
Pihaknya memastikan akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkelanjutan terhadap implementasi PUG di berbagai sektor.
“Setiap pihak nantinya akan diminta menyampaikan laporan terkait pelaksanaan PUG. Dari situ kita bisa melihat sejauh mana prinsip kesetaraan gender benar-benar diterapkan dan memberikan dampak nyata,” ujar Cholis.
Sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor, di mana aparat penegak hukum diharapkan mengawal kebijakan responsif gender, lembaga masyarakat berperan sebagai pengawas dan pemberi edukasi di komunitas, serta dunia usaha diharapkan menghadirkan kebijakan kerja yang ramah gender, seperti kesempatan kerja yang setara dan dukungan fasilitas bagi pekerja perempuan.
Melalui sinergi yang dibangun dalam kegiatan ini, Pemerintah Kota Kediri bertekad menjadikan pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjamin keadilan sosial, inklusivitas, serta keberlanjutan.
Hal ini diharapkan menjadikan Kota Kediri sebagai salah satu daerah percontohan dalam penerapan pembangunan responsif gender di tingkat regional maupun nasional.
Penulis : Bimo Gunawan







