Ekonomi Rakyat di Era Serba Digital

Senin, 29 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : BQ.Devita Rizka Putri E.F. (Mahasiswa FEBI UIN Mataram)

Opini- Di sekitar kita, perubahan ekonomi terasa semakin nyata. Jika dulu masyarakat lebih mengandalkan pasar tradisional, kini banyak orang beralih ke belanja online. Pedagang kecil yang dulunya hanya mengandalkan lapak di pinggir jalan, sekarang mulai belajar menjual dagangan lewat aplikasi. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat tidak bisa lepas dari arus digitalisasi.

Namun, kenyataan di lapangan tidak sepenuhnya manis. Masih banyak pelaku usaha kecil yang kesulitan mengikuti perkembangan teknologi. Ada yang belum paham cara memasarkan produk secara digital, ada juga yang terkendala modal untuk mengikuti tren usaha modern. Akibatnya, jurang antara usaha besar dan usaha kecil semakin terlihat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, semangat masyarakat untuk bertahan tetap tinggi. Kita bisa lihat, banyak warung atau UMKM yang berinovasi mulai dari menerima pembayaran digital, promosi lewat media sosial, hingga menjual produk lokal dengan kemasan yang lebih menarik. Inilah wajah nyata ekonomi rakyat kita: sederhana, penuh tantangan, tapi tetap berjuang agar bisa terus bertahan.

Oleh karena itu, perlu ada dukungan nyata, baik dari pemerintah maupun masyarakat luas. UMKM tidak hanya butuh pelatihan, tetapi juga akses modal yang mudah serta perlindungan dari persaingan usaha yang tidak sehat. Jika ekonomi rakyat kuat, maka ketahanan ekonomi bangsa juga akan lebih terjaga.

Ekonomi bukan sekadar angka-angka di laporan, melainkan napas kehidupan sehari-hari. Apa yang kita beli, jual, dan hasilkan hari ini, menjadi cerminan arah ekonomi di masa depan.

Literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan gawai, tetapi juga mencakup etika, keamanan, hingga strategi pemanfaatan teknologi untuk membuka peluang usaha baru. Dengan begitu, anak-anak muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pencipta nilai dalam ekosistem digital.

Di tengah perubahan yang begitu cepat, kolaborasi menjadi kata kunci. Pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat perlu bergandengan tangan untuk membangun ekosistem ekonomi yang inklusif.

Program inkubasi bisnis, pendampingan UMKM, hingga penyediaan infrastruktur digital di pelosok daerah akan sangat menentukan. Jangan sampai transformasi digital hanya dinikmati oleh sebagian kelompok, sementara yang lain semakin tertinggal.

Pada akhirnya, ekonomi digital harus menjadi alat untuk memperkuat solidaritas sosial, bukan justru memperlebar jurang kesenjangan. Ketika teknologi digunakan untuk memajukan usaha kecil, meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta menjaga kearifan lokal, maka digitalisasi benar-benar menghadirkan manfaat nyata. Ekonomi rakyat akan tumbuh bukan hanya karena inovasi, tetapi juga karena adanya rasa kebersamaan dalam membangun masa depan bangsa.

Penulis : ASN

Berita Terkait

Setelah Dua Dekade Vakum, SDN Soddara II Pasongsongan Sumenep Hidupkan Kembali Tradisi Perpisahan Lewat Pentas Seni Budaya
GERBANG KAMPUS BUKAN UNTUK YANG BERKUASA: Seruan Keras Tolak Surat Sakti, Titipan Pejabat, dan Uang dalam Seleksi Mahasiswa Baru
Satu Sosok Dua Amanah: Pimred Teropong Reformasi Sekaligus Ketua DPW PERADMI JatimTegaskan Komitmen Kawal Pers dan Hukum
PWRI Kebumen Gelar Pelatihan Jurnalistik Gratis untuk Umum
Tiga Kades di Situbondo Dinonaktifkan Usai Dugaan Korupsi Dana Desa Miliaran Rupiah, Pemkab Ambil Langkah Tegas
Umat Koting B 1 Sambut Patung Bunda Maria dengan Penuh Sukacita  
Pangdam XIV/Hsn Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-anak Panti Asuhan di Gowa
Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:42 WIB

Setelah Dua Dekade Vakum, SDN Soddara II Pasongsongan Sumenep Hidupkan Kembali Tradisi Perpisahan Lewat Pentas Seni Budaya

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:36 WIB

GERBANG KAMPUS BUKAN UNTUK YANG BERKUASA: Seruan Keras Tolak Surat Sakti, Titipan Pejabat, dan Uang dalam Seleksi Mahasiswa Baru

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:44 WIB

Satu Sosok Dua Amanah: Pimred Teropong Reformasi Sekaligus Ketua DPW PERADMI JatimTegaskan Komitmen Kawal Pers dan Hukum

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:22 WIB

PWRI Kebumen Gelar Pelatihan Jurnalistik Gratis untuk Umum

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:45 WIB

Tiga Kades di Situbondo Dinonaktifkan Usai Dugaan Korupsi Dana Desa Miliaran Rupiah, Pemkab Ambil Langkah Tegas

Berita Terbaru