Aliansi Mahasiswa Nusantara NTB Dukung Penuh Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Minggu, 9 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataram — Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Nusa Tenggara Barat menggelar deklarasi dan diskusi publik bertajuk “Mendukung Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto” di Café Upnormal, Mataram, Sabtu (8/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan nasional AMAN yang secara serentak dilaksanakan di berbagai provinsi di Indonesia.

Deklarasi ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menghargai jasa para tokoh bangsa, termasuk Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, yang dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan dan stabilitas nasional.

Deklarasi Serentak dan Semangat Nasionalisme

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator AMAN NTB, Hamzan Watoni, menjelaskan bahwa deklarasi AMAN dilakukan secara nasional oleh berbagai perwakilan daerah sebagai simbol semangat persatuan anak muda lintas kampus dan latar belakang. Menurutnya, AMAN hadir sebagai ruang terbuka bagi generasi muda yang ingin terlibat dalam percakapan kebangsaan dengan cara yang konstruktif.

“Hari ini puluhan wilayah di Indonesia mendeklarasikan AMAN secara serentak, termasuk NTB. Kami ingin menunjukkan bahwa anak muda tidak boleh tercerabut dari akar sejarah bangsanya. Tema pemberian gelar pahlawan untuk Pak Soeharto kami pilih karena kami menilai ada banyak jasa besar beliau yang patut diakui secara nasional,” ujar Hamzan.

Hamzan menambahkan, Soeharto adalah figur yang dalam perjalanan sejarah Indonesia telah memberikan arah pembangunan yang konkret dan meninggalkan warisan yang dapat dirasakan hingga kini.

“Pemberian gelar pahlawan untuk Pak Harto adalah bentuk pengakuan bahwa pembangunan, stabilitas, dan kedisiplinan bukan sekadar kebijakan masa lalu, melainkan fondasi etis dari keindonesiaan. Ini adalah warisan historis yang layak diingat, dipelajari, dan diteladani oleh generasi sekarang,” tegasnya.

Pandangan Akademisi: Soeharto dan Rasa Percaya Diri Bangsa

Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. Ir. Lalu Wirasapta Karyadi, M.Si, menyampaikan bahwa sejarah mencatat Soeharto sebagai tokoh yang membawa bangsa Indonesia keluar dari masa transisi yang sulit pasca 1965 menuju periode pembangunan yang terarah.

“Pak Soeharto meninggalkan jejak abadi dalam sejarah Indonesia. Ia tidak hanya membangun gedung, jalan, dan bendungan, tetapi juga membangun rasa percaya diri bangsa ini, bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri,” tuturnya.

Menurut Prof. Wirasapta, Soeharto adalah sosok pemimpin yang memiliki visi jangka panjang dalam membangun ekonomi nasional berbasis ketahanan pangan dan swasembada.

“Swasembada beras di era Soeharto bukan hanya simbol keberhasilan teknis, tetapi juga simbol kedaulatan ekonomi bangsa,” tambahnya.

Kepemimpinan dan Keteladanan dalam Pembangunan

Sementara itu, Dr. Andi Chairil Ikhsan, S.Hut., M.Si, menyoroti pendekatan pembangunan Soeharto yang sistematis dan berorientasi pada rakyat. Ia menyebut program-program seperti Repelita, transmigrasi, swasembada pangan, serta pembangunan irigasi desa sebagai bukti nyata dari visi besar yang meneguhkan fondasi kesejahteraan nasional.

“Pembangunan di masa Soeharto bukan proyek sesaat, melainkan strategi jangka panjang berlandaskan disiplin dan keteraturan. Ia merancang sistem agar bangsa ini berdiri tegak secara ekonomi dan sosial,” ujar Dr. Andi Chairil.

Ia menilai, jika bangsa Indonesia memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto, maka hal itu mencerminkan kematangan bangsa dalam memandang sejarah.

“Memberi gelar pahlawan kepada Pak Harto bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan, tetapi menandakan kedewasaan bangsa dalam berdamai dengan masa lalu dan mengakui bahwa di masa sulit pernah ada seorang pemimpin yang meneguhkan arti keteguhan dan pengabdian,” tegasnya.

Kontribusi Soeharto untuk NTB: Warisan yang Masih Dirasakan

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), Herianto S.P, menekankan bahwa masyarakat NTB secara nyata masih merasakan manfaat dari pembangunan yang dirintis pada masa kepemimpinan Soeharto.

“Pertanian di NTB tidak lepas dari nama besar Pak Soeharto. Banyak bendungan, saluran irigasi, dan proyek pertanian yang hingga kini menjadi penopang ekonomi masyarakat, semua itu adalah hasil kerja keras beliau,” ujarnya.

Herianto menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian, swasembada pangan, dan pembangunan pedesaan di era Orde Baru menjadi bukti nyata visi kepemimpinan Soeharto dalam membangun dari desa ke kota.

“Untuk pemimpin yang memiliki jasa besar dalam memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan taraf hidup rakyat, sudah sepantasnya diberikan penghargaan tertinggi berupa gelar pahlawan nasional,” imbuhnya.

Acara ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap bersama, di mana AMAN NTB menegaskan dukungan penuh terhadap pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan dedikasinya terhadap bangsa.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan panitia sebagai simbol persatuan dan semangat kebangsaan generasi muda Indonesia. red/asn

Penulis : Ari

Berita Terkait

Inflasi Kota Kediri Lebih Rendah dari Jawa Timur dan Nasional, BPS Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Juli 2026
Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang
Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi
Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik
Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 
Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Perekat Kebersamaan, Kodim 0210/TU Dekatkan Diri dengan Warga
Antrean Mengular, SPBU 5483504 Lombok Tengah Tetap Layani Pembelian Pertalite Pakai Botol Plastik
Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen UNIMUGO Sukses Gelar MANAFERA FUTSAL CUP 2026, Ajang Futsal Pelajar Se-Jateng DIY Berlangsung Meriah

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:18 WIB

Inflasi Kota Kediri Lebih Rendah dari Jawa Timur dan Nasional, BPS Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Juli 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:40 WIB

Forum Pedagang Kaki Lima Kabupaten Kebumen Resmi Deklarasi, Siap Perjuangkan Aspirasi Pedagang

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:52 WIB

Merajut Asa di Balik Jeruji: WBP Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Bernilai Ekonomi

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:35 WIB

Dari Ruang Kelas ke Lahan Hijau, Kepala SMP di Pemalang Raup Jutaan Rupiah dari Kangkung Organik

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:31 WIB

Kehadiran KPK dan Kejaksaan dalam SPMB Disorot, BPI KPNPA RI Bogor: Jangan Sampai Pendampingan Timbulkan Rasa Takut 

Berita Terbaru