Dari Zaman Belanda hingga Hari Ini, Nasi Gule Sapi Pak Ending Masih Mengepul di Sumenep

Minggu, 28 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ubai Bani menunjukkan aktivitas dapur Warung Nasi Pak Ending di Jalan Raya Gapura, Desa Bangkal, Sumenep. Warung legendaris penyaji nasi gule sapi ini telah bertahan sejak era penjajahan Belanda dan kini dikelola oleh generasi kedua.

Ubai Bani menunjukkan aktivitas dapur Warung Nasi Pak Ending di Jalan Raya Gapura, Desa Bangkal, Sumenep. Warung legendaris penyaji nasi gule sapi ini telah bertahan sejak era penjajahan Belanda dan kini dikelola oleh generasi kedua.

Sumenep — Di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang bergerak cepat, sebuah warung nasi sederhana di Jalan Raya Gapura, Desa Bangkal, Kabupaten Sumenep, masih setia berdiri.

Warung Nasi Pak Ending, yang dikenal dengan menu khas nasi gule sapi kekelan, menjadi salah satu warisan kuliner yang bertahan lintas generasi dan zaman.

Sejak awal berdiri, harga seporsi nasi gule di warung ini mengalami perjalanan panjang, dari semula hanya sekitar Rp250 hingga kini berada di kisaran Rp20 ribu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan keterangan Ubai Bani, salah satu pihak yang mengetahui sejarah warung tersebut, Warung Nasi Pak Ending telah berdiri sejak era penjajahan Belanda, puluhan tahun silam.

Pada masa itu, warung ini menjadi tempat singgah warga dan pekerja lokal yang membutuhkan hidangan hangat dengan harga terjangkau.

“Warung ini sudah ada sejak zaman Belanda. Dari dulu sampai sekarang tetap menjual nasi gule sapi,” ujar Ubai Bani kepada Detikzone.id, Minggu (28/12/2025).

Menu yang disajikan Warung Nasi Pak Ending dikenal sederhana namun lengkap. Dalam satu porsi nasi gule, pelanggan disuguhi daging sapi, empal, telur, serta kuah gule dengan racikan bumbu tradisional. Keaslian rasa menjadi ciri khas yang terus dipertahankan meski zaman terus berubah.

Secara fisik, warung ini tidak banyak mengalami perubahan mencolok. Bangunan sederhana dan suasana khas warung rakyat menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan lama maupun pengunjung baru.

Warung tersebut seolah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Desa Bangkal dari masa ke masa.

Saat ini, pengelolaan Warung Nasi Pak Ending telah beralih ke generasi kedua. Meski demikian, nilai-nilai yang diwariskan pendiri warung tetap dijaga, terutama dalam hal resep dan pelayanan kepada pelanggan.

Ubai Bani juga menyebutkan bahwa dinamika zaman turut memengaruhi kondisi operasional warung.

Jika pada masa lalu warung ini mampu mempekerjakan hingga delapan orang karyawan, kini jumlah tenaga kerja tersisa empat orang. Penyesuaian tersebut dilakukan seiring perubahan kebutuhan dan kondisi usaha.

“Dulu karyawannya sampai delapan orang, sekarang tinggal empat,” jelasnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Warung Nasi Pak Ending tetap bertahan dan menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat Bangkal.

Keberadaannya bukan sekadar soal bisnis kuliner, tetapi juga tentang merawat ingatan kolektif dan menjaga tradisi rasa yang telah hidup puluhan tahun.

Di tengah gempuran usaha kuliner modern, Warung Nasi Pak Ending membuktikan bahwa ketekunan, konsistensi, serta kejujuran dalam menjaga kualitas mampu membuat sebuah usaha rakyat bertahan melampaui zaman.

Warung ini kini tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga menghadirkan cerita panjang tentang sejarah, kerja keras, dan keberlanjutan generasi.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Lelah Jadi Penghasil Tanpa Hasil, Madura Akhirnya Bergerak: KEK Tembakau Jadi Jalan Terakhir Menuju Keadilan Ekonomi
Mas Hadi Terpikat! Rawon Iga Resto Lotus Sumenep Disebut Punya Rasa yang Sulit Dilawan
Hubungi Cs Herlin 087850133344 Sekarang! Sinar Baru Sumenep Buka Jalan Mudah Punya Motor Honda
Dari Pejabat hingga Abang Becak, Kopi Peceng di Depan Dealer Honda Sinar Baru Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan Tanpa Sekat
Ayo, Buktikan Sendiri Layanan Cuci Mobil Berkelas dengan Sentuhan Fasilitas VIP di Simple Car Wash Sumenep.
Rawon Iga di Resto Lotus Sumenep Bikin Nagih
Di Bawah Binaan BC Madura, CV Ayunda Permata Sejahtera Pamekasan Aktif Jalankan Program Sosial dan Kolaborasi Lintas Instansi dan Elemen Masyarakat
Harga Kantong Plastik Naik Tajam, Pedagang Pasar Kebingungan Cari Solusi Untuk Pembeli 

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 19:46 WIB

Lelah Jadi Penghasil Tanpa Hasil, Madura Akhirnya Bergerak: KEK Tembakau Jadi Jalan Terakhir Menuju Keadilan Ekonomi

Senin, 4 Mei 2026 - 12:44 WIB

Mas Hadi Terpikat! Rawon Iga Resto Lotus Sumenep Disebut Punya Rasa yang Sulit Dilawan

Senin, 4 Mei 2026 - 11:08 WIB

Hubungi Cs Herlin 087850133344 Sekarang! Sinar Baru Sumenep Buka Jalan Mudah Punya Motor Honda

Senin, 4 Mei 2026 - 07:54 WIB

Dari Pejabat hingga Abang Becak, Kopi Peceng di Depan Dealer Honda Sinar Baru Sumenep Jadi Simbol Kebersamaan Tanpa Sekat

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:47 WIB

Ayo, Buktikan Sendiri Layanan Cuci Mobil Berkelas dengan Sentuhan Fasilitas VIP di Simple Car Wash Sumenep.

Berita Terbaru

HUKRIM

Kokain 22 Kg dari Sumenep Musnah

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:15 WIB

Ket foto:
Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada bersama jajaran menanam pohon mangga di kawasan KDKMP Desa Kasengan, sebagai langkah awal mendorong penguatan ekonomi desa.

TNI-POLRI

Bukan Sekadar Tanam, Dandim Sumenep Mulai Revolusi Ekonomi Desa

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:05 WIB