PR Titah Sultan Tunjukkan SKT Ratoe Jagad ke Bupati Sumenep di Festival Tembakau Madura 2025

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama PLT Sekda Syahwan Effendi dan sejumlah pejabat daerah memperlihatkan produk unggulan PR Titah Sultan, SKT Ratoe Jagad. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh pemerintah terhadap eksistensi industri kretek Madura sebagai identitas, kebanggaan, dan kekuatan ekonomi lokal.

Keterangan Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama PLT Sekda Syahwan Effendi dan sejumlah pejabat daerah memperlihatkan produk unggulan PR Titah Sultan, SKT Ratoe Jagad. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh pemerintah terhadap eksistensi industri kretek Madura sebagai identitas, kebanggaan, dan kekuatan ekonomi lokal.

SUMENEP – Festival Tembakau Madura (FTM) 2025 di Stadion A. Yani mencapai puncaknya saat Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, turun langsung bersama PLT Sekda Sumenep, Syahwan Efendi dan Kadisbudporpar, Moh Ikhsan meninjau setiap stand pameran pembangunan dan perusahaan rokok lokal. Sorotan publik pun tertuju pada PR Titah Sultan yang dengan percaya diri menghadirkan produk unggulannya, SKT Ratoe Jagad, Senin, 1/9/2025

Di hadapan Bupati, perwakilan PR Titah Sultan tidak hanya memamerkan hasil produksi, tetapi juga menunjukkan proses pelintingan rokok yang selama ini menjadi denyut kehidupan ratusan perempuan pelinting di Madura. Dengan penuh perhatian, Bupati menyimak, berdialog, hingga menyaksikan langsung bagaimana sebatang rokok lahir dari tangan-tangan terampil pekerja lokal.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sikap ini menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah daerah terhadap industri kretek Madura. Kehadiran Bupati yang berinteraksi langsung dengan pekerja memperlihatkan bahwa pemerintah berdiri bersama industri rokok lokal—melindungi tenaga kerja, menjaga warisan budaya, sekaligus mendorong daya saing produk Madura di pasar nasional.

Festival Tembakau Madura 2025 pun menjadi bukti nyata bahwa industri kretek Madura bukanlah kelas dua. Dengan SKT Ratoe Jagad, PR Titah Sultan ingin menegaskan bahwa kretek Madura adalah inovasi, kekuatan ekonomi, sekaligus identitas budaya.

“Kami merasa bangga karena produk kami, SKT Ratoe Jagad, mendapat perhatian langsung dari Bupati dan jajaran pejabat daerah. Ini bukan sekadar apresiasi terhadap perusahaan, tetapi juga penghargaan bagi ratusan pekerja pelinting yang setiap hari mencurahkan tenaga dan keterampilannya. Harapan kami, dukungan pemerintah ini bisa menjadi energi baru untuk memperluas pasar, menjaga keberlangsungan industri kretek Madura, serta terus menghidupi banyak keluarga.” ujar Manajer Pemasaran, Doni.

Festival kali ini akhirnya meneguhkan pesan penting bahwa rokok kretek bukan sekadar komoditas, melainkan simbol kebudayaan dan sumber penghidupan bagi banyak keluarga Madura.

Festival Tembakau Madura 2025 bukan hanya panggung promosi, melainkan sebuah deklarasi bahwa industri kretek lokal adalah tulang punggung ekonomi rakyat Madura. Kehadiran Bupati Sumenep di stand PR Titah Sultan dengan SKT Ratoe Jagad seolah menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam, melainkan siap berdiri di garis depan menjaga masa depan industri ini.

Di tengah arus dominasi rokok pabrikan besar dan serbuan produk luar, kretek Madura tetap tegak dengan identitas dan ciri khasnya. Tangan-tangan pelinting perempuan Madura bukan hanya pekerja biasa, melainkan simbol ketangguhan, kemandirian, dan keberlangsungan tradisi yang tidak ternilai harganya.

Dari sinilah muncul kesadaran bahwa membeli dan mengapresiasi kretek Madura bukan sekadar pilihan konsumsi, melainkan tindakan nyata menjaga ekonomi lokal, memberdayakan tenaga kerja, dan merawat kebudayaan.

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Harlah ke-66 PMII, Bupati Sumenep Dorong Gerakan Mahasiswa Lebih Progresif Hadapi Tantangan Zaman
Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa
Harlah ke-66 PMII, PKDI Sumenep Serukan Peran Mahasiswa Jadi Garda Perubahan
Buka dari Sore hingga Malam, SkY Coffee Grounds Samping Mr Ball Sumenep Langsung Jadi Pusat Keramaian
Baru Dibuka, Langsung Meledak! SkY Coffee Grounds Jadi Primadona Baru Sumenep
Gerakan ASRI Lewat Jumat Bersih Kembali Digelar Pemkab Sumenep, Sasar Wilayah Barat Kota
Horor Sungai Sampean Baru Kembali Memakan Korban
Dispendikbud Kota Probolinggo Bantah Dugaan Monopoli Pengadaan ATK dan EO

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 00:18 WIB

Harlah ke-66 PMII, Bupati Sumenep Dorong Gerakan Mahasiswa Lebih Progresif Hadapi Tantangan Zaman

Sabtu, 18 April 2026 - 00:08 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa

Jumat, 17 April 2026 - 23:57 WIB

Harlah ke-66 PMII, PKDI Sumenep Serukan Peran Mahasiswa Jadi Garda Perubahan

Jumat, 17 April 2026 - 22:12 WIB

Baru Dibuka, Langsung Meledak! SkY Coffee Grounds Jadi Primadona Baru Sumenep

Jumat, 17 April 2026 - 20:17 WIB

Gerakan ASRI Lewat Jumat Bersih Kembali Digelar Pemkab Sumenep, Sasar Wilayah Barat Kota

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa

Sabtu, 18 Apr 2026 - 00:08 WIB