Siap  Guncang Pemkab Bogor! Rakyat Bersatu Akan Teriakkan Bangkit Melawan atau Diam Ditindas

Rabu, 1 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor , 1 Oktober 2025 – Gelombang ketidakpuasan publik terhadap Pemerintah Kabupaten Bogor semakin memuncak. Buruknya transparansi, dugaan rangkap jabatan, hingga polemik Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 44 Tahun 2023 menjadi pemicu utama. Kini, berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam NGO Bersatu bersiap mengepung pusat pemerintahan Kabupaten Bogor melalui aksi unjuk rasa besar-besaran pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Rizwan, salah satu koordinator aksi, dengan lantang menyampaikan kepada media:

“Kami akan lakukan aksi tanggal 2 Oktober 2025. Aksi ini merupakan gabungan komponen masyarakat Kabupaten Bogor yang melibatkan LSM, Ormas, Wartawan, Mahasiswa, dan masyarakat umum. Kami bersatu menuntut perubahan dan transparansi pemerintahan,” tegasnya, Rabu (1/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Rizwan menambahkan bahwa aksi ini menyoroti sejumlah persoalan serius yang selama ini tak kunjung dituntaskan oleh Pemkab Bogor.

“Masing-masing komponen memiliki tujuan yang sama. Kami menyerukan revisi Perbup No. 44 Tahun 2023, menolak rangkap jabatan anggota DPRD, dan menuntut pertanggungjawaban anggota dewan yang tidak pernah masuk kantor tetapi tetap menerima gaji. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat,” pungkasnya.

Berdasarkan surat pemberitahuan resmi aksi dengan Nomor 001/UNRAS.NGO/KBGR/IX/2025, kegiatan unjuk rasa akan digelar secara damai namun tegas, dengan mengusung slogan keras:

“Bangkit Melawan atau Diam Ditindas!”

Aksi ini diyakini akan menjadi gelombang perlawanan terbesar masyarakat Kabupaten Bogor terhadap pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus sinyal bahwa rakyat tidak lagi bisa ditipu dengan janji manis dan praktik kekuasaan yang kotor.

Penulis : Rahman

Berita Terkait

Inflasi Kota Kediri Lebih Rendah dari Jawa Timur dan Nasional, BPS Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Juli 2026
Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang
Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi
Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik
Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 
Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga
Antrean Mengular, SPBU 5483504 Lombok Tengah Tetap Layani Pembelian Pertalite Pakai Botol Plastik
Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Sukses Gelar MANAFERA FUTSAL CUP 2026, Ajang Futsal Pelajar Se-Jateng DIY Berlangsung Meriah

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:18 WIB

Inflasi Kota Kediri Lebih Rendah dari Jawa Timur dan Nasional, BPS Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Juli 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:40 WIB

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:52 WIB

Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:35 WIB

Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:31 WIB

Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 

Berita Terbaru