SEMARANG, Detikzone.id – Menyambut momentum libur Natal dan Tahun Baru, Semarang Zoo memilih menerapkan strategi berbeda dalam perencanaan bisnisnya.
Alhasil, fokus utama pengelola bukan lagi pada banyaknya orang yang datang, melainkan pada capaian pendapatan total dari berbagai unit usaha yang dikelola.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur sekaligus Manajer Pemasaran Semarang Zoo, Swandito Widyotomo, menjelaskan bahwa tolok ukur keberhasilan pada masa libur akhir tahun ini ditetapkan sebesar Rp600 juta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Angka tersebut disepakati berdasarkan evaluasi kinerja yang dilakukan sebelum pergantian pimpinan.
“Saat ini kami hanya melanjutkan target yang sudah disusun sebelumnya hingga nantinya ada direktur yang baru,” ungkap Swandito, Senin (29/12/2025).
Ia menambahkan, nominal pendapatan dipilih sebagai acuan karena memiliki cakupan lebih luas.
Selain tiket masuk, jumlah rupiah yang dihitung juga diperoleh dari wahana permainan seperti water boom dan kereta mini, termasuk penjualan produk makanan dan minuman yang bekerja sama dengan sejumlah mitra.
Keputusan ini juga dipengaruhi kondisi geografis dan cuaca. Semarang Zoo terletak di kawasan perbatasan Semarang–Kendal, berbeda dengan objek wisata lain yang berada di pusat kota dan lebih mudah dijangkau.
Cuaca ekstrem yang kerap muncul pada akhir tahun juga dinilai dapat memengaruhi jumlah kunjungan sehingga target berdasarkan angka tiket dianggap kurang realistis.
Meski begitu, Semarang Zoo tetap berupaya memberikan pengalaman wisata yang bermakna. Edukasi tentang satwa menjadi nilai utama yang ingin diperkuat.
Pengunjung tidak hanya melihat hewan dari kejauhan, namun juga bisa berinteraksi langsung melalui program edukatif yang dirancang untuk mengenalkan cara perawatan satwa yang benar, baik peliharaan maupun satwa liar.
Dari sisi jumlah pengunjung, Koordinator Marketing, drh. Nico Setiawan, menyebut terjadi peningkatan tipis selama masa libur Natal 2025 dibanding tahun sebelumnya, yakni sekitar dua hingga tiga persen.
“Rata-rata setiap hari mendekati 1.000 pengunjung, kecuali Jumat kemarin. Tahun lalu jumlahnya berkisar 800–1.000 orang per hari,” jelas Nico.
Untuk menambah daya tarik, pihak pengelola menyiapkan rangkaian hiburan sejak 25 hingga 31 Desember, mulai dari penampilan band, pertunjukan seni budaya daerah, hingga kegiatan inklusi bersama anak-anak Sekolah Luar Biasa.
Malam pergantian tahun juga dirancang bersuasana ramah keluarga dan aman bagi seluruh pengunjung.
Terkait kenyamanan dan keamanan satwa, Nico memastikan seluruh aktivitas hiburan sudah dirancang tidak mengganggu.
“Hewan-hewan di sini sudah terbiasa dengan keramaian. Area acara pun tidak langsung bersinggungan dengan kandang, jadi tetap aman,” pungkasnya.
Penulis : Mualim








