Helmi Art Museum Teguhkan Peradaban Keris Sumenep di Usia 20 Tahun Pengakuan Dunia

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Helmi bersama tokoh budaya dan tamu undangan mengabadikan momen peringatan dua dekade kemuliaan keris di Helmi Art Museum.

Helmi bersama tokoh budaya dan tamu undangan mengabadikan momen peringatan dua dekade kemuliaan keris di Helmi Art Museum.

SUMENEP – Helmi Art Museum kembali menegaskan perannya sebagai ruang pelestarian budaya perkerisan di Kabupaten Sumenep melalui acara Tasyakuran Memperingati 20 Tahun Pengakuan Keris oleh UNESCO sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (Karya Agung Budaya Takbenda Dunia). Kegiatan yang digelar pada Selasa, 25 November 2025 ini dihadiri para budayawan, empu keris, pecinta benda pusaka, serta tokoh masyarakat.

Momen ini menjadi tonggak penting bagi Sumenep untuk memperkuat identitasnya sebagai salah satu pusat peradaban keris Nusantara. Daerah yang dikenal memiliki tradisi tempa, filosofi, hingga karakteristik keris yang khas ini, dinilai memiliki modal budaya besar untuk terus mengembangkan ekosistem perkerisan nasional.

Pendiri Helmi Art Museum, Helmi, menyampaikan bahwa museum ini didirikan bukan sekadar sebagai tempat menyimpan pusaka, tetapi sebagai ruang edukasi budaya bagi generasi muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 “Keris bukan hanya pusaka. Ia menyimpan nilai kehidupan, filosofi, dan harmoni. Kita ingin anak muda memahami bahwa warisan leluhur ini adalah bagian dari identitas dan peradaban Sumenep,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, para peserta juga disuguhi pertunjukan seni tradisi, dialog budaya, serta pameran spesimen keris dan tombak langka dari koleksi Helmi Art Museum. Setiap artefak yang dipamerkan memiliki cerita dan filosofi yang diperkenalkan secara langsung oleh kurator dan para empu.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk syukur atas dua dekade pengakuan UNESCO terhadap keris Indonesia, serta dorongan bagi masyarakat untuk terus merawat dan menghidupkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Helmi menegaskan bahwa pelestarian keris adalah perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen, kecintaan pada budaya lokal, dan keberanian untuk menjaga jati diri daerah di tengah arus modernisasi.

“Pelestarian budaya tidak bisa dilakukan dalam sehari. Ini adalah dedikasi yang panjang, dan kami ingin menjadikan keris sebagai Jiwa Kabupaten Sumenep,” tegasnya.

Dengan komitmen tersebut, Helmi Art Museum terus menjadi pusat edukasi, ruang apresiasi, dan jembatan penghubung antara warisan masa lalu dan semangat generasi masa depan. Museum ini diharapkan mampu melahirkan kesadaran baru bahwa keris bukan sekadar benda, melainkan simbol nilai, kebijaksanaan, dan martabat budaya Sumenep.

Penulis : Ila

Berita Terkait

Senator DPD RI Ning Lia Terpukau Musik Tong-Tong Sumenep, Sebut Budaya Madura Penuh Pesona
Yakuza Maneges Layangkan Somasi Terbuka Terhadap Dua Media Atas Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik
Bukan Sekadar Expo, Tiga Media di Sumenep Satukan Jurnalisme, Budaya, Seni dan UMKM: Senator Ning Lia hingga Pemprov dan Pemkab Beri Apresiasi
Disambut Meriah di Media Expo 2026 Sumenep, Ning Lia Ajak Media Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
PC Muslimat NU Bawean Gelar Forum Silaturahmi, KH Moh. Qosim Bahas Tantangan Mendidik Anak di Era Digital 
Bos CV Ayunda H. Bambang Budianto Apresiasi 3 Santri Ponpes Syeh Abdurrahman Rabah Pamekasan, Juara Nasional Debat dan Pidato Bahasa Mandarin, Raih Reward 7 Hari ke Tiongkok
KH Moh. Qosim Tekankan Pentingnya Ilmu dan Pendidikan Anak dalam Pengajian Milad ke-35 PP Miftahul Ulum Kareteng
Penyerahan Dokumen SKT, Kemendagri Tegaskan Posisi Yakuza Maneges sebagai Mitra Strategis Negara

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Senator DPD RI Ning Lia Terpukau Musik Tong-Tong Sumenep, Sebut Budaya Madura Penuh Pesona

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Yakuza Maneges Layangkan Somasi Terbuka Terhadap Dua Media Atas Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Bukan Sekadar Expo, Tiga Media di Sumenep Satukan Jurnalisme, Budaya, Seni dan UMKM: Senator Ning Lia hingga Pemprov dan Pemkab Beri Apresiasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:34 WIB

PC Muslimat NU Bawean Gelar Forum Silaturahmi, KH Moh. Qosim Bahas Tantangan Mendidik Anak di Era Digital 

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Bos CV Ayunda H. Bambang Budianto Apresiasi 3 Santri Ponpes Syeh Abdurrahman Rabah Pamekasan, Juara Nasional Debat dan Pidato Bahasa Mandarin, Raih Reward 7 Hari ke Tiongkok

Berita Terbaru