SUMENEP – Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep berhasil menyulap Pujasera Pasar Bangkal menjadi lautan manusia dalam gelaran pesta rakyat bertajuk “Semalam di Sumenep”, Sabtu malam (13/9/2025).
Acara ini merupakan bagian dari Sumenep Calendar of Event 2025, sekaligus pengantar menuju Karapan Sapi Tingkat Kabupaten Sumenep yang digelar Minggu (14/9/2025) di Lapangan Giling, dengan diikuti 48 pasangan sapi pacu.
Malam ini, penampilan kolaborasi musik Zonata dan Putra Sidingpuri menghipnotis ribuan warga yang memadati area pujasera. .
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan, menegaskan bahwa event ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat.
“Disbudporapar ingin menghadirkan event yang berdampak ganda. Budaya tetap terjaga, pariwisata terangkat, dan ekonomi masyarakat berputar. Malam ini kita lihat bersama, pedagang UMKM ramai pembeli, masyarakat terhibur, dan tradisi budaya Sumenep kembali hidup,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat juga membawa keberkahan bagi pelaku UMKM. Sejumlah pedagang mengaku dagangannya ludes terjual.
“Alhamdulillah, jualan saya laris malam ini. Bukan hanya saya, hampir semua pedagang di sini merasakan dampaknya,” tutur Tris, salah satu pedagang kaki lima.
Di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, Disbudporapar terus mengokohkan perannya sebagai garda depan pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata. Gelaran “Semalam di Sumenep” menjadi bukti nyata bahwa Sumenep tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menyiapkan ruang bagi ekonomi kreatif dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan gemerlap pesta rakyat ini, Disbudporapar kembali menunjukkan bahwa Sumenep adalah rumah budaya, tempat tradisi dan modernitas berpadu, serta destinasi wisata yang semakin layak diperhitungkan di Madura maupun tingkat nasional.
Penulis : Redaksi







