Gaya Hedon Ditengah Derita Rakyat, Pemkab Probolinggo Hamburkan Rp 3 Miliar untuk Mobdin Baru

Senin, 6 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil dinas baru Pemkab Probolinggo yang tercatat dalam data SIRUP LKPP, pembeliannya menelan biaya sekitar Rp 3 miliar

Mobil dinas baru Pemkab Probolinggo yang tercatat dalam data SIRUP LKPP, pembeliannya menelan biaya sekitar Rp 3 miliar

PROBOLINGGO, detikzone.id – Ironi tajam kembali mencuat dari lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur. Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang semakin terhimpit, Pemkab justru memamerkan gaya hidup hedon dengan menggelontorkan anggaran sekitar Rp 3 miliar untuk pembelian mobil dinas baru.

Berdasarkan data dari laman resmi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, tercatat sejumlah unit mobil dinas baru dibeli menggunakan uang rakyat, di antaranya:

Veloz 1.5 MT seharga Rp 857.400.000, The All-New Santa Fe Prime 2.5 GDi senilai Rp 702.900.000, serta New Innova Zenix 2.0 Q HV Modelista CVT TSA (Non Premium Color) dengan harga Rp 1.262.000.000.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Total anggaran fantastis tersebut mencapai Rp 3 miliar lebih.

Satuan Kerja : Bagian Umum

Paket : 58170852 – Belanja Modal Kendaraan Dinas Bermotor Perorangan Sub Kegiatan Pengadaan Kendaraan Perorangan Dinas atau Kendaraan Dinas Jabatan

Metode Pemilihan : E-Purchasing

Pagu RUP : Rp. 3.050.193.000,00

ID RUP Lama : 54055696

Histori Kaji Ulang RUP : 58170852, 55980121, 55751362, 54055696 (diurutkan dari Kode RUP baru ke Kode RUP lama)

Sementara itu, Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo, Yuanita, saat dikonfirmasi belum memberikan klarifikasi resmi.

 “Ngapunten nggih mas, saya lagi kesripahan. Saged di hari kerja nggih, ngapunten sebelumnya,”
ujar Yuanita singkat, Minggu (5/10/2025).

Tak hanya Bagian Umum, Dinas PKPP dan Dinas PPKAD juga dikabarkan ikut menikmati fasilitas mobil dinas baru.
Langkah “bagi-bagi kendaraan mewah” itu pun memicu kemarahan publik dan dianggap mencederai rasa keadilan masyarakat yang sedang berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup.

Ketua LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo, Lutfi Hamid, menilai kebijakan tersebut sangat tidak pantas dan mencerminkan sikap hedonisme pejabat daerah di tengah penderitaan rakyat.

“Ini pelecehan terhadap nurani publik. Saat rakyat kesulitan membeli beras, mereka malah sibuk membeli mobil mewah. Uang rakyat seharusnya digunakan untuk kepentingan mendesak seperti pertanian, kesehatan, dan infrastruktur, bukan untuk memanjakan pejabat,” tegasnya.

Kritik terus bergulir di berbagai kalangan masyarakat. Warga menilai langkah Pemkab ini menunjukkan minimnya empati dan kepekaan sosial para pejabat terhadap kondisi riil masyarakat Probolinggo yang masih berjuang di bawah tekanan ekonomi pasca-pandemi.

Publik menunggu jawaban resmi Pemkab Probolinggo, apakah kemewahan lebih penting daripada kesejahteraan rakyatnya sendiri.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Tingkatkan Kenyamanan Nelayan, UPT PPP Tamperan Renovasi dan Pasang Tenda di Area Bongkar Muat
Harlah ke-66 PMII, Bupati Sumenep Dorong Gerakan Mahasiswa Lebih Progresif Hadapi Tantangan Zaman
Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa
Harlah ke-66 PMII, PKDI Sumenep Serukan Peran Mahasiswa Jadi Garda Perubahan
Gerakan ASRI Lewat Jumat Bersih Kembali Digelar Pemkab Sumenep, Sasar Wilayah Barat Kota
Horor Sungai Sampean Baru Kembali Memakan Korban
Dispendikbud Kota Probolinggo Bantah Dugaan Monopoli Pengadaan ATK dan EO
Fraksi PDIP Sumenep Kompak Gowes, Tunjukkan Keteladanan Dukung Kebijakan Hemat BBM Daerah

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 12:33 WIB

Tingkatkan Kenyamanan Nelayan, UPT PPP Tamperan Renovasi dan Pasang Tenda di Area Bongkar Muat

Sabtu, 18 April 2026 - 00:18 WIB

Harlah ke-66 PMII, Bupati Sumenep Dorong Gerakan Mahasiswa Lebih Progresif Hadapi Tantangan Zaman

Sabtu, 18 April 2026 - 00:08 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Sistem Aduan Digital hingga Desa

Jumat, 17 April 2026 - 23:57 WIB

Harlah ke-66 PMII, PKDI Sumenep Serukan Peran Mahasiswa Jadi Garda Perubahan

Jumat, 17 April 2026 - 20:17 WIB

Gerakan ASRI Lewat Jumat Bersih Kembali Digelar Pemkab Sumenep, Sasar Wilayah Barat Kota

Berita Terbaru