Sekretariat Wakil Presiden RI Tinjau Posyandu Seruni Ponpes Wali Barokah

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kunjungi Ponpes Wali Barokah, Setwapres RI : Pesantren Jadi Model Efektif Penanganan Stunting Berbasis Komunitas

Kunjungi Ponpes Wali Barokah, Setwapres RI : Pesantren Jadi Model Efektif Penanganan Stunting Berbasis Komunitas

Kediri (27/11). Rombongan Tim Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) RI, yang dipimpin oleh Plt. Asdep Kesehatan, Gizi dan Pembangunan Keluarga (KGPK), Siti Alfiah, dan didampingi Tenaga Ahli Advokasi TPPS, Alie Sadikin, meninjau implementasi program penurunan stunting di Posyandu Seruni, Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah, pada Kamis (27/11).

Kegiatan tersebut merupakan kunjungan kerja Setwapres dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Percepatan Penurunan Stunting di Kota Kediri. Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas prestasi Kota Kediri yang berhasil meraih Peringkat ke-2 Nasional dalam kategori kinerja terbaik penanganan stunting tingkat kabupaten/kota.

Tenaga Ahli Advokasi TPPS Setwapres, Alie Sadikin, menyampaikan kekaguman atas capaian Kota Kediri. Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan efektivitas program di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hasil peninjauan kami hari ini menunjukkan tren yang sangat positif di wilayah kerja Posyandu Seruni, yakni mengalami penurunan Kasus. Jumlah balita stunting berhasil turun dari yang awal ada lebih dari 20 kasus, menjadi 14 kasus dalam kurun satu tahun, sekitar 10 anak dinyatakan berhasil keluar dari kategori stunting berkat intervensi berkelanjutan,” jelasnya.

Meskipun Kota Kediri berprestasi, ia menekankan perlunya penguatan kinerja pada beberapa indikator utama yang masih perlu perhatian, yaitu cakupan imunisasi dasar lengkap, pemberian ASI eksklusif dan pemenuhan MPASI sesuai standar.

“Angka stunting nasional masih berada di kisaran 19 persen. Maka ini diperlukan kerja keras, karena target kita tahun 2030 adalah 5 persen ke bawah. Penurunan tahunan yang masih sekitar 1% menuntut konvergensi program dari semua pihak,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Kediri, dr. Muhammad Fajri Mubasysyir, mencatat Kota Kediri memiliki sekitar 700 balita stunting dari total 14.000 balita. “Keberhasilan ini tentu dicapai melalui kolaborasi lintas sektor yang konsisten, mengingat stunting melibatkan banyak faktor di luar kesehatan, seperti sanitasi dan konsumsi,” ungkapnya.

Ponpes Wali Barokah dipilih sebagai lokasi Monev karena dinilai sukses menjalankan intervensi stunting berbasis komunitas melalui Posyandu Seruni, yang melayani sekitar 70 balita, ibu hamil, dan menyusui dari lingkungan pondok maupun masyarakat sekitar.

Ketua Ponpes Wali Barokah, KH. Sunarto menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir tidak ada gejala yang mengarah pada stunting, khususnya di lingkungan pondok. Upaya ini diperkuat dengan program Surveillance Pemantauan Perkembangan Tumbuh Kembang Gizi (SPPTG) serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang digelar rutin setiap bulan.

“Kami berharap kunjungan ini menjadi inspirasi agar model kolaborasi antara institusi keagamaan dan pemerintah seperti di Pemkot Kediri dan Ponpes Wali Barokah dapat dicontoh di daerah lain, guna mempercepat pencapaian target nasional,” ujarnya.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

2026 Jadi Tahun Lompatan Besar, RSUD Moh. Anwar Sumenep Perkuat Fasilitas dan Digitalisasi Layanan Kesehatan
Polemik Dugaan Dapur MBG di Lombok Timur, Aktivis KAMMI Minta Tata Kelola Program Lebih Transparan 
Pemprov Jabar Matangkan Skema Jaminan Nutrisi Bumil dan Soroti Ancaman Gawai pada Anak
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
MPLS Ramah UPT SD Negeri 358 Gresik Tanamkan Karakter Peduli Bumi
Sinergi Dunia Usaha dan Lapas Pamekasan, CV Ayunda Siapkan Warga Binaan Siap Kerja dan Berwirausaha
Sempat Viral di Media Sosial, Unit PPA Polres Pemalang Bergerak Tangani Aduan Perempuan Muda
93.357 Jiwa di Kabupaten Pemalang Terancam Krisis Air

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 17:01 WIB

2026 Jadi Tahun Lompatan Besar, RSUD Moh. Anwar Sumenep Perkuat Fasilitas dan Digitalisasi Layanan Kesehatan

Senin, 20 Juli 2026 - 13:04 WIB

Polemik Dugaan Dapur MBG di Lombok Timur, Aktivis KAMMI Minta Tata Kelola Program Lebih Transparan 

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:55 WIB

Pemprov Jabar Matangkan Skema Jaminan Nutrisi Bumil dan Soroti Ancaman Gawai pada Anak

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:08 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:00 WIB

MPLS Ramah UPT SD Negeri 358 Gresik Tanamkan Karakter Peduli Bumi

Berita Terbaru