Sumenep — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat sektor pariwisata melalui penyusunan kalender event tahunan. Strategi ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menjelaskan bahwa kalender event tidak sekadar daftar kegiatan, melainkan bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah.
“Setiap event yang masuk dalam kalender tahunan disusun berdasarkan potensi lokal, kesiapan masyarakat, dan kekuatan budaya yang kami miliki. Tujuannya jelas, agar wisatawan memiliki alasan untuk datang kembali ke Sumenep. Selain itu, perputaran ekonomi masyarakat meningkat. Pelaku UMKM, perajin, pedagang, jasa transportasi, hingga pengelola homestay semuanya merasakan manfaatnya,” kata Bupati Fauzi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Konsistensi pelaksanaan event menjadi kunci tumbuhnya kepercayaan wisatawan dan pelaku industri pariwisata. Banyak UMKM dan jasa lokal mengalami peningkatan permintaan selama periode kegiatan berlangsung. Agenda festival budaya, sport tourism, dan atraksi maritim di kepulauan Sumenep mampu mendongkrak aktivitas ekonomi hingga wilayah terpencil.
“Kalender event 2026 akan diperkuat dengan konsep yang lebih variatif, ramah wisatawan, dan berbasis kolaborasi komunitas. Harapannya, Sumenep semakin diakui sebagai destinasi budaya dan wisata pesisir yang bersaing di tingkat nasional,” pungkas Bupati Fauzi.
Data dari Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep menunjukkan tren kunjungan wisatawan yang meningkat dalam dua tahun terakhir. Sejak Januari hingga Oktober 2025, tercatat 1.271.450 wisatawan domestik menikmati berbagai destinasi di Sumenep. Lonjakan paling mencolok terjadi saat Festival Musik Tong-Tong, Parade 1000 Topeng, Festival Keris, dan atraksi maritim di Kepulauan Kangean dan Gili Iyang.
Penyusunan kalender event tahunan menunjukkan bagaimana perencanaan strategis pariwisata dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat ekonomi lokal. Pelaku UMKM, jasa transportasi, perajin, dan pengelola homestay menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang tumbuh berkelanjutan. Konsistensi dan kualitas penyelenggaraan event menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan wisatawan dan menciptakan pengalaman wisata yang autentik.
Penulis : Redaksi








