SUMENEP — Yan Surah, pasien stroke dari Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, akhirnya diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Moh. Anwar Sumenep, Senin (29/12/2025).
Kepulangan ini menjadi momen haru bagi keluarga sekaligus bukti nyata bahwa RSUD Moh. Anwar Sumenep tetap menjadi rujukan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.
Sebelum dirawat di RSUD Moh Anwar Sumenep, kondisi Yan Surah kritis dan sempat menjalani perawatan di fasilitas kesehatan lain tanpa perkembangan signifikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, setelah mendapat penanganan medis profesional, terukur, dan penuh empati, pasien menunjukkan perbaikan signifikan.
Kini ia mampu berjalan kembali dan kondisi sarafnya stabil, meski sebelumnya juga mengalami kegelisahan berat pada malam hari.
Dokter penanggung jawab pelayanan, dr. Win, Sp.S., menegaskan bahwa pasien menjalani penanganan intensif termasuk pemeriksaan CT Scan yang mengarah pada suspect meningitis.
Selama perawatan, tim medis RSUD Sumenep mengawasi pasien dengan teliti, terutama saat pasien sempat mencoba mencabut infus dalam kondisi kritis.
Sahid, suami Yan Surah, menyampaikan rasa syukur dan terharu atas pelayanan RSUD Sumenep.
“Alhamdulillah, keputusan membawa istri saya ke RSUD Sumenep adalah yang terbaik. Pelayanan dokter dan perawat sangat ramah dan sigap. Istri saya diperlakukan seperti keluarga,” ujarnya.
Tidak hanya keluarga Yan Surah, keluarga pasien lain juga memuji pelayanan RSUD Sumenep.
Keluarga Bagas, pasien DBD asal Kecamatan Pasongsongan, menyatakan bahwa bagi dirinya dan keluarga tak ada pelayanan yang lebih baik dari RSUD Sumenep.
“Bagi kami sekeluarga, tak ada pelayanan yang lebih baik dari RSUD Sumenep di Madura, karena saya dan keluarga merasakan langsung pelayanan super yang telah diberikan Rumah sakit ini,”ungkapnya.
Pernyataan serupa datang dari keluarga Yan Surah, Syaiful yang menegaskan bahwa pelayanan RSUD Sumenep membuat mereka merasa aman, nyaman, dan dihargai sebagai pasien dan keluarga.
Keberhasilan penanganan ini tidak lepas dari kepemimpinan Direktur RSUD Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, yang menanamkan budaya pelayanan prima, profesionalisme, dan pendekatan humanis kepada seluruh tenaga kesehatan.
Pelayanan prima ini sebelumnya juga dirasakan pasien lain, termasuk anak yatim bernama Bagas, yang berhasil sembuh berkat perhatian ekstra dari tim medis RSUD Sumenep.
Berbagai kisah kesembuhan ini menegaskan bahwa RSUD Sumenep tidak hanya hadir sebagai fasilitas kesehatan, tetapi juga sebagai rumah harapan masyarakat.
Pelayanan di RSUD Sumenep membuktikan prinsip “Bismillah Melayani” bukan hanya sekedar slogan, melainkan nyata dalam tindakan.
Penulis : Redaksi







